Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
87


__ADS_3

"Kamu mau g saya nikahin?" tanya asgar, gita menoleh melihat asgar, lama gita menimbang, ia sengaja mengerjai asgar


"Saya sih tergantung ayah saya pak, kalau ayah saya menilai bapak cukup baik untuk saya dan dia setuju saya setuju aja" ucap gita, ia benar benar menjaga harga dirinya, apa lagi setelah ia tahu dari mommy jika asgar juga menyukainya


"Saya mau nikah sama kamu bukan sama ayah kamu"


Gita terkekeh "Iya tapi penilaian ayah saya penting bagi saya, kalau mau nikah ya ketemu dulu lah izin"


"Ya itu pasti, yang saya tanyain kamu mau apa g?" asgar mengulang pertanyaannya ia tidak puas dengan jawaban gita


"Kalau ayah kamu mau tapi kamunya g mau ya sama aja bohong" sambung asgar


"Ya bapak paksain donk, biasanya juga gitu" gita tersadar akan omongannya, nafasnya tercekat, ia keterusan ngomong


Sementara asgar tersenyum mendengar ucapan gita "Saya anggap itu jawaban, kamu mau saya nikahin"


Gita yang malu memandang ke arah luar jendela, ia mengetuk ngetuk dahinya


Tak lama kemudian asgar dan gita sampai dikostan gita, mereka turun dan gita membuka pintu rumahnya


"Ganti baju kita kekantor kamu trus ketempat ayah kamu" titah asgar, gita mengerutkan dahinya


"Kenapa buru buru sih pak? uda kebelet kawin ya?" ucap gita nyelonong masuk kekamarnya, asgar tersenyum smirk ia berniat mengerjai gita


Asgar mengikuti gita masuk kekamar gita, ia mengunci pintu kamar gita, gita menoleh dan siaga


"Kebelet kawin?" tanya asgar


"Jangan macem macem ya pak!! belum sah nih"


"Ooh jadi kalau uda sah boleh?" asgar semakin mendekati gita, ia melangkah sangat pelan


"Ya..ya g..g gitu juga" jawab gita gugup. "Masak iya bapak tidurnya sama saya tapi cintanya sama sarah, rugi donk saya" sambung gita, asgar terdiam gita mengingatkannya dengan sarah, yang gita katakan benar ia mencintai sarah jadi tidak mungkin jika nikah nanti ia mengkhianati sarah, pikir asgar


Asgar diam ditempatnya ia melihat gita, gita memutar tubuhnya, ia tidak lagi menghadap asgar, ia akan berkemas

__ADS_1


"Uda tau cintanya sama orang lain tapi kenapa menikahi orang lain, saya g jadi nikah sama bapak, saya cari laki laki lain saja" sungut gita sambil berkemas


"Atau g bapak pura pura aja mau nikahin saya jadi saya bisa bebas dari diego dan saya akan menjauh menghilang dari kota ini, sepertinya itu ide yang bagus pak" sambung gita sambil terus memasukkan bajunya


"Gimana? cerdaskan saya?" gita melihat ke arah asgar setelah ia mengemasi bajunya, ia memasukkan seluruh bajunya tanpa tersisa, asgar menatap gita


"Kenapa bajunya dibawa semua?" tanya asgar


"Ya seperti yang saya bilang tadi pak, bapak pura pura mau nikahin saya trus bapak drama gimana gitu, kita g jadi nikah, trus saya bisa bebas dari diego dan juga bapak" gita mengubah raut wajahnya senang, padahal didalam hatinya ia sangat takut jika asgar menyetujuinya, gita menatap asgar, ia mengangkat kedua alisnya beberapa kali, asgar juga memandang gita


"No!! kita akan tetap menikah" asgar memutar tubuhnya , ia pergi keluar dari kamar gita, setelah asgar benar benar keluar dari kamarnya gita berlonjak senang


"Sampai kapan sih lo nungguin sarah? bener bener sakit parah, sarah sarah sarah.....liat aja besok sarah akan hilang dari hidup lo" gita bermonolog sendiri ia memicingkan matanya, yakin seyakin yakinnya asgar akan melupakan sarah


*****


Arvin sedang berada diperusahaan asgar, hari ini ia bekerja dengan semangat, karena ia turut senang dengan berita yang ia dapat pagi ini, ia mengeluarkan ponselnya, ia harus membagikan berita bahagia ini pada teman temannya


"Halo len, gue ada good news"


"Asgar mau nikah?" ucap arvin to the point


"Masak sih? sama siapa? ngawur lo"


"Beneraaaan, dia ngelakuin saran dari lo, opsi ketiga"


"Hahahaaa....ya Allah seneng banget gue sumpah, pulang kerja kita ketemuan ditempat biasa, gue pengen denger cerita lo detail, gue kabarin ke yang lain juga ya ok, bye!" lena menutup panggilan arvin, arvin melihat ponselnya


"Gue yang nelfon dia yang nutup" arvin bersungut, ia kembali pada kerjaannya, tak lama setelah arvin menutup panggilan diponselnya, ponsel arvin kembali bebunyi, ia melihat ponselnya


"Ya as..."


Ternyata yang menelfonnya adalah asgar, asgae sedang berada dimobilnya bersama gita, mereka bersiap pergi kekantor diego


"Hallo vin, gue hari ini izin gue mau kekampung gita"

__ADS_1


"......"


"Ok bye" asgar menutup ponselnya, ia kembali fokus menyetir


"Pak, bapak g bawa baju? kita nginep lo, g bisa balik hari ini juga, jauh dan terus saya kangen sama ayah" gita memandang asgar yang fokus


"Ya uda ntar kita kerumah dulu"


"Trus kekantor diego buat apa?"


"Ya kamu ajuin resign, saya juga ada urusan sama diego" asgar kembali mengingat kejadian semalam, diego melakukan cara licik untuk menjebak gita


"Alhamdulillah akhirnya, eh tapi pak surat resignnya mana?"


"Ntar aja nyusul"


"Selalu seenaknya" ucap gita cemberut. "Eh pak makasi ya uda nyelamatin saya, maaf tadi pagi bikin rusuh" gita tersenyum menunjukkan gigi putihnya


"Makanya dengerin penjelasan dulu sebelum gebukin orang"


"Iya iya maaf, ternyata diego picik ya, saya g nyangka dia bisa berbuat seperti itu, huuhhff pengen gue tonjok tu orang" ucap gita kesal


Asgar memandang gita sekilas ia tidak menanggapi ucapan gita, ia hanya tersenyum lalu kembali fokus menyetir mobil


.


.


.


Jangan lupa like koment dan vote


Terimakasih 🥰🙏


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2