Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
88


__ADS_3

Asgar dan gita telah tiba diperusahaan diego, asgar memarkirkan mobilnya, gita menunggu asgar, tak lama setelah itu mereka masuk bersama menuju ruangan diego


Dipertengahan jalan, asgar melihat leo yang menuju kearahnya, ia langsung menggandeng tangan gita, ia menggenggamnya erat dan gita terkejut namun senang, ia tidak sedikitpun menolak seperti sebelumnya, mereka berselisih jalan, leo menatap nyalang kearah asgar dan gita tetapi mereka tidak memperdulikannya


Sesampainya diruangan diego, asgar disambut baik begitu juga dengan gita, tangan mereka masih bergandeng dan diego memperhatikan itu, ia menutupi kekesalannya melihat diego yang menggenggam erat tangan gita


"Silahkan pak asgar, silahkan" asgar duduk didepan diego begitu juga dengan gita yang duduk bersebelahan dengan asgar


"Ada apa ya pak kemari? apa ada sesuatu?"


"Gita akan berhenti bekerja diperusahaan anda" jawab asgar, tubuh diego menegang, ia marah kesal dan tidak percaya, tetapi ia menutupinya


"Seperti yang saya katakan tempo hari jika ia akan menjadi istriku dan hari ini menurutku hari yang tepat untuk tidak mengizinkan gita bekerja lagi disini?" sambung asgar


"Ehem...." diego berdehem ia menghilangkan kekesalannya yang selalu ia tutupi


"Anda masih ingat bukan apa yang anda lakukan kepada calon istri saya tempo hari?" ucap asgar


"Saya tidak segan segan untuk menarik semua investasi saya diperusahaan anda jika anda berani mengganggu calon istri saya, selama ini saya sudah cukup diam pak diego" asgar menggertak diego, ia tidak bisa berbuat apa apa karena ia masih memerlukan asgar


"Saya minta maaf pak asgar saya benar benar tidak tahu jika gita adalah calon istri anda, yang saya tahu dia hanya sekretaris anda" diego melirik gita, gita hanya diam saja tidak mengatakan sepatah katapun pada diego, sebenarnya ia ingin sekali menghajar diego tetapi ia menjaga wibawanya, ia akan menjadi istri dari CEO nomor satu dan ia harus pintar pintar menempatkan dirinya


"Baikla surat resign calon istri saya akan menyusul, saya permisi" asgar melihat gita ia tersenyum dan mengangguk seolah mengajak gita untuk beranjak, ia kembali menggenggam tangan gita erat dan keluar dari perusahaan diego


Mereka telah berada dimobil menuju kerumah mommy


"Wah bapak jago akting juga ya, keren diego g berkutik"


"Siapa bilang saya akting?" tanya asgar, gita terdiam melihat asgar


"Kamu memang calon istri saya kan?" gita mengangguk mengiyakan. "Trus aktingnya dimana? hem?" gita tidak menjawab ia hanya mengedipkan matanya, ia salah tingkah, ia memegang tangannya yang dipegang asgar, asgar tersenyum melihatnya

__ADS_1


"Itu juga g akting" asgar menunjuk tangan gita dan gita spontan melepaskan tangannya, ia benar benar salah tingkah, ia mengalihkan pandangannya kearah jendela


*****


Sesampainya dirumah mommy, asgar meminta gita untuk menunggunya, gita duduk disofa tanpa ditemani siapapun, keliahatannya mommy sedang tidak berada dirumah, gita menunggu sambil memainkan ponselnya


Tiba tiba ponsel yang ditangannya berbunyi dan itu daei asgar, ia menjawab panggilan asgar


"Ya pak?"


"Kekamar saya sekarang" asgar menutup panggilannya


"Iiihh bisakan mintanya baik baik gitu, ngomong sama calon istri kek ngomong sama sekretaris" gita bersungut kesal, ia melangkahkan kakinya kekamar asgar tetapi saat ia akan menaiki anak tangga, langkahnya tertaha dengan teiakan mommy


"Gitaaa....wah pas banget, sini sini duduk sama mommy" mommy yang tiba tiba muncul didepan pintu rumahnya memanggil gita


"Ada apa mom? asgar manggil gita nyuruh keatas mom"


"Ooh disuruh asgar keatas ya?" gita mengangguk bingung pasalnya mommy tidak sendiri ia bersama beberapa orang yang bukan seperti temennya mommy karena usianya jauh lebih muda


Gita mengetuk pintu kamar asgar dan membukanya, ia melihat asgar yang sedang membuka koper dan menyiapkan beberapa bajunya


"Ada apa pak?"


"Masukin ini kekoper, oya tolong ambilin handuk juga di lemari ujung sebelah sana, saya mau mandi" mendengar asgar yang akan mandi gita kaget, pasalnya ia sedang berada dikamar asgar dan asgar dengan santainya mengatakan dia akan mandi


"Eh eh pak saya kan masih ada disini kenapa bapak mandi?"


"Saya mandinya dimana?"


"Dikamar mandi"

__ADS_1


"Trus hubungannya sama kamu ada disini apa?"


"Ya saya kan malu liat bapak yang cuma pake handuk ntar"


"Sekarang saya pake apa?"


"Baju"


"Trus??"


"Ya deh ya, jadi yang mana nih yang saya beresin?"


"Yang ditempat tidur itu aja, masukin kekoper, dan handuk saya dilemari pojok jangan lupa"


"Siap pak" Asgar memasuki kamar mandi dan memulai mandinya, sementara gita menyelesaikan pekerjaannya


Setelah selesai memasukkan baju asgar kedalam koper milik asgar, gita berjalan menuju lemari asgar untuk mengambil handuk asgar, ia membuka lemari dan tatapannya jatuh pada gaun indah dan jas yang digantung rapi, tanpa sengaja ia menjatuhkan mahkota milik sarah yang terdapat digaun, ia terkejut tetapi bukan terkejut karena menjatuhkan mahkota sarah, melainkan asgar yang menutup pintu kamar mandinya dengan keras, asgar menatap nyalang pada gita, ia sudah memakai baju dan celana didalam kamar mandi


"Siapa yang menyuruhmu menyentuhnya!?" asgar bertanya dingin, ia berjalan menuju gita, asgar seperti menahan amarahnya, gita merinding mendengar suara asgar kali ini, ia tidak pernah takut tetapi karena dia salah telah mengusik barang kecintaan asgar ia jadi takut


"Ma..ma..maaf sa..saya tidak sengaja" gita gugup meminta maaf, kali ini ia benar benar takut, apa lagi ia melihat mahkota sarah yang patah


.


.


.


Jangan lupa vote like dan koment


Terimakasih 🥰

__ADS_1


Maaf telat up lagi ngurusin pindahan sekolah anak manteman 🙏 insyaAllah diusahankan cepat ya..


🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2