Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
112


__ADS_3

Saat gita hendak membuka pintu mobil taxi, gita dikejutkan dengan kedatangan mobil hitam yang sangat ia kenali, Gita kembali menutup pintu mobil taxinya


"Sebentar ya pak" ucap gita


Ternyata yang datang adalah calon suaminya, asgar turun dengan kacamata hitamnya, ia mendatangi gita


Pada saat ia hendak mengambil ponselnya yang tertinggal dimobil waktu dipemakanan sarah, ia melihat banyak panggilan dari gita, ia melihat jam ditangannya dan ia baru teringat jika ia ada janji dengan gita untuk menjemput ayah dan aufar, adgar pergi begitu saja tanpa mengucap pamit pada sarah, diperjalanan ia bermonolog sendiri dalam hati "Maafkan aku sayang aku harus pergi lain kali aku akan kembali aku akan menunjukkan foto kita" asgar melajukan mobilnya menuju kerumah gita, dan sekarang sampaila ia dirumah gita


"Maaf..aku aku"


"Dari mana?" tanya gita santai, ia bukan wanita yang suka marah marah saat keinginannya tidak dipenuhi


"Kamu sibuk? kalau sibuk ya uda sih g apa apa aku lanjutin naik taxi aja" sambung gita


Asgar tidak menjawab pertanyaan gita, ia berjalan menuju taxi yang gita pesan, gita melengos asgar mengacuhkan pertanyaannya


"Pak maaf ya pak taxk nya g jadi, ini saya ganti rugi pak" ucap asgar pada bapak taxi, ia memeberikan beberapa lembar uang merah pada bapak itu


"Wah kebanyakan ini mas, saya mah g apa apa" ucap si bapak


"G apa apa pak, ambil aja, terimakasih ya pak"


"Terimakasih banyak mas" ucap bapak sangat bersyukur dan bapak taxi berlalu pergi


Asgar kembali pada gita, ia memegang tangan gita dan membawa gita masuk kedalam.mobil, gita hanya menurut, kemudian asgar juga masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya menuju terminal


"Dari mana? kenapa tadi aku telfon g diangkat?" gita kembali bertanya, ia sangat penasaran karena tidak pernah sekalipun asgar meninggalkan ponselnya


"Aku...aku dari makan sarah, ponselku tertinggal dimobil"


"Ooh" hati gita mencelos, ternyata asgar tidak mau diganggu saat bersama sarah


"Kenapa g bilang? kan aku jadinya ganggu kamu" ucap gita berusaha tegar, bagaimanapun kuatnya wanita pasti akan merasa sakit hati jika lelakinya bahkan calon suaminya masih mengenang mantannya, walaupun sudah tiada, pastilah ada kecemburuan dihati gita namun ia tidak menampakkannya


"G apa apa, kamu g ganggu kok" jawab asgar menoleh gita, ia melihat wajah gita berubah, gita memalingkan wajahnya

__ADS_1


"Aku cuma cerita aja sama sarah, kalau besok kita akan menikah, aku juga menceritakanmu padanya" ucapan asgar membuat gita melihat kearahnya, ia tidak menyangka dengan apa yang asgar sampaikan


Gita tersenyum dan asgar menyambut senyuman gita dengan senyuman yang sedikit dipaksa, gita tau akan hal itu, senyum gita memudar dengan segala pikirannya


Diperjalanan mereka tidak begjtu saling bicara, mereka lebih banyak diam dengan pikiran masing masing


"As..apa...kamu yakin akan...menikahiku besok?" tanya gita ragu, mendengar ucapan gita asgar spontan menoleh kearah gita, bukan tanpa alasan gita bertanya, ia sedari tadi memikirkan jika apa yang asgae ucapkan tadi tidak benar bahwa ia bercerita tentangnya pada sarah


"Maksudmu? aku tidak pernah meragukan keputusanku, please jangan tanya hal yang sama berulang"


"Tapi aku takut g mampu disamping kamu" jawab gita cepat


"G mampu maksudnya?"


"Mungkin aku terdengar egois, jahat dan macam macam lah, aku hanya ingin diantara kita tidak ada lagi sarah, sarah itu hanya mantan pacar bukan almarhum istri kamu, kalau kamu statusnya duda dan masih mengagungkan sarah sebagai istri kamu yang sudah meninggal aku mengerti, tetapi ini hanya mantan pacar kalian belum menikah kalian belum satu rumah as, tetapi tingkahmu menunjukkan seperti orang yang kehilangan istrinya, aku takut g mampu berada disamping kamu, aku takut sakit hati terus terusan"


"Gita!! sarah sudah lebih dari istriku, hanya status kami yang belum menikah"


Jeddeeeerr.....


Asgar mengusap wajahnya kasar, sementara gita hanya memegang dadanya, ia tidak sedikitpun melihat asgar ia membuang wajahnya melihat keluar jendela mobil


"Maafkan aku, maaf,, aku akan berusaha git, aku akan berusaha, aku hanya butuh waktu"


"Butuh waktu berapa lama lagi? tidak cukup waktu tiga tahun lebih kamu selalu menjaganya?" gita menjeda ucapannya


"Menjaganya dihati kamu?" sambung gita


Asgar diam tidak menjawab, mereka sudah tiba diterminal, gita turun lebih dulu tanpa menunggu jawab asgar dan tanpa menunggu asgar


Asgar mengikuti gita dan mereka menunggu ayah dan aufar yang belum tiba


Asgar berdiri disebelah gita, ia memeluk pinggang gita, ia berusaha membujuk gita


"Lepasin" ucap gita ia berusaha melepaskan tangan asgar namun dengan carayang soft agar orang tidak melihatnya

__ADS_1


"G mau" asgar menguatkan rangkulannya


"Diliatin banyak orang" ucap gita menatap asgar sedikit menengadah, karena asgar lebih dari tinggi darinya


Asgar juga melihat gita dengan sedikit menunduk


"Mau aku cium disini?" ucap asgar menggoda, asgar memperhatikan sekelilingnya


Gita yang mendengar ucapan asgar, spontan membuang mukanya, ia tidak lagi menatap asgar


"Pantesan tinggal serumah bertahun tahun sebelum nikah, kamunya mesum banget ternyata"


"Itu dulu, sekarang aku mau yang halal lebih enak sepertinya" mendengar ucapan asgar gita kembali menatap asgar dengan mengerutkan dahinya dan mereka saling menatap


"Apa? mau sekarang?" gita melengos mengalihkan pandangannya


"Katanya mau yang halal, sekarangkan belum halal"


"Aku akan menunggunya besok" ucap asgar santai, tangannya masih memeluk gita, jantung gita berdebar ia seketika gugup


"Eh itu ayah" ucap gita menutupi kegugupannya, ucapan gita membuat adgar otomatis melepaskan pelukannya dipinggang gita dan gita tersenyum melihat asgar yang sadar akan adab didepan orang tua


Mereka menyambut ayah dan aufar tetapi tunggu dulu adi dan saci ternyata juga ikut, mereka akan menghadiri pernikahan asgar dan gita


.


.


.


Jangan lupa like vote dan koment


Ditunggu komenan mood bosternya 🥰🙏


Terimakasih 🙏

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2