
Acara pesta angel berlangsung lancar, semua tamu yang datang mengucapkan selamat kepada angel dan pesta pun berakhir
Arvin memilih pulang bersama lena dan ferdi, ia tidak ingin mengganggu asgar dan gita, asgar ingin membawa arvin bersamanga tetapi atas permintaan lena yang juga ingin arvin bersamanya maka asgar mengalah
Lena sengaja meminta arvin imut dengannya agar asgar bisa berduaan dengan gita, lena dan temannya yang lain berdoa agar asgar benar-benar bangkit dari keterpurukannya karena kehilangan sarah dan mereka berharap asgar menemukan cintanya kembali
Sudah cukup bagi mereka melihat asgar hidup didalam keterpurukan dan rasa bersalahnya, mereka ingin asgar bahagia seperti dulu saat bersama sarah, mereka akan membantu asgar jika ia ingin benar-benar bangkit dari keterpurukannya akan masa lalu
Asgar akan mengantarkan gita untuk pulang kekost gita, waktu menunjukkan pukul sepuluh lewat empat puluh lima menit, jalanan yang mereka lalui untuk pulang kekostan gita lumayan sunyi hanya ada beberapa mobil saja yang melewati jalanan itu
Tiba-tiba ada sebuah mobil suv yang menghadang mobil asgar dan gita, mereka terpaksa berhenti
"Siapa pak?" tanya gita
"Ntahla" asgar mengangkat kedua bahunya. "Saya akan keluar dan kamu tetap didalam"
Gita mengangguk paham " Hati-hati pak"
Asgar melihat gita dan mengangguk lalu ia keluar menemui orang yang menghadang mobilnya, tak dipungkiri ada ketakutan dihati asgar, pasalnya jalanan sepi dan ia membawa seorang wankta bersamanya
Sebelum asgar menyapa mobil yang didepan, beberapa orang dengan stelan serba hitam keluar dari mobil mereka, asgar bergerak mundur ia melirik gita sesaat
"Mau apa kalian? mah merampok? kalian merampok orang yang salah" ucap asgar sambil sesekali melirik gita
Asgar tidak ingin memulai perkelahian, ia takut jika segerombolan orang itu membawa senjata tajam atau pum semacamnya sementara dia hanya dengan tangan kosong
"Jangan banyak bacot lu, kalau kau mau selamat berikan wanita itu"
Asgar menyeringai "Jangan bermimpi"
Perkelahianpun dimulai, melihat asgar diserang sekelompok manusia yang berjumlah 5 orang, gita membunyikan klakson mobilnya guna memanggil orang-orang terdekat yang mendengar klaksonnya, setelah itu ia mencoba untuk menghubungi polisi tetapi ia kalah cepat dengan seseorang yang datang kepintu mobilnya
__ADS_1
Gita melakukan perlawanan, untung saja ia memakai celana sehingga pergerakannya bebas dan ia juga sempat melepaskan heelsnya
Asgar telah berhasil melumpuhkan 2 orang dan kini sisa tiga, ia mendatangi dan membantu gita
"Kamu tidak apa-apa?" tanya asgar, dan gita mengangguk
"Bagaimana dengan bapak?" mereka masih dalam posisi siaga
"Saya baik" gita melihat wajah asgar yang sudah terdapat beberapa luka juga bagian tangannya
Gita mengangguk, mereka kembali melumpuhkan lawannya, hanya tersisa tiga orang
*****
Lena, ferdi dan arvin sedang juga sedang didalam perjalanan, lena dan ferdi akan mengantar arvin ke apartementnya
"Sayang menurut kamu asgar suka g ama gita?" tanya lena
"Kalau menurut gue sih suka, lo tau sendiri kan dia g pernah ambil pusing sama urusan orang, nah ini dia bela-belain nemenin kekantor polisi trus diajak debat tiap hari, gita juga ngeyel sih berani banget, g ada takut-takutnya ama boss, heran gue, gue aja takut ama asgar" bukan fersi yang menjawab melainkan arvin
"Ya itu dia, hari kedua gita kerja aja uda dimau dipecat tapi gue yang nahan karena gue mau cuti, dikasi la gita waktu 1 bulan untuk kerja, eh pas gue masuk dia mau resign tapi g dikasi ma asgar, alesannya belum satu bulan"
"Beeuuhh bisa ya tu anak nyari alesan, fix dia emang suka tapi gengsi" ucap lena
"Bukan gengsi sayang, tapi belum sadar, ntat kalau gita g jadi dipecat kabarin gue ya, gue yakin gita g akan dipecat" sambung ferdi
Obrolan mereka berakhir karena arvin sudah tiba di apartemennya dan ferdi serta lena berlalu untuk pulang kerumah mereka
*****
Asgar dan gita masih melakukan perlawanan dengan tiga orang lawannya, gita terkena pukulan punggungnya, dan ia terjatuh saat lawan hendak kembali memukul gita, asgad menyelamatkan gita, ia menendang lawan gita dan memukulnya bertubi-tubi dan lawan pun pingsan dan kini hanya tersisa dua orang
__ADS_1
Gita kembali bangkit ingin membantu asgar, asgar sedikit kualahan melawan dua orang, gita berusaha menguatkan dirinya, ia juga lelah karena pukulan dipunggungnya
Gita dan asgar ingin segera menyelesaikan perkelahian ini, mereka sama-sama mengambil lawan, jadi satu lawan satu, asgar dan gita memukul habis-habisan lawan mereka yang terakhir dan akhirnya perlawananpun berakhir, asgar dan gita sama-sama kelelahan
Asgar tidak lupa memeriksa saku lawannya yang sudah pingsan dan ia ingin mengambil ponsel dari lawannya dan mencari tau apa tujuan mereka menginginkan gita, ia juga meminta gita untuk memotret plat mobil suv tersebut
Setelah rasanya cukup, asgar dan gita kembali, asgar akan mengantarkan gita pulang kerumahnya
"Kamu tidak apa-apa? kita akan kerumah sakit sekarang" tanya asgar melihat gita meringis ketika hendak bersandar
"No pak, saya tidak apa-apa paling dikompres bentar juga ilang"
"Bapak tu yang parah ampe luka-luka gitu, hilang donk ketampanannya" Asgar tersenyum menyeringai dengan godaan gita
"Sakit-sakit masih aja bisa becanda" Gita juga tersenyum mendengar ucapan asgar
Tak lama kemudian mereka telah ditempat tujuan yaitu dikostan gita
"Masuk dulu pak saya obatin" tawar gita, asgar hanya menatap gita
"Ayo uda g apa-apa, kalau dibiarin bisa membiru pak, ayo sini masuk" gita bersikeras mengajak asgar
Akhirnya asgar menurut, ia turun dari mobilnya dan mengikuti gita masuk kerumahnya
.
.
.
Jangan lupa vote like dan komen
__ADS_1
Semoga suka...Terimakasih 🥰🙏
🌟🌟🌟🌟🌟