Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
123


__ADS_3

Keesokan harinya, asgar dan gita sedang bersiap, mereka akan pergi menemui dokter regi untuk melakukan terapi, asgar berniat untuk sembuh dengan melakukan terapinya tetapi untuk menghilangkan atau menyimpan barang peninggalan sarah belum ia lakukan


Sejak tadi malam gita sedikit menjadi pendiam, dia marah dia cemburu namun tidak bisa melepaskannya pada asgar karena ia tahu suaminya perlu waktu yang ntah sampai kapan


Asgar dan gita duduk bergabung bersama mommy dan daddy dimeja makan, mereka sarapan bersama, mommy melihat perubahan gita yang biasanya ceria namun sekarang sedikit menjadi pendiam, sebenarnya asgar juga merasakannya tetapi ia memilih untuk bertanya nanti pada saat mereka sedang berdua


"Gita...." sapa mommy dan gita melihat kearah mommy


"Ada apa sayang? kenapa terlihat murung?" tanya mommy


"Huh g ada mom, aku biasa aja mom, kecapean aja mungkin mom" asgar memperhatikan istrinya begitu pula mommy dan daddy


"Kamu apain gita as? baru pulang dari jalan uda diapa apain, g bisa nunggu besok apa?" mommy salah faham dengan perkataan lelah gita


"Eh bukan mom, tadi malam kita istirahat kok, cuma gita aja kali yang kecapean" jelas gita ia memandang daddy dan asgar sungkan


"Sok tau deh mommy" ucap daddy


"Ya kan pengantin baru dad" ucap mommy


"Ya uda kita pamit dulu ya mom dad" ucao asgar


Setelah menyelesaikan sarapannya asgar berpamitan pada mommy dan daddy, ia memegang tangan gita dan menggenggamnya, mommy terlihat senang dan tersenyum


"Hati hati ya sayang" ucap mommy dan keduanya mengangguk


Asgar melajukan mobilnya, didalam mobil gita masih diam saja, dan itu menjad tanda tanya dipikiran asgar


"Hey..." ucap asgar namun gita enggan menoleh


"Sayang" sapa asgar lagi, kali ini ia memegang tangan gita dengan tangan sebelahnya dan itu membuat gita menoleh

__ADS_1


"Ada apa hem? apa ada sesuatu yang mengganggumu?" tanya asgar memegang tangan gita, gita tersenyum sekenanya saja ia menggelengkan kepalanya


"Tidak ada apa apa, aku hanya lelah" ucap gita


"Ya sudah kita balik kerumah aja ya istirahat"


"Eh jangan donk, kita harus terapi"


Asgar membuang nafasnya pelan, ia melepaskan tangan gita dan kembali fokus mengemudi


Sesampainya dipraktek dokter regi, asgar dan gita langsung masuk, mereka memang sudah membuat janji


"Wah yang ditunggu tunggu datang, bagaimana honeymoon?"


"So far so good" ucap gita sambul duduk disofa regi


"Hahahahaaa...jawaban macam apa itu?" dokter regi tertawa mendengar jawaban gita, ia mengalihkan pandangannya ke asgar, asgar menatap gita seakan sda pertanyaan besar dikepalanya kenapa istrinya berbicara sepeeti itu, apakah ia tidak senang selama liburan kemaren pikir asgar


"Ngomongnya kok gitu sayang?" tanya asgar menatap gita, gita hanya tersenyum menunjukkan giginya


"Yang semangat ya sayaaaaaaang jangan ingat ingat masa lalu terus yaaaaaaa, kasian lo akunya" gita mengusap usap tangan asgar membawa asgar duduk dikursi terapi, ia sedikit menyindir asgar


"Iya sayang aku usaha" ucap asgar dan gita hanya tersenyum


Dokter regi memulai terapinya selama asgar terapi regi kembali menanyakan beberapa hal dan berusaha agar terus mengungkapkan apa yang ada dihatinya tentang sarah, rasa bersalahnya dan lainnya, kali ini asgar tidak seperti dulu lagi yang mengeluarkan banyak keringat jika mengenang sarah, sepertinya sarah sudah mulai tergantikan oleh gita dipikirannya, regu tersenyum sementara gita hanya datar saja


"G senang kamu asgar sudah jauh melupakan sarah? g ada ekspresi gitu"


"Seneng sih mas, tapi tetep aj dikamarnya masih ada sarah, aku g nyaman, masak iya suamiku masih majangin foto mantannya sementara aku istrinya" gita mengungkapkan perasaan keselnya pada regi


"Ooh jadi karena itu so far so good hahahaaa" regi menggoda gita

__ADS_1


"Sabar aja, bentar lagi juga pasti akan ada fotomu semua dikamarnya asgar, sedikit lagi kok" sambung regi


"Hhuuhhh ntahla mas" gita menghela nafasnya lalu ia bercerita saat ia melihat foto asgar dan sarah saat hendak mandi kemaren, asgar tidak membuangnya tetapi malah menutupnya saja agar gita tidaj melihatnya lagi


"Aku kan jadi sakit hati mas, aku liatin itu harusnya peka donk, aku istrinya loh dia aja aku deketan ma biss ku aja luar biasa cemburunya, giliran aku masak diidemin aja" gita bersungut


"Kamu harus sabar git, bentar aja lagi, ini asgar udah jauh banget lo kemajuannya semenjak ada kamu, liat aja saat terapi sekarang dia uda g seperti dulu kan, tidur juga g pernah mimpi buruk lag kan?" gita mengangguk membenarkan


"Oke mas aku sabar, makasi ya mas da support aku, aku g mungkin ceritain ke mommy, ntar mommy kepikiran mommy kan tua, aku cerita ma pakarnya aja la ya yang tau suamiku hihihii"


"Boleeeh, mas yakin sebentar lagi dia pasti sembuh, hebat banget kamu support suami kamu"


"Ya gimana mas orang cinta" ucap gita memegang tangan asgar


"Hahahaaa..bucin lo berdua" goda regi, regi kembali ke asgar dan kali ini terapinya berakhir disini, asgar sudah sangat menunjukkan kemajuan yang luar biasa, asgar terbangun dari tidurnya ia mengerjapkan matanya, gita berdiri dan mencium dahi suaminya


"Hebat banget kamu kata mas regi kamu menunjukkan kemajuan yang luar biasa" ucao gita menyemangati suaminya, asgar tersenyum melihatnya ia mencium tangan gita


"Uda donk mesra mesranya jangan disini, sementang pengantin baru"


"Sirik aja lo" ucap asgar berdiri dan kembali duduk di sofa regi


Regi menjelaskan kemajuan asgar dan ia juga menyarankan agar beberapa kali lagi asgar kembali melakukan terapinya, asgar menurut dan kemudian mereka pamit kepada regi, mereka akan pergi makan siang berdua, asgar benar benar memanfaatkan waktu liburnya untuk terus bersama istrinya


.


.


.


Jangan luoa like vote dan koment

__ADS_1


Terimakasih 🥰🙏


🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2