Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
77


__ADS_3

Keesokan harinya asgar kembali menjumpai vincen tetapi kali ini tanpa vanya namun asgar membawa arvin bersamanya, mereka kembali membahas masalah interior untuk hotel asgar, ia sudah kelihatan akrab dengan vincen karena vincen juga merupakan orang yang asik seperti arvin, jadi membuat asgar nyaman dan santai


Mereka telah menyelesaikan sisa pembahasan kemaren, dan sekarang mereka hanya bercerita untuk saling mengenal satu sama lain sepertinya mereka akan berteman


"Jadi bagaimana? apa kau belum tertarik dengan satupun wanita? adikku begitu menyukaimu as, apa kau juga tidak tertarik?" seperti laki laki pada umumnya jika sudah berkumpul hal yang ia bicarakan tidak lain adalah wanita, apa lagi orang seperti vincen yang sangat senang dengan dunia malam dan wanita, vincen memang memiliki pacar tetapi itu tidak membuatnya untuk berhenti melirik wanita


Asgar menggeleng "Wanitaku hanya satu vincen" vincen mengangguk ia beralih ke arvin


"Dan kau?" vincen bertanya pada arvin


"Aku? aku akan menikah sebentar lagi, aku sangat mencintai kekasihku" ucap arvin tersenyum, vincen mencibir mengangkat kedua alisnya


"Very good man, dan kau as apa tidak ingin mencobanya dengan adikku?"


Asgar lagi lagi hanya tersenyum menggelengkan kepalanya


"Atau kau bisa memulainya dengan mencoba sedikit bermain, aku bisa membantumu, aku akan mengarahkanmu menuju surgamu hahahaaa" vincen tertawa


"Kalian para pria setia tidak usah heran padaku, aku memang suka bermain dengan wanita, meskipun aku punya pacar tetapi aku tetap mencintai pacarku, aku hanya sedikit bermain main" sambung vincen


Asgar tersenyum dan arvin tertawa, memang playboy sejati pikir arvin


"Dimana kau menemukan banyak wanita? dan kenapa mereka mau tidur denganmu begitu saja?"


"Hahahaa apa kau tertarik arvin? mereka memang bekerja untuk itu man, mereka dibayar tentu saja mereka mau melakukannya" vincen berbicara pelan pada ujung kalimatnya


"Aku biasanya sering kesuatu tempat yang disebut orang orang rumah bisnis, disitu surga kita man" sambung asgar


Mendengar ucapan vincen asgar dan arvin saling pandang

__ADS_1


"Bisa kau bawa kami kesana? aku jadi penasaran" ucap asgar


"Hahahahaaa aku suka itu man, kau akan lebih cepat move on jika sudah merasakannya"


Asgar tersenyum dibuat buat mendengar ucapan vincen sesungguhnya ia jijik mendengarnya


"Oke man gita bergerak sekarang, tempatnya lumayan jauh" asgar dan arvin mengangguk mereka ada celah untuk kesana


*****


Diperusahaan diego, gita diperintahkan oleh diego untuk mengikuti diego hari ini dikarenakan alex asisten pribadi diego sedang sakit, gita tidak dapat menolaknya


"Kita akan kemana pak?"


"Kita kerumah bisnis klien ku menunggu disana, kita akan menemuinya untuk membahas sesuatu"


Gita dan diego lebih dulu sampai ditempat tujuan mereka yaitu rumah bisnis diego, gita tidak sadar bahkan tidak tahu bahwa itu adalah tempat yang sangat berbahaya baginya, yang ia tahu tempat itu hanya sebuah hotel yang ramai pengunjung


Karena tempatnya begitu mewah dan sangat mirip dengan hotel karena letaknya sangat jauh dari pemukiman sehingga orang orang tidak menyadari jika itu adalah tempat laknat


Diego begitu pandai menyulap tempat bisnisnya menjadi seperti hotel bahkan resort, bagi yang ingin bermain disana dan menginap juga diperbolehkan, tetapi kebanyakan para lelaki yang datang hanya menjemput dan membawa wanita mereka untuk bermain diluar


Vincen dan asgar serta arvin juga sudah tiba di rumah bisnis diego, ternyata dibelakang mobil diego adalah mobil vincen, vincen masih menjalankan mobilnya untuk mencari parkiran ia melewati mobil diego, asgar dan arvin yang ada dibelakang mobil vincen terkejut melihat seorang wanita yang keluar dari mobil milik diego, arvin mengemudi mobilnya pelan, mereka melihat gita berdiri disamping pintu lobby untuk menunggu diego yang akan turun dari mobilnya


Asgar melotot kearah mobil yang berada didepan mereka


"Vin itu mobil diegio dan itu gita?!! ****" asgar mengumpat kesal, ia mengeluarkan ponselnya untuk memotret diego dan mobilnya, ia ingat bahwa aron membutuhkan foto itu


Arvin menjalankan mobilnya terburu ia memarkinrkan mobilnya tepat disebelah mobil arvin, setelah mobjl terparkir asgar buru buru keluar dari mobilnga dan masuk ke rumah bisnis diego, ia akan mencari gita

__ADS_1


"Hei man ada apa?" vincen memanggil asgar yang terburu buru


"Biarkan saja man, mungkin dia sudah menemukan gadis yang ia inginkan" jawab arvin yang baru saja keluar dari mobilnya


"Hahahaa....surga bukan? bahkan asgar yang menolak saja sudah lebih dulu menemukan wanitanya" vincen tertawa menepuk punda arvin


"Apa kau akan membawa wanitamu hari ini?"


Vincen tersenyum penuh arti "kita lihat saja nanti"


Arvin dan vincen bejalan masuk kerumah bisnis diego, arvin takjub karena ini seperti resort bukan rumah bisnis kebanyakan, pantas saja pihak berwajib tidak mencium bau bau perdagangan disini, pintar sekali diego pikir arvin


Tak jauh berbeda dengan apa yang arvin pikirkan, asgar juga berpikiran sama, diego benar benar pintar, ia membangun rumah bisnis berselimut hotel, asgar terus saja mencari gita, tetapi asgar kalah cepat ia tidak bisa menemukan gita, asgar kembali kelobby duduk dilobby ia akan menunggu gita disana


Asgar duduk dilobby sendirian, arvin dan vincen tidak tahu pergi kemana, berulang kali seseorang menawarkan seperti apa yang asgar inginkan tetapi ia hanya menggelengkan kepalanya, ia akan mencoba menghubungi gita, gita tidak menjawab panggilan asgar, asgar yang kesal ingin rasanya membanting ponselnya karena tidak dapat mencari tahu keberadaan gita


"Kau dimana gita, apa yang diego lakukan padamu??" asgar menggeram ia merapatkan giginya dan menggenggam ponselnga kuat


.


.


.


Jangan lupa vote like dan koment


Terimakasih reader 🥰🙏


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2