
"Oke kalau begitu kamu harus membayar hutangmu dengan ikut pulang bersama saya"
Gita menghentikan langkahnya, ia memicingkan matanya kearah asgar
"Jadi hutang gaun saya lunas?" seketika mood gita berubah riang, asgar menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan gita
"Yess, oke baiklah kalau begitu saya setuju" gita mengulurkan tangannya hendak bersalaman
"Tidak mau rugi" sungut asgar tetapi ia menerima tangan gita, gita hanya tersenyum manis mendengar perkataan asgar, mereka berjalan keluar menemui vanya
"Hai as, tadi tante ciara meminta ku untuk menjemputmu" vanya menyambut asgar dan menyatukan pipinya dengan pipi asgar
"David kemana?"
"G tau deh, tadi tante hanya memberitahuku jika kau pulang hari ini dan memintaku untuk menjemputmu, hai ...siapa kemaren namanya maaf saya lupa" vanya menyapa gita
"Ooh saya gita bu" jawab gita mengulurkan tangannya dan disambut baik dengan vanya, gita tau siapa vanya ia adalah direktur dari perusahaan furniture ayahnya, ia tau karena arvin menceritakannya waktu mereka berjumpa direstoran pas makan siang
"Gita akan pulang bersama kita" ucap asgar, ia berbicara sambil jalan menuju mobil vanya
"Boleh, rumah kamu dimana git?"
Gita memberitahukan alamat rumahnya pada vanya namun sayang asgar tak mendengarnya karena ia sudah jauh berjalan didepan
Vanya dan gita menaiki mobil vanya dan asgar sudah duduk dibangku kemudi, asgar melajukan mobil vanya untuk mengantar gita, sudah dipertengahan jalan asgar menanyakan alamat tempat tinggal gita
"Rumahnya didaerah ***** as" bukan gita yang menjawab melainkan vanya
"Beneran git? jauh banget"
"Iya pak beneran, ssya kost didaerah sana, kalah ngekost area kota kan mahal pak"
Tiba-tiba asgar menepi, ia berhenti dan menoleh kearah gita yang duduk dibelakang, asgar mengeluarkan dompetnya dan ia mengambil sejumlah uang
"Nih kamu naik taxi aja, saya kira kostan kamu deket kantor" asgar memberikan sejumlah uang kepada gita untuk ongkos pulang dengan menggh akan taxi, vanya hanya memperhatikan asgar dan gita
__ADS_1
Gita memejamkan matanya membuang nafasnya kasar, dadanya naik turun menahan emosi, kalau tau akan diturunkan dipinggir jalan, harusnya ia tidak ikut dari tadi, mana rumahnya masih jauh lagi perlu waktu 40 menit lagi untuk sampai kerumahnya itupun jika tidak macet
"Bapak ngerjain saya ya?"
"Ya saya g tau jika rumah kamu sejauh itu, saya capek git"
Gita meradang mendengar ucapan asgar, dia merasa dipermai kan dan diperlakukan seenaknya saja, ia masih menahan emosinya
"Oke, saya pulang dulu terimakasih atas tumpangannya dan nih duet bapak saya g butuh" gita tidak menerima uang dari asgar, ia keluar dari mobil vanya dan membanting pintu mobil
"Maaf ya git" vanya membuka kaca mobilnya dan meminta maaf pada gita, vanya dan asgar berlalu pergi
"Dasar boss gila!!" gita berteriak memaki asgar, akhirnya gita menggunakan mobil online dari aplikasi
Asgar dan vanya pulang menuju kekediaman keluarga shawqi, asgar ssbenarnya tidak suka dengan apa yang dilakukan mommynya, ia masih belum bisa membuka pintu hatinya untuk siapapun
"Sayaaang mommy, i miss u so much" mommy menyambut asgar putra bungsunya seperti biasa, ia sangat merindukan putranya
"Terimakasih ya sayang sudah membantu tante" mommy beralih menyapa vanya
"Sini ayu duduk dulu" mommy mengajak vanya untuk duduk dan mengobrol
"Mom asgar bersih-bersih dulu ya, van aku keatas dulu"
"Oke baby, abis bersih-bersih turun ya sayang temenin vanya"
"Hmmmm" asgar menghembuskan nafasnya, ia paling tidak suka dipaksa untuk dekat dengan perempuan, karena memang hatinya belum bisa
Mommy dan vanya sedang asik mengobrol dan tak lama kemudian terlihat asgar turun dengan membawa beberapa tentengan
Asgar meletakkan paper bag yang ia bawa diatas meja didepan mommy
"Ini ole-olenya mom, semoga mommy suka"
"Waw, ternyata anak mommy tidak melupakan mommy, mommy selalu suka anything yang kamu belikan sayang" mommy meraih paper bag diatas meja
__ADS_1
"Mommy buka ya" mommy melihat asgar dan vanya
"Ya ampun sayang, kamu memang tah selera mommy, wah ada syal juga, thank you so much baby" mommy mencium asgar dan asgar tersenyum
"Dan apa ini?" sambung mommy melihat paper bag yang lainnya"
"Itu untuk daddy mom"
Mommy mencibir mengangkat kedua alisnya " kau juga membelikannya, good boy" mommy lagi-lagi mencium asgar
"Kau tidak membeli apapun untuk vanya as?" tanya mommy
"No tante, tidak apa-apa, lain kali asgar akan membelikannya" jawab vanya
"Haha...haha benar sayang lain kali asgar akan membekikannya untukmu, jadi ini hadiah dari tante sebagai terimakasih tantw sudah menjemput asgar" mommy memakaikan syal yang asgar belikan untuknya pada leher vanya
"No tante, tidak apa-apa, ini untuk tante saja, ini sangat bagus dan khusus asgar belikan untuk tante" vanya menolak pemberian mommy
"No sayang ini semua bukan pilihan asgar, i know my son, ia tidak biasa seperti ini, ini pasti pilihan gita right?"
"You know me mom" asgar tersenyum
Vanya dan mommy tertawa, ia tabu betul anaknya seperti apa, biasanya jika pergi keluar negeri ia memang tidak pernah membelikan apapun, yang asgar tahu hanyalah memberikan transferan atau card credit pada mommy dan membiarkan mommy berbelanja sesuai dengan keinginan mommy
Sore menjelang, vanya sudah pulang dari rumah asgar, mereka mengobrol banyak, mommy merasa sepertinya asgar akan terbiasa dengan kehadiran vanya, nyatanya mommy melihat asgar tidak tertanggu dengan kehadiran vanya, mommy akan lebih berusaha lagi untuk kedekatan putranya dan vanya, ia akan mencoba berbicara pada asgar nanti
.
.
.
Jangan lupa vote like dan koment
Semoga suka cerita dari pendatang baru ini ya 🥰🙏
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟🌟