Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
25


__ADS_3

Sore harinya asgar mengirimkan pesan pada gita, ia mengajak gita untuk keluar membahas presentase besok, gita yang lagi bersantai menikmati indahnya pemandangan kota dari hotel melihat handphonenya yang berdenting


Tiing...


Gita mengambil handphonenya dan melihatnya, ia hanya melihat dari jendela handphonenya, ia sama sekali tidak membuka pesan asgar


"Git, aku tunguu dibawah 15 menit lagi, bawa semua bahan untuk besok"


"Huuffhh, bener-bener tu boss workaholic diotaknya cuma kerja doank"


Dengan langkah gontai ia bersiap untuk turun kebawah


Asgar sudah berada dibawah ia sangat lapar, sambil menunggu gita turun ia memakan beberapa roti dicafe tersebut


Tak lama kemudian gita turun dan ia sudah tiba dicafe, karena keadaan cafe hotel sangat ramai, ia berhenti di pintu cafe melihat sekeliling mencari asgar



Sudah beberapa menit ia mencari asgar, tetapi belum juga ketemu, alhasil ia menghubungi asgar


"Hallo pak, bapak dimana? saya sudah dicafe tapi g nemu bapak"


"Kamu dimana? aku pake hoodie coklat dimeja bar g jauh dari kasir"


Gita terus berjalan, asgar yang lapar terus saja memakan rotinya, ia memutar tubuhnya dan ia melihat gita tepat dibelakangnya, sore ini asgar melihat gita sangat cantik, ia sampai terpana dan berhenti mengunyah makanannya



"Pak" gita menegur asgar


"Oh ya" asgar melanjutkan kembali memakan rotinya, ia menampik jika ia kagum dengan kecantikan gita, selama ini ia hanya melihat gita dengan memakai pakaian kantor, hari ini ia melihat gita dengan tampilan yang berbeda dan asgar akui gita cantik


"Cantik ya saya pak? ampe nganga gitu" goda gita


"Ya okelah" asgar malu mengakuinya, ia mencibirkan bibirnya serta menggoyangkan bahunya


"Kamu mau kemana? bukannya kita cuma membahas untuk presentase besok?" sambung asgar

__ADS_1


"Saya mau jalan pak, ayo donk pak, abis bahas kerjaan kita jalan ya pak, biar fresh otak saya pak buat besok" gita sudah tidak terlalu kaku dengan asgar, berbeda pada saat dikantor, mungkin karena suasananya juga berbeda, mereka bukan lagi dikantor melainkan disuasana yang lebih santai walaupun mereka membahas perkerjaan kantor


"Serah lo deh"


"Yess makasi pak" gita tak sengaja memegang lengan asgar sanking gembiranya diajak jalan-jalan, ya gita memang sangat ekspresif


Asgar menatao tangan gita yang memegang lengannya, lalu ia menatap gita, gita yang belum juga sadar hanya tersenyum, asgar memberi kode dengan matanya, dan seketika itu gita sadar


"Hehe..maaf pak, g sengaja, girang banget saya" gita mengelus-ngelus hoodie bekas jejak tangannya


"Ya uda kamu pesen apa?"


Gita memesan beberaoa roti dan air minum, ia tidak begitu lapar, yang inginkan adalah menghibur dirinya agar tidak gugup untuk presentase besok


Gita membuka laptopnya dan menunjukkan pada asgar presentase yang ia buat untuk besok, gita juga menjelaskan detailnya pada asgar, jarak mereka sangat dekat, wangi keduanya tercium satu sama lain


Minuman gita sudah siap disajikan, waiter membawa minuman gita kehadapan asgar yang cukup jauh dari gita, gita yang ingin mengambil minumannya semakin mendekatkan dirinya pada asgar, asgar memandang gita dengan mata elangnya


Gita melanjutkan penjelasannya, ia menjelaskan dengan sangat detail bahkan lebih detail dari pada arvin


"Gimana pak? apa masih ada yang kurang jelas?" gita telah menyelesaikan presentasenya dihadapan asgar


"Alhamdulillah, saya deg-degan loh pak besok, takut g bisa selancar tadi"


"Tenang aja, besok saya bantu kalau kamu gugup, uda dikirim keemail saya?"


"Oh belum pak, maaf saya lupa, sebentar ya pak"


Setelah mereka menyelesaikan urusan pekerjaan, gita mengajak asgar untuk jalan-jalan, sebelum jalan-jalan ia kembali kekamarnya untuk meletakkan berkas-berkas pentingnya kedalam kamarnya


Asgar menunggu gita dilobby hotel, ia sudah beberapa kali berkunjung dikota ini, jadi asgar sudah tahu destinasi mana saja yang akan dikunjunginya bersama gita


"Yuk pak, saya sudah siap" gita sudah tiba dilobby


"Kita kemana pak? emangnya bapak tau tempat ini?" sambung gita


Asgar menghembuskan nafasnya pelan

__ADS_1


"Saya sudah beberapa kali berkunjung kesini"


"Wah bagus donk, ya udah pak yuk kita jalan"


Asgar mengangkat kedua alisnya, niat hati ingin istirahat, tapi harus menemani gita untuk merefresh otaknya yang akan digunakan besok demi kepentingan perusahaan


Asgar menyewa sebuah mobil, ia benar-benar memanjakan mata gita, disepanjang jalan gita terus saja bertanya, ini apa, untuk apa dan dimana dan macam-macam lagi pertanyaan yang gita lontarkan


Ia benar-benar sepertj sedang melakukan liburan bukan bekerja, bahkan gita meminta asgar untuk mengambil beberapa gambarnya di berbagai tempat dengan kamera ponselnya


"Gimana pak? bagus g?" tanya gita setelah asgar mengambil gambarnya


"Liat aja sendiri" ucap asgar jengah


"Yah bapak ini mah blur pak, ngambilnya gini ni pak" gita mengarahkan kameranya keposisi selfie, ia memberi contoh pada asgar, ia juga memasukkan asgar dalam selfienya dan jadila foto mereka berdua sedang selfi


"1 lagi ya pak? yang kek tadi, mau ya pak, please pak" gita merayu asgar dengan mengatup kedha tangannya seperti sedang memohon


Asgar menghela nafasnya kasar


"Bener-bener ni manusia satu, apa dia lupa kalau gue bosnya disini" asgar bermonolog smdalam hati, meski jengkel ia tetap mengambil gambar gita


"Ya uda mana?"


Gita tersenyum sumringah dan memberikan ponselnya pada asgar


Pada saat ia akan mengambil gambar, tiba-tiba ponsel gita berdenting menandakan ada pesan masuk, asgar melihatnya lebih tepatnya lagi asgar tidak sengaja melihatnya karena ia muncul begitu saja dijendela handphone gita


Pesan tersebut dari 'love' dan asgar juga tak sengaja melihat pesan dibawahnya, yaitu pesan yang sama dengan yang ia kirimkan tadi


"Polar boss?" asgar bergumam mengerutkan dahinya


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa vote like dan komen


🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2