
Mata Alina tidak putus-putus nya memperhatikan Alfa.Dia merasa tertarik pada ketampanan Alfa , apa lagi seperti yang telah di ucapkan oleh Rihana. Bahwa dia adalah pemimpin di perusahaan tempatnya berkerja
"Rin, aku haus! Bisakah kamu belikan aku minuman diluar? " minta Alina.
"Baiklah, kamu tunggi disini dulu! " saat Rihana melangkah keluar Alfa menyusul nya dari belakang.
"Rin! " langkah Rihana tertahan karena panggilan Alina.
"Bisa tidak salah satu dari kalian berada di sini, aku takut! " Alina mulai memasang siasat.
Rihana memandang Alfa.
Dan Alfa faham, apa arti dari maksud pandangan Rihana itu.
"Tuan boleh kan? " tanya Rihana.
"Baiklah, tapi kamu harus cepat! " Alfa pun kembali berbalik menuju bangku yang ada di sudut kamar itu.
Melihat lelaki itu yang tinggal, Alina merasa senang. Senyum nya terus saja terpasang.
"Kali ini, aku mau mengambil perhatiannya! " batin Alina.
Merasa tidak ada apa yang bisa dia buat, Alfa mengeluarkan ponselnya.
Dia menscrol layar ponselnya. Dan
__ADS_1
"Brukkk! "
Fokus Alfa terpecah setelah mendengar suara seperti jatuh. Saat melihat kedepan.
Alfa bangkit dan segera menghampiri Alina yang terjatuh dari tempat tidurnya.
"Kenapa kamu bisa terjatuh? " tanya Alfa.
"Aku hanya ingin ke kamar mandi! " jawab Alina.
Alfa membantu Alina berdiri dan memapahnya menuju kamar mandi.
"Terimakasih sudah membantu ku! " ucap Alina lirih dan tak lupa senyum agar terlihat menarik .
"Aku hanya bisa membantu mu sampai sini saja! " Alfa membuka gagang pintu kamar mandi dan melepaskan tangan nya dari Alina.
Setelah Alina masuk kedalam kamar mandi, Alfa pun pergi meninggalkan kamar itu. Dia merasa risih ketika bersentuhan dengan orang baru, apa lagi orang itu seperti memiliki maksud tersembunyi.
Alfa berjalan sendiri menyusuri lorong rumah sakit.
Tak jauh dari tempatnya. Rihana memperhatikan Alfa yang saat berjalan begitu berkarisma. Apa lagi saat Alfa serius dalam bekerja, wanita mana pun pasti akan terpikat dengan wajahnya apa lagi soal materi.
"Deerrttt deerrtt deerrt! getaran ponsel Alfa.
Dia usap teleponnya dan meletakkan di telinganya.
__ADS_1
Ntah apa yang iya bicarakan di telepon itu. Rihana berjalan menghampiri Alfa yang membelakanginya.
Ketika Rihana ingin menyapanya.
"Terima kasih atas info mu, jangan lupa beri kabar terbaru! " ucap Alfa dan mengakhiri teleponnya.
Saat dia berbalik.
"Astaga! " Alfa kaget karena Rihana sudah berada di belakangnya tanpa suara.
"Tuan kenapa diluar, bukannya tadi saya minta tolong ingin menjaga teman saya? tanya Rihana.
" Aku ada telepon tadi, jadi pilih keluar dulu! " alasan nya.
"Emm, Ayo kita kembali kedalam" ajak Rihana.
"Kamu saja yang kedalam, aku lebih suka diluar. Aku tunggu di parkiran! " ucap Alfa dan pergi begitu saja.
Merasa sikap Alfa seperti itu hal yang biasa, Rihana tidak merasa curiga apapun.
"Ini minum kamu! " Rihana meletakkan minuman di meja kecil samping ranjang.
"Minumlah! " ucap Rihana sambil menyeruput minuman yang iya beli juga untuk nya.
"Maaf Rin, aku sudah tidak haus lagi ! " ucap Alina senyum nyengir.
__ADS_1
"Kamu! Aku capek loh berjalan keluar demi kamu. Setelah dibeli kamu bilang tidak haus! " Rihana tampak kecewa.
"Bukan, bukan begitu maksud ku Rin. Tadi aku baru minum obatnya, sedikit ngantuk rasanya. Aku mau tidur dulu! " Alina membelakangi Rihana yang masih berdiri disamping nya.