Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
125


__ADS_3

Tiga hari berlalu, waktu liburan asgar dan gita sudah usai kini mereka kembali kerutinitas, mereka sudah kembali bekerja seperti biasa, seperti pagi ini asgar dan gita bersiap untuk bekerja ditempat kerja masing masing tetapi ada yang aneh dari mereka dua hari ini, dua hari ini gita seperti hidup dineraka, seberapa keras ia mencoba sabar dan tabah tetapi tetap saja tidak bisa, apalah daya dia hanya manusia biasa


Flashback


Suatu malam sebelum negara api menyerang, asgar dan gita berbincang sebelum tidur, kamar asgar masih seperti biasa, masih ada peninggalan sarah disana belum ada yang berubah, asgar dan gita mengobrol seperti biasa, gita tidur diatas dada asgar, ia memainkan dada asgar yang sedikit berbulu dengan jarinya, ua membuat lukisan abstrak didada sgar dan asgar merasa kegelian


"Sayang, kamu g mau kemana mana lagi? jalan jalan gitu ke villa sebelum kita masuk kerja" tanya asgar


"Capek ah, kamunya bukan mau jalan jalan, tapi mau ditempat tidur terus ntar kek liburan kemaren lagi, pagi siang malam akunya ditidurin terus" ucap gita dengan cemberut


Asgar terkekeh, ia mengelus kepala istinya, asgar memindahkan kepala istrinya, gita berbantalkan lengan asgar, wajah gita dan asgar saling berhadapan, asgar mulai melancarkan aksiny, tangannya mulai kemana mana


"Tu kan mulai deh" dan mereka tertawa bersama, asgar tidak menghentikan aksinya


"Kamu selalu membuatku turn on sayang" asgar membisikkan rayuannya ditelinga gita dan gita merasa kegelian


Asgar dan gita sudah memulai kegiatan panasnya, mereka saling menyalurkan cinta kasih mereka dengan caranya, namun disaat asgar hendak mengambil alih permainan dan ingin memasukkan pusak*nya ia tiba tiba saja ia tidak sengaja melihat foto sarah yang berada disamping tempat tidurnya, seketika n*fsu asgar hilang ntah kemana, ia berhenti begitu saja dan tanpa asgar sadari gita melihat kearah pandangan asgar


"Kenapa as?" tanya gita, asgar mencium dahi dan mengecup bibir istrinya


"Hem? tidak ada sayang, aku...aku capek aku ketoilet sebentar" asgar kembali memakai celana boxernya dan juga bajunya lalu ia berlalu kekamar mandi, gita juga melakukan hal yang sama, ia menutupi dirinya dengan selimut dan akan berpura pura tertidur

__ADS_1


Gita menutupi dirinya dengan selimut, hatinya sangat sakit, asgar tidak melakukannya didepan foto sarah, seolah olah sarah memperhatikan mereka, tanpa sarar air mata gita mengalir, ia menangis menahan sakit hatinya


Tak lama asgar keluar dari kamar mandi dan ia melihat gita yang sudah tidur, padahal gita sama sekali belum tidur ia hanya memejamkan matanya dan menahan tangisannya, asgar membelai kepala istrinya, ia sejenak melihat foto sarah lalu membuang nafasnya pelan dan selanjutnya ia juga tertidur mengikuti istrinya


Flashback off


Dua hari berlalu, sejak malam itu hubungan mereka tidak baik baik saja, asgar belum pernah lagi mencoba untuk memberikan kewajibannya sebagai seorang suami, ntah kenapa ia tidaak bisa jika melakukannya dikamarnya sendiri


Pagi ini mereka telah bersiap untuk kembali bekerja, mereka akan turun dan bergabung bersama mommy dan daddy, sebelum mereka turun asgar berusaha membujuk istrinya, sudah dua hari ini ia belum berhasil membujk istrinya


"Sayang aku anterin ya" ucap asgar


"G usah aku pergi sendiri aja, aku bisa kok sendiri" gita masih saja ketus, istri mana yang tidak sakit hati jika sang suami masih mengingat mantan bahkan tidak bisa memenuhi kewajibaninya sebagai suami disebabkan mantan


"Uda ya, aku capek dengerinnya, setiap pagi minta maaf tapi g ada usaha ya sama aja" gita berbicara sambil memasukkan peralatan pekerjaannya kedalam tasnya


"Aku capek as, hidupku seperti dineraka, dibayang bayangi masa lalu suamiku, bahkan untuk memenuhi kewajibannya saja suamiku g mampu karena ditatap tuh sama orang yang udah mati" gita menunjukkan foto sarah dengan matanya, ia berucap kasar


"Gita jaga bicaramu!!" asgar menahan emosinya, ia marah mendengar gita berkata kasar pada sarah


"Kenapa?!! dia memang sudah matikan?!!" gita hendak meninggalkan asgar tanpa menunggu jawaban dari asgar, ia berjalan menuju pintu tetapi asgar menahannya, ia memegang lengan istrinya, air mata gita sudah tertampung dimatanya mengingat kelakuan suaminya, tetapi ia benar benar menahannya, ia tidak ingin menangis dihadapan asgar

__ADS_1


"Apa lagi? masih ada yang penting?" gita berbalik saat asgar menahannya


"Yang kamu bilang dia sudah mati itu benar, tapi dia mati karena aku git, aku tidak bisa menjaganya"


"Oh benarkah seperti itu? kalau begitu kamu juga akan membuatku mati, karena kamu juga tidak menjagaku, kamu tidak menjaga diriku, hatiku dan perasaanku!! kamu menyimpannya disini dan disini" gita menunjuk hati dan pikiran asgar, ia berbicara menggebu gebu mengan emosinya, asgar hanya diam saja


"Sementara untuk istrimu, tidak ada ruang disini bahkan disini!!" gita kembali menunjuk hati dan pikiran suaminya, lalu ia kembali berbicara


"Aku sudah cukup sabar asgar shawqi, aku pikir kamu akan sembuh tapi ternyata tidak, aku capek, kamu bilang kamu akan berusaha, tapi apa? kamu masih saja terperangkap kedalam penyesalan kamu, kamu masih saja menganggap kamulah penyebab kematian sarah!!" gita membuang nafasnya kasar, dadanya terlihat naik turun menahan emosi pada suaminya, ingin sekali ia memukul atau berkelahi untuk melepaskan rasa kesalnya, sementar asgar hanya diam saja mendengar ucapan istrinya


.


.


.


Jangan lupa like vote dan koment


Terimakasih 🥰🙏


Maaf telat up, maklum mabok berat tsay, nulis lama lama g sanggup 😁

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟:😂


__ADS_2