
"Ma..ma..maaf sa..saya tidak sengaja" gita gugup meminta maaf, kali ini ia benar benar takut, apa lagi ia melihat mahkota sarah yang patah
Asgar berjalan menuju gita, ia melemparkan handuknya yang sedikit basah ke lantai, gita yang melihat asgar benar benar marah semakin mundur kebelakang sampai langkahnya berhenti, ia terbentur dilemari asgar
Asgar mencengkram dagu gita, tidak begitu kuat karena asgar memang benar benar menahan emosinya, seketika ketakutan gita hilang berganti dengan kemarahan, ia marah asgar memperlakukan dirinya kasar, ia menatap mata asgar dan asgar juga menatap mata gita, mereka bertatapan lama
Akhirnya asgar melepaskan cengkramannya, ia berputar membalikan tubuhnya membelakangi gita, ia menggusar wajahnya kasar, ia seperti tidak bisa melampiaskan kemarahannya setelah ditatap oleh gita
Gita bersyukur asgar tidak bertindak terlalu jauh, tetapi ia kesal dan marah, laki laki yang ingin menikahinya masih mencintai kekasihnya sangat dalam, sampai gita tidak boleh menyentuh barang milik sarah
"Kenapa?" gita memberanikan diri bertanya
Asgar kembali memutar tubuhnya menghadap gita, ia menatap gita lekat, ia hanya diam menatap gita
"Kenapa saya tidak boleh menyentuhnya?" sambung gita, nafasnya menderu, selain jantungnya yang berpacu ia juga marah asgar berlaku kasar padanya
Asgar tidak menjawab pertanyaan gita, ia mengambil makhota sarah yang patah dan kembali menyimpannya, ia mengambil handuk yang ia maksud dan melemparnya keatas tempat tidur kemudian ia keluar dari kamarnya meninggalkan gita sendirian
"Selalu saja lari, lari dari pertanyaan dan lari dari kenyataan" gita bersungut setelah asgar keluar dari kamarnya, gita kembali berkemas
Tak gita sangka asgar kembali masuk kedalam kamarnya, ia menhadap cermin dan bersiap, gita hanya memandang asgar sekilas dan kembali melakukan pekerjaannya
"Kenapa tidak dijawab? kenapa bapak selalu lari dari pertanyaan yang bapak kira sulit?" gita kembali bersuara
Asgar menoleh kearah gita, ia berjalan menuju gita dan duduk tidak jauh dari gita
"Saya minta maaf, saya tidak bermaksud menyikatimu, saya...saya hanya sedikit marah"
"Hefft sedikit" gita mendengus mendengar ucapan asgar, asgar memandang gita
"Saya tidak mau jika suatu saat setelah kita menikah bapak masih seperti ini, jika bapak tidak mencoba untuk melupakan sarah dan menerima saya maka jangan lakukan" sambung sarah
"Saya akan berusaha, tapi jujur untuk sekarang saya tidak bisa melupakan sarah, saya hanya mencintainya"
"Kalau begitu kenapa bapak ingin menikahi saya?" tanya gita
Asgar menghela nafasnya, ia kembali berdiri ingin pergi melarikan diri, tetapi gita juga bangkit mengejar asgar, gita menahan asgar ia memegang tangan asgar
__ADS_1
"Jangan lari lagi, saya butuh jawaban"
Asgar melihat gita dan sesaat kemudian ia memeluk gita erat, ia menghirup aroma gita dalam, sangat menenangkan pikir asgar, tangan gita tergerak ingin membalas pelukan asgar tetapi ia menahannya, ia ingin melepaskan pelukan asgar darinya
"Biarkan seperti ini sebentar, please" asgar menahannya, ia ingin terus memeluk gita, ia menemukan ketenangannya dipelukan gita
"Saya tidak tau gita, saya hanya ingin menikahimu, saya...." asgar sangat sulit untuk mengungkapkan perasaannya, ia tidak bisa jauh dari gita tetapi ia tidak ingin menghianati sarah, pikirnya
Cekreeeekkkk......
Mommy membuka pintu kamar asgar, ia sudah sedari tadi menunggu gita dan asgar, ia tidak sabar dan juga tidak enak dengan tamunya karena menunggu terlalu lama, mommy terkejut sekaligus senang melihat asgar memeluk gita
Sementara gita yang melihat mommy langsung mendorong asgar menjauh ia melepaskan pelukan asgar, asgar santai saja, ia berpikir itu hal yang wajar
"Ooh maaf sayang apa mommy mengganggu?"
"Yes mom"
"Tidak mom"
Asgar dan gita bersamaan menjawab dan itu membuat mommy terkekeh, asgar dan gita saling pandang, muka gita memerah karena malu, ia senang dengan jawaban asgar
"Apa kerjaannya sudah selesai? ayo turun kebawah mommy g enak tamu mommy sudah menunggu lama" sambung mommy, gita mengangguk
"Siapa mom?" tanya asgar
"Hehehe...WO sayang"
"What? secepat itu mom?"
"Why not baby, kata orang hal hal baik itu harus disegerakan sayang, lagian lama lo nyiapainnya ini" ucap mommy pada asgar
"Kamu ingin pernikahan yang seperti apa sayang?" tanya mommy pada gita
"Mmm beneran boleh milih mom?" gita sangat bersemangat
"Ya boleh donk sayang, ini kan pernikahan kamu, dan pernikahan kan cuma sekali dalam seumur hidup, jadi boleh banget seperti pernikahan impian kamu"
__ADS_1
"Waahh, thank you mommy" gita mememeluk dan menempelkan pipinya dipipi mommy, asgar mengerutkan dahinya melihat kedua wanitanya itu
"Ok sayang kita pilih sekarang ya dekorasi pernikahannya" mommy mengajak gita keluar tetapi matanya menangkap sesuatu yang diatas tempat tidur, langkahnya terhenti ia melihat asgar
"As, itu koper untuk siapa sayang?"
"Itu untuk asgar mom, asgar dan gita akan kerumah orang tua gita untuk meminta izin, asgsr akan menginap beberapa hari disana"
Mata mommy berbinar mendengarkan ucapan asgar
"Uuuhh sebentar lagi anak mommy akan jadi suami orang, mommy g nyangka hari ini akan datang secepat ini" mommy memeluk gita, dan gita membalas pelukan mommy
"Ya uda deh kita pilihin dulu WO nya, jadj g lama nunggu kalau bisa tu ya perniakahn kalian dua minggu dari sekarang"
"Asgar setuju" jawab asgar tiba tiba, mommy tersenyum memicingkan matanya pada asgar
"Apa?" tanya asgar melihat ekspresi mommynya
"Uda g sabar ya??" goda mommy, gita hanya tersenyum melihat tingkah kedua ibu dan anak tersebut
"Apaan sih mom, ya uda turun sana, tamu mommy nungguin"
"Oh iya bener, ayo menantu kesayangan mommy" gita terkekeh
"Lets go mertua terbaik" mommy dan asgar terkekeh
"Benar benar cocok" ucap asgar pelan, asgar juga mengikuti mommy dan gita yang menemui tim WO, asgae juga membawa kopernya, setelah semua selesai mereka akan segera berangkat
.
.
.
Jangan lupa vote like dan coment
Terimakasih 🥰🙏
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟🌟