Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
54


__ADS_3

Asgar bertemu dengan teman temannya mereka mengobrol asik dengan cerita lama dan juga cerita baru yang akan mereka diskusikan


"Jadi lo mau minta bantuan apa ni ma gue?" tanya aron. "Lama menghilang sekalinya muncul uda minta bantuan aja, hahahaa...." sambung aron menggoda asgar


"Siapin kuping lo biar g copot ntar pas ngedengerinnya" arvin juga ikut menggoda asgar dan yang digoda hanya melirik malas


"Maksudnya bro" tanya aron balik ia bingung dengan ucapan arvin


"Pak asgar ini minta bantuan lo perihal gebetannya" sambung ferdi yang juga meledek asgar, mendengar ucapan ferdi asgar mengerutkan dahinya


"Serius lo as, akhirnya temen gue bangkit" ledek aron


"Ngarang lo semua, gue cuma bantuin aja" elak asgar


"Bantuin atas dasar apa? karena dia sekretaris lo? 3 hari juga dia resign, trus atas dasar apa coba?" arvin semakin memojokkan asgar


"Sekretaris again?" tanya aron, pasalnya sarah juga dulunya sekretaris


"Bentar lagi jadi mantan sekretaris ar" ferdi terkekeh menggoda asgar


"Gue pulang ni ya" asgar mati kutu, ia ingin pulang karena terus saja digoda oleh sahabatnya


Ketiga temannya terkekeh, asgar menyerah dan ingin pulang


"Gitu aja ngambek, mau bantuan apa lo dari gue?" tanya aron mereka kembali ke mode serius


"Diego, gue mau lo pergi ke rumah bisnis diego, gue g tau disana dia bisnis apa dan gue mau lo cari tau soal itu"


"Kapan?"


"Besok lo sibuk g? gue mau secepatnya sebelum panggilan gita kedua, gue takut dia jadi terdakwa karena gita emang salah"


"Kenapa takut? suka lo kan?" tanya arvin


"Gue cuma bantuin man, kalian kenapa sih?"


"Yaaa kita g kenapa kenapa sih, cuma heran aja ama lo sejak kapan lo ikit campir urusan orang kalau bukan karena suka, lo nya aja yg belum sadar" lanjut aron


Asgar memakai kacamatanya, ia menyesap minumannya, ia memikirkan apa yang dibicarakan teman temannya, kemudian mereka lanjut mengobrol seputar bisnis dan lainnya

__ADS_1


*****


Malam harinya asgar tidak pulang kerumah, ia pergi kerumah gita, ia ingin melihat keadaan gita, ia juga membawakan beberapa makanan untuk gita, ntah kenapa ia ingin sekali melakukannya, ia khawatir dengan keadaan gita bahkan ia ingin menjaganya


Asgar masih bingung dengan perasaannya dengan gita, ia masih meyakini jika ia hanya mencintai sarah, sarah akan sedih jika ia mencintai wanita lain, tetapi tubuh dan hatinya menginginkan lain, ia selalu ingin ada didekat gita, hati dan pikirannya tidak sejalan bahkan sering kali perang batin


Tok...


Tok...


Tok...


Gita sedikit lama membuka pintu kostnya, ia hera siapa yang mengunjunginya malam malam begini, pikirannya hanyalah leo karena dulu hanya leo yang sering mengunjunginya


"Bapak? bapak ngapain?"


Asgar menyelonong masuk tanpa menghiraukan pertanyaan gita, gita tak menahannya


"Ini saya bawain makanan untuk kami, kalau sudah makan simpan saja unthk nanti jika kamu lapar" asgar meletakkan bungkusan yang ia bawa diatas meja


"Saya sudah makan pak, bapak bawa pulang aja ya, saya g makan malem soalnya"


Asgar membuang nafanya pelan, ia kesal dengan gita yang tidak berterimakasih dengannya karena telah susah payaj membawa makan malam untuknya, gita benar benar selalu membuat asgar kesal, tapi ia sayang gimana donk


"Eh jangan donk pak, mumbazir pak ya deh ntar saya makan, bapak nganterin makanan aja jauh jauh kesini?" tanya gita dengan polosnya


"Iya, gimana luka kamu?" asgar menarik tangan gita membuat gita duduk disebelahnya, ia ingin membuka baju gita tetapi gita menahannya


"Saya mau liat luka kamu"


"Uda g apa apa pak, uda saya kasi obat juga"


"Gimana caranya?"


"Ya dioles"


"Maksud saya gimana caranya kamu ngasi kan g nyampe tangan kamu"


"Olesin pake cottonbud lah pak"

__ADS_1


"Sini coba saya liat, ngeyel amat sih" asgar membalikkan tubuh gita, ia membuka sedikit baju belakang gita, gita menurut sambil mengerucutkan bibirnya


"Uda dioleskan pak besok juga sembuh"


"Ya uda bagus kalau gitu saya hanya memastikan kalau kamu harus segera sembuh dan bisa bekerja agar perusahaan saya tidak rugi"


"Diiih, saya juga bisa kerja besok kok pak, lagian waktu saya kerja kan cuma tiga hari lagi setelah itu saya bebaaasss hahahaa, bapak bukan lagi boss saya" gita berakting tertawa seolah ia senang jika ia bebas dari asgar dan asgar terlihat kesal dengan ucapan gita


Asgar menatap gita intens, gita menghentikan tawanya saat ia tau asgar menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan


"Iih bapak iih jangan natap saya kek gitu napa? ngeri tau" asgar melengos mengalihkan tatapannya, ia menghidupkan tv gita dan menontonnya, ntah apa yang akan dia lakukan dirumah gita


"Kamu harusnya bersyukur punya boss kek saya g mesum yang kayak diego" asgar berbicara santai, ia menyandar disofa sambil menonton tv


"Bikinin saya kopi donk" sambung asgar


"Saya kan sakit pak" gita tetap berdiri berjalan kedapur meskipun ngedumel


"Kamu bilang besok uda bisa kerja, berarti bisa donk bikin kopi"


"Bapak sekarang makin banyak bicara ya"


Asgae terdiam, ia baru menyadarinya, ia juga merasa demikian, ia merasa senang berdebat dengan gita, berada didekat gita membuatnya menjadi pria yang banyak bicara, kemana perginya asgar yang punya motto sedikit bicara banyak bekerja??


Gita kembali duduk dengan membawakan secangkir kopi panas dan beberapa makanan ringan


"Ni pak kopi dan cemilannya" asgar melihat gita sekilas lalu tersenyum dan menerimanya


"Bapak akhir akhir ini banyak bicara dan uda sering senyum ya"


Asgar memandang gita, gita yang dipandang sedemikian rupa menjadi salah tingkah


"Dan kamu akhir akhir ini sering salah tingkah" gita spontan menatap asgar dengan mengedipkan matanya, benarkah ia begitu? memalukan sekali, pikir gita


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa vote like dan koment


🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2