
"Alhamdulillah akhirnya ayah sampai juga" ucap gita yang menyalami ayahnya, asgar juga menyalami ayahnya dan begitu juga aufar ia menyalami keduanya
"Haii tampaaann" ucap saci dan itu tentu saja mengejutkan asgar, adgar terkejut dan spontan berlindung dibalik gita, gita terkekeh
"Udah nek, jangan gangguin laki gue" ucap gita
"Diiih ama saci aja takut hahaa" ucap adi yang tiba tiba muncul dari belakang saci dan asgar menatap adi tajam ia tidak membalas ucapan adi
"Uda uda ayo kita pulang" ucap ayah menengahi
"Kak, kamar dirumah lo ada berapa?" tanya aufar sambil mereka berjalan menuju mobil asgar
"Cuma ada 1 emangnya kenapa?" tanya gita
"Tu temen lo dua mau tidur dimana?" aufar kembali bertanya
"Gampanglah kita tidur disofa luar juga g apa apa" ucap adi
"Iya nek, tapi kalau mas asgar mau eyke tidur dirumahnya eyke siap koo sebelum gita yang tidur disebelahnya hihihiiii" ucap saci mentel dengan gaya khasnya
"Mereka tidur diapartement ku aja git, kamu sama ayah aja yang dikostan kamu" ucap asgar, dan itu membuat ayah tersenyum, ayah tau calon menantunya itu cemburu jika gita dekat dengan pria lain
"Tu kalian duduk dibelakang aja berdua" sambung asgar, asgar meminta mereka untuk dibagian belakang mobilnya, gits terkekeh asgar sangat sensitif dengan teman temannya
Mereka sudah berada didalam mobil asgar, sekarang menuju keapartement asgar, asgar akan menempatkan kedua teman gita diapartemennya, walaupun apartementnya tidak ada yang menempati tetapi asgar selalu menyuruh seseorang untuk selalu membereskannya
"Kita ke apartement dulu ya nganterin temen kamu" ucap asgar
"Menurut ayah sebaiknya gita aja yang tinggal disana, biar ayah dan yang lainnya tinggal dirumah gita aja, ayah g jamin nanti apartment kamu g diacak acak ama mereka" ucap ayah bercanda, ia sebenarnya sungkan pada asgar
"Boleh juga yah, ya sudah kita ke rumah gita aja" ayah mengangguk setuju
__ADS_1
Mereka berputar arah kembali menuju rumah gita, waktu sangat sore sudah pukul lima sore, sesampainya dirumah gita, gita membereskan bajunya, asgar dan gita sedikit bercwrita dan mengobrol bersama ayah dan yang lain, asgae mengatakan jika besok akan ada yang menjemput ayah dirumah gita untuk pergi ketempat acara dan ayah mengangguk mengerti
Kini waktunya mereka malam, gita sudah memasak sebelum ia pergi menjemput ayah, mereka menyantap masakan gita yang menurut asgar sangat enak, mereka makan dengan sesekali mengobrol dan bercanda ditambah ada saci yang selalu saja membuat orang terkekeh dengan tingkahnya yang selalu menggoda asgar, asgar selalu menolak untuk dekat dekat dengan saci
Setelah selesai makan, asgar dan gita berpamitan kepada ayah aufar dan temnnya, ia akan tidur diapartement malam ini
"Ayah nanti tidur dikamar gita aja ya, biarin mereka bertiga tidur disofa luar" ucap gita ia sudah bersiao untuk pergi
"Iya nak tenang saja, kamu hati hati sendiri disana dan kamu nak asgar hati hati pulang dan semoga besok peenikahan kalian berdua lancar ya nak" ucap ayah
"Maaaas, kok pulang sih, lamaan dikitla kita ngobrolnya" saci mendekati asgar, dan asgar tentu saja kembali berlindung di balik gita
"Uda saci g usah gangguin mantu ayah" ucap ayah
"Diih ayau, orang saci beneran suka kok ma asgar" mendengar ucapan saci asgar bergidik ngeri
"Ayah kita pamit duluan ya" ucap asgar sudah tidak sabar ia ingin cepat cepat pergi dari saci
Gita terkekeh dan mengiyakan ajakan calon suaminya, asgar mulai melajukan mobilnya menuju apartementnya, diperjalanan mommy menghubungi asgar
"Kamu dimana nak? keluar dari pagi sampe sekarang belum pulang pulang" ucao mommy dan asgar mengaktifkan loudspeakernya
"Asgar lagi sama gita ma bentar lagi asgar pulang"
"Ooh ya uda hati hati abis itu langsung pulang ok, besok pagi akad loh kalian, jam segini masih aja keluyuran" gita terkekeh dan asgar melihatnya
"Ok mom bye" asgar menutup panggilan dari mommy
Tak lama kemudian asgae sudah sampai diapartementnya, ia mengajak gita calon istrinya untuk naik bersama, asgar sebenarnya enggan ke apartemennya, karena disanalah kenangannya bersama sarah tersimpan rapi bahkan suasana apartement tersebut tidak berubah sedikitpun, tetapi demi gita ia menguatkan dirinya, ia lebih tidak rela jika adi dan saci tidur bersama gita malam ini walaupun berbeda kamar tetapi tetap saja ia tidak rela
Asgar berulang kali membuang nafasnya pelan dan gita menyadari itu, ia menyadari jika asgar sedang tidak baik baik saja
__ADS_1
"Kenapa? kamu sakit?"
"Hmmm?" ucao asgar sedikit kaget, pasalnya ia sedang menguatkan hatinya agar ia tidak menyakiti gita lagi dengan mengingat sarah
"Tidak ada, yuk masuk" asgar mulai membuka kode kunci apartmenennya dan pintu terbuka
"Kamu bisa tinggal disini malam ini, karena malam besok kamu sudah tinggal bersamaku" asgar menghidupkan beberapa lampu diapartemennya sehingga membuat apartemennya temaram
"Kamarku ada disana kamu boleh memakainya, yuk kita kesana" asgar menggenggam tangan gita dan membawanya
Asgar menghidupkan lampunya
Deg........
Mata gita menuju ke sebuah foto besar diatas dipan kasur asgar, foto asgar bersama sarah, foto mereka sedang berciuman mesra, sejak sarah meninggal lebih kurang empat tahun lalu asgar tidak pernah lagi menempuh apartement itu dan ia lupa jika masih ada banyak lagi hal yang akan melukai gita didalam apartemennya
Jantung gita berpacu, ia terdiam ia tidak ingin melihatnya, tetapi ia penasaran ada apa lagi diapartemen ini
"Ma...maaf aku...aku lupa aku minta maaf" asgar memeluk gita, ia membawa gita keluar
"Apa kamu sengaja menunjukkannya padaku? ada apa lagi disini?" gita melepaskan pelukan asgar, ia berjalan menuju kontak lampu, ia menghidupkan seluruh lampu yang ada diapartement asgar
Ia melihat semuanya, disetiap sudut ruang televisi, ruang makan, kamar bahkan didapur disetiap sudut apartemennya terdapat foto mesra mereka dengan berbagai gaya
.
.
.
Jangan lupa vote like dan koment
__ADS_1
Terimakasih 🥰🙏
🌟🌟🌟🌟🌟