
Asgar sedang berada di pusat perbelanjaan malam ini, ia menemani vanya, sudah satu jam mereka berkeliling mencari kado untuk teman vanya
"Apa masih lama?" asgar yang lelah mulai jengah menemani vanya
"Sudah satu jam kita berkeliling dan kau belum menemukan apapun" asgar dengan muka datarnya dan gaya bicaranya yang dingin membuat vanya tidak enak hati
"Baiklah kita kesana, jika tidak menemukannya kita pulang" ucap vanya dengan lembut
Vanya yang lembut dalam tutur bicaranya membuat asgar mengingat sarah, ya ia mencintai sarah karena kelembutan sarah dan kesabaran sarah
Asgar berjalan mengikuti vanya, ia menunggu vanya memilah dan memilih kado untuk temannya
"Apa ini bagus?" tanya vanya
Asgar hanya mengangguk
"Baikla saya ambil yang ini satu mbak tolong di bungkus kado" vanya menyerahkan hampers pernikahan temannya kepala pelayan toko lalu ia kembali mendatangi asgar
"Hmmm as, weekend lusa apa kamu sibuk?"
"Sepertinya tidak"
"Apa kau mau menemani ku kepesta temanku?" vanya sedikit takut mengungkapkannya, bukan takut dengan asgar tetapi takut terluka jika asgar tidak mau menemaninya
"Mmm pukul berapa?"
"Pestanya akan dimulai pukul 4 sore sampak malem sih biasanya"
"Aku bisanya jam 5 sore"
"Oke baikla jam 5 sore, terimakasih" ucap vanya lembut, ia pergi kekasir untuk membayarnya setelah selesai asgar dan vanha berlalu pulang
*****
Gita masih menunggu kepulangan leo, ia masih tetap duduk dilobby apartement leo, sudah hampir 2 jam ia menunggu tetapi yang ditunggu tidak kunjung datang
Ia sudah berusaha menghubungi dan mengirim pesan kepada leo tetapi ponsel leo tidak aktif tidak bisa dihubungi, setelah lelah menunggu akhirnya gita pulang dengan menggunakan taxi
__ADS_1
Hari ini ia benar-benar lelah, lelah badan dan lelah pikiran, dikantor ia berkelahi, lalu difitnah, dan sekarang disaat ia akan menceritakan segala kegundahannya pada kekasihnya, kekasihnya malah tidak ada
Sekeras apa pun gita sekuat apapun gita, ia tetaplah perempuan ia bisa lelah, ia bisa menangis, ia juga butuh sandaran, dan sekarang ia bersandaran dikursi mobil, sejak ia keluar negeri kemaren ia belum berbaikan dengan leo
Gita yang lelah tertidur sambil menangis didalam mobil, setelah sampai dirumahnya supir taxi membangunkan gita dan gita melanjutkan tidurnya dikamar ternyamannya
*****
"Kau bilang padaku ada sesuatu yang aku tinggalkan, apa? aku merasa tidak kehilangan sesuatu" ucap leo, ia berada disebuah cafe tidak jauh dari club, niat ingin memberikan ultimatum kepada jeny untuk tidak menganggunya, kini berubah menjadi obrolan santai
"Kau meninggalkanmu baby, aku tidak membutuhkannya, aku bukan wanita bayaran, aku akan tidur jika aku menginginkannya" jeny mengembalikan uang leo
Leo terkekeh, baru kali ini dia menemukan wanita yang mau diajak tidur gratis bahkan ia mengembalikan uangnya
"Kenapa begitu? bukankah seharusnya wanita senang diberi uang?"
"Karena itu bukan pekerjaanku, aku memang bukan wanita baik-baik tapi aku bukan komersil"
Leo semakin heran, ia sepertinya menyukai jeny, jeny orang yang asik dan tidak terlalu kaku
"Jadi kenapa kau tidur denganku kemaren?"
"Aku tidak melayanimu, karena kau menyebutkan nama wanita lain aku hanya mengikutimu dan kaula yang memimpin permainan" sambung jeny
Leo tersenyum ia teringay akan gita dan melihat ponselnya
"Apa dia tidak jadi berkunjung keapartementku? kenapa tidak menelfon, Oh sial rupanya habis batrai pantas saja tidak berbunti dari tadi"
Dan ternyata ponsel leo mati, ia membiarkannya dan melanjutkan obrolannya bersama jeny
"Kau ternyata orang asik juga, sudah berapa lelaki yang kau tiduri?"
"Hei man aku tidak tidur dengan sembarang lelaki, tidur denganmu tidak ada didalam pikiranku, kau membayangkan diriku gita yang tidak bisa kau sentuh lalu kau menyentuhku dan aku terbuai maka terjadilah malam panas kita" jeny tertawa
"Kau tau kau sangat hebat, aku menyukai permainanmj, tetapi kau meracau menyebutkan namanya membuat aku muak dan aku kehilangan gairahku" sambung jeny
Leo tertawa terbahak dan jeny menunjukkan wajah kesalnya
__ADS_1
"Kita mengulanginya jika kau mau" ucap leo
Giliran jeny yang terkekeh
"Sudah ku bilang bukan aku tidak tidur dengan sembarang lelaki, aku hanya tidur dengan pacarku, dan kemaren kau hanya beruntung"
"Jadi sudah berapa laki-laki yang menyentuhmu"
Jeny tertawa "Aku sudah tidur 4x dengan 2 lelaki, yang satu mantan pacarku yang sudah lama putus dan yang kedua adalah kau"
"Woow kau setia hem? good girl, dan aku akan menunggu hari keberuntunganku lagi"
Jeny dan leo tertawa, dalam sekejab mereka menjadi akrab, leo seolah melupakan gita, leo dan jeny mengobrol sampai larut malam dicafe lalu leo mengantarkan jeny pulang kerumahnya
*****
Asgar yang sudah membersihkan dirinya setelah berbincang bersama mommy dan daddy, kini membaringkan tubuhnya diatas kasur empuknya
Sebelum tidur ia selalu melihat foto-foto ketika ia bersama sarah dulu, dilacinya terdapat banyak foto sarah yang masih ia simpan dengan rapi, cincin sarah juga masih berada ditempatnya
Ia beranjak menuju lemari yang berada disudut kamarnya, ia membukanya, dan terlihat gaun putih panjang yang dipilih sarah sebelum ia meninggal, juga terdapat jas abu-abu milik asgar yang masih rapi tergantung di lemarinya
Mahkota kecil yang dibelikan sarah tepat sebelum ia tertabrak masih disimpan asgar utuh, ia menggantungkannya dibaju gaun sarah dilemarinya, ia meneteskan air matanya, mengingat kejadian beberapa taun silam
"Harusnya kita sudah bahagia sayang, bahkan mungkin kita sudah punya anak, kenaoa kau mengambilnha dariku Tuhan? tidak bisakah kau senang melihatku bahagia?" asgar bermonolog sendiri
Hampir setiap malam ia mengingat sarah, seperti pengantar tidurnya
.
.
.
Jangan lhpa vote like dan komen
terimakasih
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟🌟