
Keesokan harinya asgar dan gita akan pulang ke kota pada sore harinya, mereka harus bekerja sementara mommy daddy kakak dan juga teman teman asgar sudah pulang pagi pagi sekali pasalnya kakak kakak asgar akan kembali pulang kekotanya, mereka akan datang lagi pada hari pernikaham.asgar dan gita yang akan dilaksanakan minggu depan
Vincen juga sudah pulang bersama arvin dan yang lainnya, tinggalla asgar yang menunggu gita sedang membantu aufar membereskan rumahnya sisa acaranya tadi malak, asgar juga membantu meskipun sedikit
"Ok ayah sudah beres, rumah sudah bersih dan rapi jadi ayah g perlu capek capek lagi beresin" ucap gita, ia dan aufar benar benar membereskan rumah mereka dari dalam hingga diluar
"Aduuh capek banget yah" ucap aufar menghempaskan tubuhnya disofa sebelah ayah
"Kak besok acara nikahan lo digedung aja ya, biar g capek beresinnya" sambung aufar
"Kita memang akan mengadakan acara di ballroom far" ucap asgar
"Tuh dengerin calon suami gue ngomong" ucap gita, ia juga duduk disebelah asgar
"Capek ya?" tanya asgar menatap gita, dan gita mengangguk
"Ya uda istirahat dulu aja, agak maleman pulangnya juga g apa apa"
"G deh itu malah nambah capek, pulang bentar lagi aja biar sekalian capek trus pulang bisa istirahat" jawab gita
"Ya uda terserah kamu aja"
"Ya uda aku mandi dulu ya" asgar menganguk menanggapi ucapan gita
Gita berlalu meninggalkan asgar, ia akan pergi mandi dan bersiap untuk pulang, asgar dan aufar mengobrol bersama ayah
Setelah gita selesai bersiap, ia keluar dari kamaenya dengan menggeret kopernya, ia kembali duduk disamping asgar
"Ayah, hari jumat depan arvin akan menjemput ayah dan aufar" ucap asgar
"Iya baiklah, kaliam hati hati kembali ke kota dan kamu gita kerja yang bener, jaga diri ya, ayah doakan pernikahan kalian nanti lancar"
"Aamiin" jawab asgar dan gita bersamaan
Asgar dan gita pamit kepada ayah dan aufar
"Sampai jumpa minggu depan ayah" ucap gita ia memeluk ayah
__ADS_1
"Ayah tidak.menyangka minggu depan anak gadis ayah sudah akan jadi istri orang"
"Iiiihh ayah bikin sedih deh, gita akan tetap jadi anak kok seperti sebelumnya" ucap gita sedikit mewek
"Itu memang benar, tetapi kamu bukan tanggung jawab ayah lagi melainkan suamimu, patuhi suamimu selagi ia benar dan jangan lupa peetahankan rumah tanggamu, kebahagiaan itu datang dari kalian" ucao ayah mengusap kepala anaknya
Asgae melihat gita, ia tersenyum
"Terimakasih ayah, saya pamit insyaAllah saya akan menjaga dengan baik" ayah mengangguk ia menepuk bahu asgar pelan
"Ayah percaya padamu as" asgae mengangguk, mereka benar benar pamit dan asgar mulaj melajukan mobilnya
Diperjalanan gita memejamkan matanya, ia kelelahan setelah memebereskan rumahnya asgar hanya tersenyum melihatnya dan membiarkan gita beristirahat, waktu menunjukkan pukul tiga sore dan kemungkinan mereka akan tiba dikota pukhl lima sore
Asgar mengeluarkan ponselnya, ia menghubungi seseorang
"Hallo, lo ada dikantor g sore ini?"
"Asgar? waaw tumben nelfon gue?"
"Jawab aja, jangan banyak tanya"
"Iya gue kesana sore ini, jangan kemana mana"
"Oke gue tunggu, gue ingin dengar..." belum sempat temannya menyelesaikan ucapannya asgae sudah memutuskan panggilannya
"Dasar gila!" sungut teman asgar
Dua jam begitu cepat berlalu, asgar dan gita sudah sampai disebuah klinik, asgar ingin membangunkan gita, ia melihat wajah calon istrinya yang tertidur lelap, pandangan asgsr jatuh pada bibir merah jambu gita yang begitu menarik hati bagi asgar, sejak ia merasakan bibir gita rasanya ia ingin terus merasakannya tetapi ia menahannya, ia takut gita tidak merasa nyaman, ia akan menunggunya sampai mereka benar benar sah dimata Agama dan Negara, maka gita akan seutuhnya menjadi miliknya
"Git....gita...gita" ia mengusap wajah gita lembut, ia menanggalkan safety belt gita, ia mendekatkan wajahnya pada wajah gita
"Khawla gita nizia" asgar menggoyangkan tubuh gita, gita hanya melenguh, mendengar gita yang hanya melenguh dekat jarak yang semakin dekat dengannya asgar benar benar terpaku melihat bibir gita, rasanya ia sudah tidak bisa menahannya
Cup.....
Asgar mengecup bibir gita sebentar, ia tersenyum, ia pikir gita akan terbangun ternyata tidak
__ADS_1
Cup....
Asgar menciumnya lama, ia tidak hanya menciumnya tetapi juga sedikit mel*m*tnya, gita yang merasa kehabisan oksigen terbangun, ia membuka matanya dan terkejut, ia spontan mendorong asgar sedikit kuat
"Auuughhh"
Mendengar rintihan asgar yang kepentok kaca depan mobil, gita baru menyadarinya jika itu adalah suaminya
"Ooh maaf maaf, lagian ngapain sih bikin kaget tau g, kesempatan dalam kesempitan deh" ucap gita sambil menggosok kepala asgar yang kepentok
"Ya mau gimana lagi dia manggil manggil aku" ucap asgar sedikit merengek, ucapan asgar membuat gita tertawa, ternyata asgar juga bisa bercanda dan merengek seperti anak kecil
"Lagian dibangunin susah banget ya uda aku cium aja" sambung asgar, dia kembali ke mode seriusnya
"Dasar, untung aja kaca mobilnya gelap jadi diliatin orang" ucap gita masih bersungut, gita merapikan bajunya ia melihat kearah luar
"Eh kita dimana?"
"Kita diklinik, ya uda yuk turun" asgar keluar dari mobilnya dan gita juga mengikutinya, gita membawa iklan yang ada diklinik
"Secepat itu kita kesini?" tanya gita
Asgar mengangguk dan menggenggam tangan gita erat, ia membawa gita masuk kedalam ruangan yang sudah sangat familiar baginya namjn sudah beberapa tahun ditinggalkannya
"Aku janjinya setelah lamaran kan? ya uda aku penuhin"
Gita tersenyum senang, ia mengeratkan genggaman tangan asgar, dan asgar menoleh tersenyum, perlakuan asgar padanya makin hari makin manis menurut gita, semoga saja ia sudah benar melupakan sarah, ia akan bertanya detail pada dokter itu nanti pikir gita
.
.
.
Jangn lupa like vote dan koment
Ditunggu komen komenan moos boosternya 🥰🙏
__ADS_1
Terimakasih
🌟🌟🌟🌟🌟