Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
57


__ADS_3

Diego menerima panggilan diponselnya yang ternyata adalah panggilan dari asgar0l


"Ya pak asgar, ada yang bisa saya bantu?"


"......"


"Ooh baiklah pak asgar, saya sedang berada direstoran X saya akan menunggu anda disini"


"......."


Diego menutup panggilannya dan kembali duduk bersama gita, melihat waiter mengantarkan makanan ia menunda membaca sarat dari gita


"Ada baiknya kita makan terlebih dahulu right? aku sudah sangat lapar"


Diego dan gita mulai menyantap makanannya, tak lama kemudian mereka pun selesai dan


Diego kembali membaca sarat yang diajukan gita, belum habis dengan sarat yang ia baca ia kembali kedatangan tamu yaitu asgae dan lena


Flasback off


"Gita? sedang apa disini?" lena yang kaget melihat gita lalu beralih keasgar yang juga menatapnya


"Pak asgar? lena? ngapain kesini? saya lagi ada urusan dengan pak diego" gita yang gak kalah kaget menjadi gugup


"Silahkan pak asgar, silahkan duduk, silahkan buk lena" dengan manis diego mempersilahkan asgar dan lena duduk, mereka mengikutinya


"Mari mari silahkan minum" asgar mengangguk, gita yang ditatap asgar hanya menunduk tidak berani menatap balik, ia tau asgar pasti akan memarahinya, karena asgar sudah membantunya sedemikian rupa tetapi ia malah akan kembali menjadi sekretaris diego


"Ada apa bapak ingin bertemu saya?" asgar mengalihkan pandangannya ke diego


"Saya ingin membicarakan kasus gita" jawab asgar, lena dan gita hanya mendengarkan


"Ooh kasus gita, saya tau bapak sudah memecatnya, makanya ia akan kembali menjadi sekretaris saya" diego menyeringai, gita mengerutkan dahinya, diego kembali memfitnahnya

__ADS_1


"Maaf pak diego saya kembali menjadi sekretaris anda bukan karena pak asgar memecat saya, tapi saya ingin kasus ini selesai, sebenarnya saya juga tidak ingin menjadi sekretaris anda kembali pak diego, saya lebih rela dipenjara dari pada kembali bekerja dengan anda, tapi karena ayah saya sedang sakit dan saya tidak mau menjadi beban keluarga, saya terpaksa, saya ulangi sekali lagi saya terpaksa" gita menekan kata kata terpaksa agar menyadarkan diego


Asgar dan lena memperhatikan kedua manusia didepannya


"Ya maksud saya begitu, sama saja" gita melengos membuang muka


"Jadi masalah saya dan gita sudah selesai pak, keputusan bapak untuk memecatnya adalah keputusan yang tepat sehingga nama baik bapak tidak akan terbawa bawa"


Asgar menatap gita, begitupun dengan lena, gita yang ditatap oleh asgar dan lena menjadi gugup dan serba salah


"Gita...bisa kita bicara?"


Gita hanya diam saja mengalihkan pandangannya


"Jangan lupa kamu masih sekretaris sampai besok"


Gita menelan salivanya dan mengangguk


"Saya permisi dulu pak, saya ingin bicara sebentar" diego mengangguk melihat asgar yang sengaja menarik tangan gita didepan diego, lena tidak mengikuti mereka ia tinggal bersama diego


"Apa kau gila kembali bekerja dengan diego?"


Gita diam menunduk, kali ini dia tidak akan berdebat karena ia memang salah, ia seperti tidak menghargai usaha asgar yang membantunya


"Apa kau akan menjual diri padanya? ha?!" asgar membentak gita, dada asgar naik turun menahan emosi, ia kesal dengan keputusan gita


"Apa kau tau, rumah yang disebutnya rumah bisnis itu adalah rumah bord*l tempat pelac*ran" asgar menggusar rambutnya kasar ia menatap keluar jendela, gita juga terkejut dengan apa yang dikatakan asgar


"Ya trus saya harus apa pak?" suara gita gemetar, ia meneteskan air matanya, asgar menatap gita


"Jika harus memilih saya akan lebih memilih dipenjara dari pada menjadi sekretarisnya, tapi setelah pikir pikjr saya punya ayah yang harus saya pikirkan saya tidak ingin menjadi beban pikiran ayah saya, saya juga tidak bisa membantu ayah saya jika saya tidak bekerja" sambung gita


"Tapi masih ada beberapa hari sebelum sidang git, saya dan lena pasti bantu kamu kita hanya perlu bukti bahwa rumah bisnis itu punya diego"

__ADS_1


"Pak, pak diego akan tetap memenjarakan saya, dia orang yang berpengaruh dikota ini, dia beruang dan saya siapa? saya memang salah tidak bisa menahan emosi saya dan inilah resikonya, ini akan jadi pembelajaran bagi say, saya akan jaga diri saya"


"Kamu terlalu cepat mengambil keputusan gita, kita masih ada waktu, saya akan membantumu sebelum masa tahananmu" asgar bersikeras, ia memegang kepalanya terlihat prustasi dengan keputusan gita


"Kenapa bapak ingin membantu saya?" pertanyaan gita sukses membuat asgar bungkam, ia terdiam, matanya liar sedang mencari jawaban apa yang pantas untuk gita


"Saya...saya hanya ingin membantu, apa itu salah?"


Gita menghela nafasnya, itu bukan jawaban yang ingin ia dengar, sejujurnya gita juga menyukai asgar, ia luluh dengan kebaikan asgar selama ini, asgar merawat dirinya dengan baik dan ia juga reka merepotkan diri demi mengantarkan ia makanan, hati mereka saling bertaut tetapi ia tidak mungkin mengungkapkan isi hatinya terlebih dahulu pada asgar, ia harus menjaga harga dirinya


Lagi pula ia tahu cinta asgar hanya untuk sarah, tetapi ia akan menunggu, jika asgar menunggu cinta sarah yang tak kunjung akan hadir lagi maka ia akan menunggu cinta asgar yang bisa saja akan hadir suatu saat nanti


"Sudahla pak, ini keputusan saya, saya tidak ingin bapak terlibat terlalu jauh, karena itu hanha membuang waktu bapak, saya permisi"


Gita keluar dari mobil asgar, ia kembali duduk bersama diego dan lena, beberapa saat kemudian asgar juga menyusulnya


"Jadi bagaimana baby?" asgae menatap nyalang pada diego yang memanggil gita baby


"Berhenti memanggilku baby, terdengar menjijikkan ditelingaku" ucap gita terlebih lagi ia tau jika diego mempunyai rumah bord*l


Diego terkekeh


"Baiklah kita lanjutkan lagi dengan saratmu ini?" ucao diego


"Sarat?" tanya asgar, ia menatap gita yang juga menatapnya


.


.


.


Jangan lupa vote like dan komen

__ADS_1


Terimakasih


🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2