Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
92


__ADS_3

Aufar sedang berada ditempat biasanya ia nongkrong bersama teman temannya, mereka sedang berbincang dan bercanda, ini merupakan aktifitas rutin yang biasa dilakukan aufar, seperti anak muda lainnya, nongkrong bercanda dan main game


Sedang asiknya berbincang dan bercanda, aufar melihat salah seorang teman kakaknya yang sedang berjalan melalui tempat nogkrongnya


"Bang.....bang adi" panggil aufar, adi yang merasa dipanggil berhenti


"Ada apa far?" tanya adi


"Kaka gue pulang, sekarang uda ada dirumah, dia sama calon suaminya, jangan patah ati ya bang hehehe"


Adi terkejut mendengar penuturan aufar, ia memang berteman akrab dengan gita sejak SD karena rumah mereka berdekatan, sejak berteman dengan gita ia rupanya mulai menyukai gita tetapi ia tidak bisa mengatakannya karena takut jika gita menolaknya dan pertemanan mereka jadi rusak


"Beneran? ya uda deh gue kerumah lo dulu deh"


"Gercep banget bang"


"Kangen gue"


"Sama gue aja yok, gue juga mau pulang" ajak aufar


"Oke deh kalau gitu"


Waktu menunjukkan pukul delapan malam, aufar dan adi menaiki motornya menuju kerumah aufar, adi memang sudah lama tidak bertemu gita teman masa kecilnya hingga sekarang, gita yang tomboy membuat ia lebih suka berteman dengan laki laki dari pada perempuan


"Assalamualaikum" ucap adik berteriak


Ayah asgar dan gita sedang berada dimeja makn, mereka menjamh tamu mereka dengan berbagai hidangan masakan gita dan ayah, asgar sangat bersemangat karena menurutnya enak sekali hidangan masakan kampung


"Berisik lo bang, uda ayo masuk" jawab aufar, aufar membukakan pintunya dan membawa adi masuk


"Gigiiiiitt...gigitku yang manis" ucap adi dari ruangan depan, ia menggoda gita dan itu sangat jelas ditelinga asgar dan ayah serta gita, gita melihat reaksi asgar, ia memandang gita dengan tajam


"Waah makan g nungguin aufar" ucap aufar


"Gigit, ya Allah giiiiit, makin cantik aja lo sementang tinggal dikota" ucap adi setelah berjumpa dengan gita dimeja makan, ia mengambil posisi duduk sebelah gita

__ADS_1


"Gue dari dulu uda begini" jawab gita, dan itu membuat adi terkekeh


"Makan g lo?" adi mengangguk. "Tuh pirig disana, ambil sendiri"


"Ayah aku ikut makan ya yah" pamit adi


"Hmmm silahkan, makan yang banyak" jawab ayah


Adi dan aufar mengambil piring mereka masing masing, mereka memulai mengambil lauk pauk dan memulai makannya, sementara asgar hanya diam saja, ia kesal karena teman gita bersikap berlebihan


Adi memang sudah terbiasa dirumah gita mereka sudah berteman lama dan ayah tidak masalah dengan hal itu


"Uda lama gue g makan masakan lo, uda kayak bang toyib lo g pulang pulang, sekali pulang uda bawa calon suami aja" sungut adi sambil menyendokkan nasi kepiringnya


Ayah dan aufar serta gita terkekeh mendengar sungutan adi, kecuali asgar, adi memandang asgar yang menatapnya, adi menganggukkan sedikit kepalanya menghormati asgar


"Gita ambilin gue ya itu, sama yang itu" pinta adi dan gita menurutinya


"Mau apa lagi?" tanya gita, seketika asgar memandang gita tajam dan itu disaksikan oleh aufar, aufar terkekeh melihat api kecemburuan dimata asgar, pasalnya asgar yang sejak tadi makan dengan gita tidak pernah ditawari gita dan asgar mengambil lauk pauknya sendiri


"Jadi rencana berapa hari kamu akan disini as?"


"Dua harian ayah" adi tersedak mendengar asgar memanggil ayah dengan sebutan ayah, cepat banget fikirnya


Gita memukul punggung adi dan itu tidak lepas dari tatapan cemburu asgar, aufar hanya memperhatikan mereka bertiga


"Makan yang bener lo" ucap gita, gita memberikan adi air minum sisa dari gelasnya, gita lagi lagi melayani adi dengan baik, adi yang menerimanya meminum air pemberian gita tepat dibekas bibir gita, dan asgar mengerutkan keningnya, ia ingat waktu dirumah gita, gita tidak memberikannya minum sisa dari minumannya waktu itu


"Baiklah ayah kekamar dulu ayah mau istirahat" ucap ayah, ia beranjak dari duduknya menuju kamarnya


"Baiklah yah" ucap gita, asgar dan adi serta aufar hanya mengangguk tersenyum


Sepeninggalan ayah, asgar menarik tangan gita, ia akan membawa gita masuk kekamarnya, asgar sudah jengah melihat gita melayani adi


"Eh pak, mau kemana?" tanya gita, asgar tetap berjalan menuju kamar aufar, ia tidak menjawab pertanyaan gita, asgar memegang tangan gita kuat, gita bukan tidak bisa melepaskannya tetapi ia tidak ingin dilihat oleh aufar dan adi jika mereka tidak baik baik saja jadi gita hanya menuruti asgar

__ADS_1


Adi melihat gita yang dibawa kekamar hanya bisa memandanginya, ia tidak berhak mencegah calon suami gita membawa gita


"Calon suminya cemburu sama lo bang kayaknya, gue perhatiin dari tadi, hahahaa...." ledek aufar


Adi mendengus "Ya uda deh gue mau pulang aja, gue uda kenyang" jawab adi, mendengar itu aufar terbahak


Sementara dikamar aufar, asgar mengunci pintu kamar aufar


"Kenapa sih pak? sakit ni tangan saya" sungut gita


"Kamu yang kenapa? kenapa melayani pria lain didepan saya?"


"Melayani gimana?"


"Ya seperti tadi" jawab asgar


"Bapak cemburu yaaaaa" gita menggoda asgar, ia memicingkan matanya dan menunjuk kearah asgar


Asgsr hanya melihat gita, ia tidak menjawab, tetapi ia mendekati gita pelan, gita yang didekati berjalan mundur sampai terbentur dinding kamar aufar


Asgar sudah berada tepat didepan gita, jarak mereka sangat dekat, jantung mereka berpacu, gita yang tadi berani menggoda asgar sekarang diam tidak berkutik


"Wajar bukan calon suami cemburu?" jawab asgar ditelinga gita, hembusan nafas asgar mengenai leher gita, gita merinding, ia mengangguk tetapi juga tidak berani menatap asgar


.


.


.


Jangan lupa like vote dan koment


Terimakasih 🥰🙏


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2