
"Diih hutang? semahal ini? kalau tau hutang saya g pilih yang mahal-mahal pak" gita mulai sewot
"Uda diem kita pulang ntar telat"
"Bapak bener-bener ngerugiin saya banget asli, gantiin pake apa ini pak, saya g mau ya dipotong gaji pak" gita masih membahas harga gaunnya yang dihitung hutang oleh asgar, asgar terus berjalan tanpa memperdulikan ocehan gita
Sesampainya diparkiran mobil, asgae masuk dan disusul gita
"Kamu banyak bicara banget ya, bisa diem g?"
Gita memajukan bibirkan
"Iya iya saya diem, tapi g hutang ya?" gita memohon dengan mata puppy eyes
"G mempan" asgar menjalankan mobilnya menuju hotel
*****
Leo melihat ponselnya, ia melihat beberapa pesan dari kekasihnya dan juga beberapa panggilan dari gita yang tak dijawabnya, ya gita selalu menyempatkan waktunya untuk menghubungi dan berkirim pesan pada leo, tapi masih saja tidak mengangkatnya, ia sudah dipengaruhi oleh pikiran buruknya tentang gita dan asgar yang ia tahu hanya pergi berduaan saja, ia sering sekali melampiaskan kekesalannya pada gita dengan mengunjungi club malam, seperti sekarang ini, ia sedang berada salah satu club malam bersama teman-temannya, ia masih kesal dan tanpa sadar ia sudah banyak sekali minum
"Sedang apa kamu disana sayang? aku merindukanmu" leo meracau berbicara, ia benar-benar mabuk
Teman-temannya juga sedikit mabuk, mereka masih membiarkan leo dengan racauannya, ya namanya di club tidak sah jika tidak ada wanita
"Hei you, bawalah dia kekamar nikmati malam hot kalian, dia ribut sekali" ucap salah satu teman leo, ia meminta oada wanita yang menemani leo untuk membawa leo pergi dari sana karena leo meracau dan membuat yang lainnya tidak nyaman
"Hmm oke"
Wanita itu membawa leo kekamar yang sudah di pesan temannya, wanita itu dibantu oleh beberapa waiter yang menggotong tubuh leo, dakam keadaan mabuk leo menghabiskan malamnya bersama wanita asing, ia meracau menyebutkan nama gita, ia membayangkan yang bersamanya sekarang adalah gita
*****
Asgar sudah bersiap untuk dinnernya malam ini bersama koleganya, ia memakai stelan jas biru dan daleman kaos putih
__ADS_1
Sedangkan gita terlihat cantik dengan dress mocanya
Asgar sudah berada dilobby, ia menunggu gita sambil memainkan ponselnya, tak lama kemudian ia melihat gita yang baru saja keluar dari lift sambil sedang berbicara dengan seseorang ditelfon genggamnya, asgar terpana, ia terus memandang gita, tak dipungkiri gita terlihat sangat cantik dengan dress moca nya
"Iya ayah, palingan juga 3 hari lagi selesai, iya ntar bulan depan gita pulang sebentar cuti kerja" asgar mendengar ucapan gita, ternyata gita menghubungi ayahnya
"Iya cuti 10 hari, oke ayah, jaga kesehatan ya yah, da ayah" gita menutup panggilannya
"Sudah siap?" tanya asgar
"Udah pak, cantik g pak?" tanya sarah ia sedikit menggoyangkan badannya
"Lumayan" asgar mencebikkn bibirnya
Asgar tersenyum tipis, ia memberi kode pada gita dengan kepalanya untuk segera jalan, merekapun melaju dengan mobil mewahnya
Sesampainya direstoran ternyata mudah ditunggu oleh koleganya, mereka berbincang seputaran perusahaan, asgar sedikit kagum dengan gita yang cukup tau banyak hal mengenai perusahaan dan hal lainny sehingga gita tak hanya diam saja, ia juga bisa ikut dalam pembicaraan asgar, asgar tersenyum melihat gita
"Apa kalian adalah sepasang kekasih?" tanya kolega asgar, ia sedikit menggoda asgar karena melihat asgar memperhatikan gita
"Ah no sir, kita hanya rekan kerja" gita tersenyum mengangguk mengiyakan jawaban asgar
"Dia sudah punya bertunangan" sambung asgar dan gita terkejut, ia sedikit melototkan matanya
Hidangan yang menggugah selera telah disajikan didepan mata, mereka pun memulai menyantap makananya dengan sesekali berbincang dan tertawa, ntah apa yang mereka bicarakan, yang pasti tidak jauh dari persoalan bisnis dan bisnis
Makan malam berjalan dengan lancar, asgar dan gita sangat menikmati dinner mereka, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan lewat empat puluh lima menit, asgar dan gita akan segera pulang, mereka sudah didalam mobil dan asgar mulai menjalankan mobilnya
Dimobil mereka hanya saling diam, mereka sama-sama lelah dan mengantuk, gita akhirnya tertidur didalm mobil, asgar yang juga kelelahan dan mengantuk berusaha menahan kantuknya karena sebentar lagi mereka akan tiba hotel mereka
__ADS_1
"Git....git..." asgar memabangunkan gita, tetapi gita belum juga terbangun mungkin gita sudah lelah sekali
"Gita...gita...huuft, gita banguun" asgar sedikkt berteriak, tetapi gita sama sekali tidak merespon
"Tidur uda kek kebo, susah banget banguninnya" asgar mulai kesal
"Gita....khawla gita....khawla gita nizia!" asgar sedikit berteriak tepat ditelinga gita, gita hanya melenguh mengubah posisinya menjadi menghadap asgar
Asgar tertegun, ia memperhatikan lekat wajah gita
"Cantik juga" asgar tersenyum
"Tapi cantikan sarah sih" asgar bermonolog sendiri
Asgar menghembuskan nafasnya pelan, ia sudah tidak tahu lagi cata membangunkan gita, gita benar-benar tidur nyenyak, ia menumbangkan sandran kursi gita dan ia juga melakukan hal yang sama pada kursinya, ia membuka sedikit jendela, untungnya memarkirkan mobilnya dihalaman depan hotel bukan dibasement sehingga tidak terlaku panas jika mesin mobil dimatikan, akhirnya mereka tidur dimobil, sangking lelahnha asgar tidak sanggup menggendong gita untuk naik kelantai atas yang lumayan tinggi
Tengah malam gita terbangun, ia seperti mendengar suara aneh di mimpinya, ia bangun dan melihat sekeliling, ternyata ia masih dimobil, pantas saja badannya agak sakit-sakit dan anehnya asgar sang merupakan CEO perusahaan besar juga tidur dimobil, gits tersenyum melihat wajah asgar
"Tidur aja ganteng lu pak" gita tersenyum, saat ia hendak membangunkan asgar agar pindah kekamar hotel tiba-tiba asgar bersuara
.
.
.
Jangan lupa vote, like dan komen
semoga suka dengan ceritanya
Terimakasih readers 🥰🙏
🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1