Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
56


__ADS_3

Sore hari setelah pulang dari pekerjaan masing masing asgar dan lena pergi menemui hakim untuk membicarakan soal penangguhan penahanan gita dan keinginan gita untuk pulang kekampungnya, siapa yang tak kenal asgar shawqi pewaris perusahaan Infinity company yang terbilang perusahaan besar di kotanya, sehingga memudahkan segala urusannya baik itu urusan hukum serta urusan lainnya, dan beruntungnya gita, hakim menyetujui permintaan asgar tetap sayangnya gita tidak dibenarkan pulang kekampungnya


Sementara itu gita yang masih dikantornya sedang ingin menghubungi ayahnya, ia merasa gundah, ia ingin menceritakan pada ayahnya jika kondisi ayahnya memungkinkan untuk ia bercerita


"Hallo ayah, ayah apa kabar?"


"Hallo nak, apakah kamu jadinpulang lusa?" ya gita sudah memberitahu ayahnya jauh jauh hari bahwa ia akan pulang


"Maaf ayah gita tidak jadi pulang, cuti gita tidak di acc"


"Tidak apa apa nak, berarti kamu memang dibutuhkan bossmu, kerja yang baik oke, uhuk..uhuk" ayah terdengar batuk


"Apa ayah sakit? aufar mana ayah?"


"Ada adik kamu sibuk belajar ia akan ujian akhir nak, jangan ganggu dia ayah tidak apa apa, hanya batuk saja sama pusing kepala"


Gita membuang nafasnya pelan, ia ingin meminta solusi kepada ayahnya, tetapi mendengar ayahnya sedang sakit ia tidsk ingin menambah beban pikiran ayahnys, bagaimanapun ini kesalahannya ia tidak ingin ayahnya ikut menanggung beban dan jadi kepikiran


"Gigit baik baik aja kan?"


"Baik ayah, gigit cuma sedih aja g bisa pulang jagain ayah, ayah sehat sehat ya jangan banyak pikiran harus sering istirahat"


"Iya git, kamu juga jaga kesehatan baik baik dikampung orang"


"Iya ayah, ya sudah ayah istrirahat ya makan yang benar jangan menghemat untuk makanan ayah, gigit cari uang untuk ayah dan aufar"


"Iya git, ya sudah kamu jaga diri ya nak"


"Iya ayah assalamualaikum" gigit meneteskan air matanya, ia kebingungan jika ia ditahan ia tidak bisa menafkahi ayahnya dan selain itu ayah pasti akan khawatir dan kepikiran, ia membuang nafasnya kasar, lalu ia kembali mengotak atik ponselnya ia akan menghubungi seseorang


*****

__ADS_1


Setelah dari pengadilan asgar dan lena pergi untuk bertemu diego disalah satu restoran, asgar melajukan mobilnya


"As lo sebenarnya sukakan ama gita? kenapa g lo nikahin aja? gue kasian liatnya, ia memang nampak tegar sih tapi gue tau dia pasti takut"


"Lo tau kan gue cuma cinta sama sarah, sama gita ya cuma teman kek sama lo"


Lena mendengus "Lo belum nyadar aja as, hati lo masih bimbang, gue tau, sekarang lo mau g nikahin dia" asgar memandang lena sekilas


"Nikah bukan perkara mudah len, gue g cinta ma dia, gue juga g mau khianati sarah"


"Lo bilang g cinta, trus ngapain lo bantu dia sejauh ini? lo sampe ngurusin dia waktu dia sakit, anoe bolak balik sejauh itu cuma hanya sekedar nganterin makan dan minum, trus lo rela beli gaun dia buat kepesta dan lo juga rela kan kalau dia jadi sekretaris diego lagi?"


Asgar diam mencerna kata kata lena, yang lena katakan benar ia kenapa harus membantu gita sejauh ini?


Ponsel asgar berdering dan ternyata itu dari aron, ia menjawab panggilan aron, setelah lama berbicara asgar menutup panggiannya ia tampak sedang menahan emosinya


Mereka telah disalah satu restoran ternama, mereka segera masuk untuk bertemu diego dan betapa terkejutnya asgar dan lena bahwa gita juga ada disana


Setelah menghubungi ayahnya, gita menghubungi diego , ia meminta diego untuk bertemu


"Gitaaaa...gita gita gita ini yang dari dulu saya tunggu tunggu, ada apa menghubungi saya?" diego dengan nada genitnya


"Saya ingin bertemu, tetapi harus ditempat yang ramai"


"Waaahh baiklaa, anythink for you baby, kita akan bertemu restoran X sepuluh menit lagi"


Mendengar jawaban diego gita langsung memutuskan panggilannya, ia memejamkan matanya semoga apa yang ia lakukan ini benar, ia yakin ia bisa menjaga dirinya, mulai sekarang ia akan terus berlatih bela diri lagi agar jika suatu saat dibutuhkan kemampuannya tidak melemah, pikir gita


Ia ingin sekali memilih opsi ketiga untuk menikah dengan asgar, diam diam ia juga menyimpan hati dengan asgar, sebagaj wanita ia luluh atas perlakuan asgar selama ini yang begitu baik dan perhatian serta menjaganya disaat ia sakit, tetapi ia sadar betul hati asgar bukanlah untuknya, segala perhatian asgar padanya bisa saja hanya sebagai teman


Gita melihat ke arah komputer, otaknya yang cerdas mulai memikirkan sesuatu, ia sedikit tersenyum dan mulai mengerjakan apa yang ia pikirkan

__ADS_1


Gita bergegas keluar dari perusahaan asgar untuk peegi bertemu diego, perusahaan sudah hanpir sepi karena jam oulang sudah 30 menit berlalu


Sesampainya gita direstoran diego sudah menunggunya


"Silahkan duduk gita, kau semakin cantik saja"


Gita duduk dengan jarak yang aman dari diego


"Langsung saja ketopik pembicaraan, lusa saya sudah tidak bekerja lagi diperusahaan pak asgar, saya akan kembali menjadi sekretaris anda tetapi dengan sarat" gita mengeluarkan selembar kertas lengkap dengan materai dan pulpen


"Ini anda harus membacanya dan menandatanginya, anda ingin saya menjadi sekretaris bukan?" sambung gita


"Ooh apa pak.asgae membuangmu?" ledek diego, gita mendengus kesal


"Sarat? kau memang cerdas baby itula yang aku suka darimu, kau tidak lemah, baiklah aku akan membacanya" sambung diego


Diego mulai membaca sarat yang diajukan gita, disaat ia membaca ponselnya berdering, ia melihat kearah ponselnya lalu mengalihkan pandangannya kearah gita, gita terlihat santai mempersilahkan diego untuk menjawab panggilan dari ponselnya


Diego berdiri menjauh dari tempat duduknya


"Ya pak asgar? ada yang bisa saya bantu?"


.


.


.


Jangan lupa vote like dan koment


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2