
Malam ini asgar pulang kerumahnya tepat pukul tujuh malam, ia memang belum makan malam, biasanya asgar selalu makan malam bersama keluarganya, walaupun ia tinggal sensirian dirumah asgar tetap akan makan malam dirumah.
Asgar masuk kerumahnya dan terdiam, ia melihat seorang gadis yang sedang mengatur makanan dimeja makan, ia melihat gadis itu mirip seperti sarah jika dilihat dari belakang
"Sarah......"
Gadis itu berbalik dan tersenyum lembut
"Hai as, sudah pulang? bersih-bersih dulu ya, setelah itu kita makan, tante ciara memintaku untuk mengurusmu, terutama mengingatmu untuk makan, jadi aku sekarang berada disini" vanya merentangkan tangannya
Asgar masih berdiri ditempatnya, ia hanya mengagguk lalu ia berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya, sesampainya dikamar, asgar mengeluarkan ponselnya dan menghubung seeorang
"Yes baby"
"Mom please. . . .bilangin ke vanya untuk tidak mengurusku, aku sudah besar mom, aku bisa makan sendiri lagi pula ada maid dirumah, ngapain mommy meminta vanya untuk datang kerumah?"
"Ooh vanya dirumah? bukan begitu sayang, mommy hanya tidak mau kamu telat makan atau makan sembarangan"
"Mom jangan beralasan, maid dirumah tau apa yang harus ia masak untuk asgar mom, please mom sudahla jangan berusaha menjodohkan asgar, asgar tau apa yang terbaik untuk asgar"
"Oke oke baby mommy akan menghubungi vanya nanti, tetapi malam ini biarkan ia makan dirumah bersamamu oke?"
"Mmm. . . bagaimana keadaan cucu mommy?"
"Ia baik-baik saja sayang, ia terkena 'dengue fever ' baiklah kamu jaga diri oke"
"Oke mom salam sama semuanya"
Asgar menutup panggilannya dan ia membersihkan dirinya untuk makan malam bersama vanya, tak lama kemudian asgar terlihat menuruni anak tangga, vanya yang menonton televisi mematikan televisi saat melihat asgar turun
"Sudah selesai? ayo kita makan" ajak vanys dan asgar mengangguk menuju meja makan
Vanya menyiapkan makan malam asgar, ia mengambilkan nasi serta lauk pauk untuk asgar dan asgar menerimanya, mereka persis seperti sepasang suami istri yang sedang makan bersama, mereja memulai makan malamnya
"Ehem...van, setelah ini aku minta lagi mengurus makan minumku, aku sudah besar dan aku bisa sendiri"
__ADS_1
Seketika vanya terdiam, ia terlihat sulit menelan makannanya, ia hanya mengangguk pelan, ia terus menunduk melanjutkan makanannya, vanya sudah senang bisa melayani laki-laki pujaan hatinya, ia berharap asgar akan luluh
Asgar menyelesaikan makannya, ia berdiri dan melihat vanya
"Setelah ini pulanglah, aku akan beristirahat dan lusa aku akan menemanimu kepesta temanmu"
Asgar merasa ia tidak perlu berterimakasih kepada vanya, karena ia tidak memintanya, setelah membuat luka dihati vanya ia manaiki anak tangga untuk beristirahat dikamarnya
Sementara vanya melihat asgar berjalan menuju kamarnya, vanya menghela nafasnya pelan, ia tau tidak mudah untuk menggoyahkan asgar, ia sangat tau jika sarah masih bersemayam dihati asgar, vanya memilih pulang dan ia berdoa agar asgar membuka sedikit hati untuknya
Asgar melakukan ritual malamnya, ia merenungi fotonya bersama sarah, hampir setiap malam ia melakukan ini
"Andai saja tadi kau yang melayani ku, aku akan sangat senang" asgar membuang nafasnya pelan
Ting. . .
Ponsel asgar berdenting menandakan ada pesan masuk
"As, gue tunggu dicafe biasa ya, gue ada info soal diego"
"Oke" asgar bersiap, dia akan menjumpai lena disalah satu cafe tempag mereka biasa kumpul dulu, asgae meninggalkan foto sarah begitu saja diatas tempat tidurnya
*****
"Sayang please, damai oke, kamu belum tau siapa diego"
"Leo dia menginginkan tubuhku, jika aku menjadi sekretarisnya kembali maka ia bisa berbuat seenaknya padaku, pria bajing*n itu akan mengancamku dengan ini" gita memberikan surat panggilan penyidikannya dengan kasar, ia tidak habis pikir dengan leo kekasihnya
"Ya trus kamu maunya gimana? mau dipenjara?"
Gita memejamkan matanya, ia menghembus nafasnya kasar "Jika tidak bisa membantuku, setidaknya dukung aku"
Leo terdiam, ia tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya ia meninggalkan gita sendirian
"Aku pergi dulu, pikirkan lagi tawaranku sayang" leo pergi dengan mengecup kepala gita, gita hanya diam saja membiarkan leo pergi
__ADS_1
*****
"Hai len, hai fer apa yang terjadi? apa yang kalian dapatkan?" tanya asgar, ia sudah sampai dicafe tempat janjiannha bersama lena
"Semangat banget lo? tumben ngurusin masalah orang" ledek ferdi
Asgar melirik ferdi tetapi tidak menanggapinya
"Jadi gini as, setelah gue pulang dari ketemu lo dan gita, gue kan balik lagi tu keperusahaannya si diego, nah....."
Flasback...
Leja yang sudah hampir memasuki gerbang perusahaan diego menghentikan mobilnya, ia melihat jika diego dan asistennya memasuki mobilnya untuk pergi kesuatu tempat, jadi lena berinisiatif untuk mengikuti diego
Ternyata diego pergi kesebuah rumah yang menurut lena lumayan jauh dan terlihat sepi, lena mengikuti sampai akhir, rumah besar itu terlihat seperti rumah biasa tidak megah atau bertingkat, tetapi terlihat ramai pengunjung
30 menit lena memperhatikan rumah itu dari jarak aman, ia memperhatikan mobil yang keluar masuk, rumah itu juga punya penjagaan ketat, siapa yang masuk dan keluar akan diperiksa terlebih dahulu
Flasback off
"Sayang, kamu pergi sendirian?" ferdi terkejut mendengar istrinya yang nekad menguntit diego, lena hanya tersenyum memamerkan gigi putihnya
"Ya gimana yank, aku kan penasaran, g lagi deh janji" lena memegang tangan ferdi suaminya, asgar hanya memperhatikan kemesraan dua manusia itu
"Uda sayang jangan mesra-mesra didepan jomlo sejati" ferdi menggoda asgar, lena terkekeh mendengar ucapan suaminya
.
.
.
Jangan lupa vote like dan koment
Semoga suka ya dengan ceritanya
__ADS_1
Terimakasih 🥰🙏
🌟🌟🌟🌟🌟