Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
64


__ADS_3

Asgar melihat git yang masih saja diam, mereka sudah duduk dicafe bersama teman teman asgar, ada arvin dan bella, ferdi dan lena, serta aron dan gabby, ada rasa bersalah dihati asgar karena telah membentak gita didepan banyak orang


Aron membuka pembicaraan mereka mengalihkan suasana agar suasa yang cekam menjadi cerah


"Gue uda ngomong sama temen gue yang polisi as buat mantau rumah bisnis diego"


"Tapi harus gerak cepat ron kalau g kita bisa nekan dia tuk lepasin gita" lena menanggapi omongan aron


"Eh uda len g diusah buru gue bisa kok ngadepin bandit itu" sanggah lena


"Tak bisnis sebesar rumah bord*l aja bisa dia sembunyiin tanpa pengetahuan orang, apa lagi ngadepin lo, gue curiga deh tak, dia ngebet banget buat jadiin lo sekretarisnya" arvin ikut bicara


"Curiga kenaoa yank?" tanya bella kekasih arvin


"Curiga aja sayang jangan jangan gita mau dijual dirumah bisnisnya kan cuan gede itu" jawaban arvin spontan membuat kelima mata orang disekitar menatapnya


"Kenapa? gue cuma curiga aja bro" sambung arvin


"Gue juga curigain hal yang sama sih, dia nerima sarat dari lo dan dia g masalahin macam macam, gue rasa dia uda nyiapin cara yang jitu banget tuk naklukin lo git" lena berpikir hal yang sama dengan arvin


Asgar yang mendengar itu meradang ia menahan emosinya, ingin sekali ia memusnahkan usaha diego yang satu itu


"Tenang aja gue bisa kok ngadepin pak diego, tugas gue kan sekarang hanya dikantor g jadi asprinya lagi, jadi gue g ikut dia kemana mana" lena menenangkan teman temannya


"Makasi lo uda bantuin saya pak aron dan yang lain, saya bjsa jaga diri kok" sambung gita melihat asgar yang juga melihatnya


"Lo g bisa ngeremehin diego gita, lo g liat git tatapan dia ke lo, tatapan laper tau g?"


"Ya emang dia laper kali" jawab gita


Tawa arvin dan yang lainnya pecah termasuk lena, sedangkan asgar hanya tersenyum


"Kenapa ketawa? benerkan?"

__ADS_1


"Tatapan laper itu, tatapan nafs* gitaa...polos banget sih as" gabby meluruskan maksud dari lena, gita tersenyum malu ketika tau ternyata itu yang dimaksud lena


Lagi asik menertawai kepolosan gita, leo dan jeny keluar dari cafe tersebut, ternyata leo dan jeny juga berada dicafe yang sama, hanya saja mereka indoor dan sedang asgar, gita yang lainnya memilih meja outdoor


"Gita...." leo menyapa gita, ia memang memikirkan gita sejak mendengar cerita dari jeny tentang asgar


Tawa teman teman asgar tiba tiba senyap, mereka beralih pandangan kepada leo yang menyapa gita


"Kamu disini juga?" sambung leo, jeny masih saja menggandeng lengan leo, gita mengangguk ia memandang tangan jeny yang menggandeng leo


"Selamat mulai senin depan kita akan sekantor lagi, aku senang kau mendengarkan masukanku untuk kembali keperusahaan pak diego"


"Maaf saya kembali menjadi sekretaris diego bukan disebabkan anda, jadi jangan terlaku percaya diri" jawab gita yang seketika kesalnya makin bertambah melihat sipengecut yang berada dihadapannya


"Ooh terserah yang penting aku senang kamu kembali keperusahaan kita"


"Hemmfft kita" asgar mendengus pelan tetapi cukup jelas ditelinga leo dan lainnya, lena memberi kode pada arvin melalui matanya mereka terkekeh melihat arvin yang seperti cemburu mendengar kata kita


"Sampai jumpa hari senin ya, aku menunggumu, oh tidak aku akan menjemputmu dirumah"


"Tidak terimakasih, jika anda menjemput saya, saya akan adukan itu ke pak diego" mendengar itu leo merasa diremehkan oleh gita, pasalnya gita mengatakan itu didepan teman temannya


"Wow wow wow kau bukan lagi gita yang dulu, gita yang dulu aku kenal berdiri diatas kakinya sendiri, kenapa gita yang sekarang bersembunyi dibalik diego? sudah pintar mengadu rupanya, apa kau takut padanya?" leo terlihat kesal pada gita


Mendengar ucapan leo gita pun meradang, ia paling tidak suka jika dikatakan takut pada seseorang, ia hanya takut pada Tuhan dan ayahnya, aoa lagi ia dibilang takut pada orang yang ia benci yaitu diego, gita berdiri tepat didepan leo, ia memukul leo tepat di batang hidungnya, itu bentuk kekesalan yang pendam selama ini pada leo


"Maaf aku tidak sepertimu yang takut dengan siapapun"


Asgar dan yang lainnya terkejut dan mereka spontan berdiri


"What??!!! you!!!" jeny berteriak melihat gita yang memukul leo, hjdung leo mengeluarkan sediki darah, jeny mengambil beberapa lembar tisu untuk leo dan memberikannya kepada leo


Asgar berdiri disamping gita, ia hanya diam saja, ia hanya berjaga jaga jika leo membalas pukulannya pada gita, lena dan gabby serta bella menenangkan gita untuk tidak lagi meninju leo

__ADS_1


Asgar meminta leo untuk pergi dan ia memberikan beberapa lembar uang kepada leo untuk pengobatan, dengan tidak tahu malu leo menerimanya dan berlalu pergi


Setelah leo dan jeny terlihat menjauh arvin dan aron tertawa terbahak, dan yang lain pun mengikutinya, begitu juga dengan asgar ia tersenyum menggelengkan kepala


"Lu bener bener git, super woman hahaha..." arvin menanggapi tindakan gita


"Kamu bisa g sih nahan emosi kamu?"


"Dia yang keterlaluan pak"


"G sakit tangan lo git?" tanya aron


"Sakitlah tapi dikit"


"Gila aja kalo gue punya bini kayak lo git, bisa dibanting gue tiap hari hahaha" aron bercerita konyol


"Mau dibanting sayang?????" tanya gabby lembut tetapi penuh tekanan


"Itu seandainya sayang, aku cukup kamu aja kok" jawab aron takut, dan yang lainnya kembaki tertawa melihat tingkah aron begitu juga gita ia juga ikut tertawa


.


.


.


Jangan lupa vote like dan komen


Terimakasih 🥰🙏


Jangan bosan ya dan semoga suka


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2