
Gita sedang berada disuatu ruangan yang sangat mewah, ia bersama diego dan juga seseorang yang didampingi oleh dua wanita yang sangat seksi, gita memandang jijik pada orang itu karena terus menatapnya dan memindai tubuhnya, orang itu melihat gita dengan tatapan naf** ia melihat gita dari ujung rambut sampai ujung kaki
Gita teralihkan dengan panggilan asgar, karena ia sedang marah dengan asgar ia tidak menjawab panggilan dari asgar, asgar menghubunginya beberapa kali, namun ia tetap tidak menjawabnya, selain rasa marahnya ia juga harus profesional karena ia sedang berkerja saat ini
"Baiklah pak diego jangan lupa besok malam datang kepestaku, dan ibu gita saya juga mengundang anda secara khusus" klien diego memberikan undangan pestanya, ia akan mengadakan pesta anniversarynya bersama istrinya dan ia mengundang gita secara khusus
Gita menerimanya, ia sedikit tersenyum
"Saya sangat mengharapkan kehadiran kalian berdua" ucap klien diego
"Pasti..kita akan datang keacara pesta anda pak" diego menyalami koleganya sementara gita hanya menunduk hormat
Gita dan diego sudah selesai dengan pertemuan mereka setelah satu jam lebih mereka berbincang dan gita sangat tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan
Gita dan diego berjalan menuju lobby, mereka menunggu lift dilantai tiga, rumah bisnis diego memang hanya ada tiga lantai tetapi ia cukup besar dan luas
Dilift mereka kembali bertemu dengan seseorang yang bermain main dirumah bisnis diego
"Oh pak diego, senang bertemu dengan anda" ucap teman diego
"Bagaimana kabar anda pak?" tanya diego pada temannya
"Aku baik, oh ya pak apa ini juga disewakan?"
Ting....
Mereka telah tiba dilobby, diego masih mengobrol dengan temannya, asgar melihat gita diego dan teman diego, mereka membelakangi asgar sehingga mereka tidak tahu jika asgar ada disana
"Ooh maaf pak itu kepunyaan saya, jika sudah tidak lagi berguna saya akan mengabari anda" diego tersenyum
Gita berjalan keluar ia menunggu diluar lobby sambil melihat lihat, asgar mendengar pembicaraan mereka karena jarak asgar dan mereka memang dekat, asgar mengepalkan tangannya ia mengerti maksud pembicaraan diego dan temannya, mereka juga memperhatikam gita dari jauh
"Baiklah saya menunggu kabar dari anda pak diego, saya lihat dia boleh juga hahahaa" mereka tertawa sambil melihat gita
"Baiklah pak diego sampai ketemu dipesta besok malam, apa dia akan datang juga?" tanya teman diego melirik gita, mereka tidak melihat jika asgar terus memperhatikan mereka
__ADS_1
"Oh pasti....pasti ia akan datang, dia mendapat undangan khusus" diego dan temannya tertawa
"Wah sepertinya dia istimewa karena langsung dibawakan oleh pemiliknya" mereka kembali tertawa dan masih terus mengobrol
Asgar menahan emosinya ia sangat ingin menghajar diego dan temannya, ia berlalu melewati diego dan temannya, karena asik mengobrol diego tidak menyadari jika itu asgar, dirumah bisnisnya juga terlihat ramai orang yang berlalu lalang sehingga diego benar benar tidak menyadari kehadiran asgar
Asgar menarik tangan gita untuk pergi mengikutinya, gita yang tidak tahu terlonjak kaget saat asgar menarik tangannya dari belakang, saat ia tahu jika itu asgar gita menghempaskan tangannya hingga terlepas dari genggaman asgar
"Apaan sih pak bikin kaget!"
"Kamu kenapa kesini?"
"Saya kerja"
"Ini bukan tempat kamu!" asgar mengeluarkan ponselnya menghubungi arvin, ia meminta arvin untuk segera kemobil, gita diam saja menunggu asgar berbicara pada arvin
Setelah selesai menghubungi arvin, asgar kembali menarik tangan gita, tetapi gita lagi lagi menghempaskan tangan asgar
"Gita ayo pulang!!" asgar menekan ucapannya
Asgar nampak menahan emosi dadanya naik turun menahan amarahnya
"Vincen tolong jelaskan pada wanita keras kepala ini, tempat apa yang ia datangi sekarang"
Vincen menjelaskan pada gita dan gita syok ia terdiam, ia memutar ulang apa yang ia dengat dan apa yang ia lihat dan sekarang ia mengerti apa yang mereka bicarakan
"Ooohhh diego membodohiku" gita mendengus ia benar benar marah dan merasa bodoh karena terlalu percaya dengan diego
"Mengerti sekarang?" tanya asgar, sementara arvin dan vincen diam saja, vincen mengerti sekarang kenapa asgar terburu buru pada saat ia datang, vincen juga mengerti dari tatapan asgar pada gita
"Gita...." diego tiba tiba muncul dari belakang arvin
"Wah ramai sekali ada apa pak?" diego bertanya santai
Vincen melihat asgar dan arvin, mereka diam tidak menjawab pertanyaan diego
__ADS_1
"Saya yang membawa mereka kesini pak diego, saya menunjukkan interior hotel anda, karena pak asgar sedang membangun hotel dan meminta saya untuk mengurus interiornya jadi saya melihat hotel anda sebagai refrensi" vincen beralasan dan diego mempercayainya
Diego tidak tahu jika asgar telah mengetahui bisnis kotornya tersebut
"Anda memilih partner yang tepat pak asgar, untuk interior hotel sudah seharusnya anda memilih vincen"
Asgar tersenyum "Saya tidak menyangka jika anda juga punha hotel sebagus ini pak diego" diego tersenyum kaku
"Ooh ini bukan milik saya pak asgar ini milik teman saya hehehe... saya hanya membantunya" jawab diego gugup
Asgar mengangguk mengerti
"Pak diego, jam kerja sudab berakhir bukan? apa bisa saya membawa gita bersama saya?" tanya asgar dingin , ia mencoba santai
Diego terdiam melihat asgar dan gita
"Boleh boleh waktu kerja sudah berakhir sekarang sudah waktunya pulang bukan?" diego menahan kekesalannya, ia kesal karena asgar selalu mengganggunya
"Baiklah terimakasih pak, kami permisi" asgar menarik tangan gita lembut, gita sama sekali tidak berpamitan dengan diego karena ia sangat marah
Mereka membubarkan perkumpulan, mereka pergi kemobil masing masing
"Bro aku nebeng ya" ucap arvin pelan, ia mengikuti vincen
"Hahahaaa....g enak ya man jadi obat nyamuk" vincen menepuk bahu arvin mereka menaiki mobil vincen untuk pulang
.
.
.
Jangan lupa vote like dan koment
Terimakasih
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟🌟