Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
SEASON 2.eps.104.GERAKAN TAK TERDUGA


__ADS_3

Sepulangnya dari acara pesat yang benar-benar meriah itu. Rihana terlihat diam saja saat menuju pulang.


Alfa seperti biasa, tidak banyak bicara hanya melihat-lihat ponselnya saja.


Merasa sunyi, Alfa kembali memasukkan ponselnya.


"Rihana!" panggil nya.


Antara sadar atau tidak, Rihana tidak menyahut panggilan Alfa.


"Apa kamu tuli? " tanya Alfa.


Pertanyaan Alfa membuat Rihana tersadar.


"Ha.Iya tuan! Ada apa? " tanya Rihana.


"Apa kamu sengaja mengabaikan ku? "


Bibir Rihana manyun.


"Saya tidak mengabaikan tuan. Hanya saya tidak mendengar apa yang tuan bicarakan! "


"Kenapa kamu cemberut begitu? Dan semenjak kita keluar dari pesta tadi, kamu hanya memilih diam dan tak mau bicara atau sekedar melihat ku! " pungkas Alfa.


Rihana menundukkan kepalanya, memintal-mintal tepi baju nya.


Alfa memperhatikan sifat Rihana yang lebih mirip seperti anak kecil yang sedang merajuk.


"Apa ada yang membuat mu tidak nyaman? " tanya Alfa.


"Tidak! " Rihana menggeleng.


"Terus, kenapa kamu seperti sedang menahan sesuatu? " tanya Alfa mencercanya.


"Saya tidak apa-apa tuan! " jawab Rihana tapi sorot matanya mengisyaratkan lain.


"Kamu ingin bermain dengan ku? " Alfa mendekatkan wajahnya ke hadapan Rihana, sehingga membuat Rihana terdiam dan nafasnya seakan tersekat.


Mata mereka saling bertatapan, Rihana menjadi gerogi dan berusaha menjauhkan tubuhnya dari hadapan Alfa.


Tapi usaha nya sia-sia, karena mereka sedang berada didalam mobil. Alfa semakin mendekat, karena tidak memiliki cara lain dan Rihana terlanjur merasa di kekang.


Rihana memejamkan matanya.


"Apa yang tuan ingin kan. Mohon tuan mundur sedikit! " ucap Rihana sembari mata tertutup.


Tapi Alfa malah semakin mendekat, hembusan nafas Alfa begitu terdengar di telinga Rihana. Membuat jantung Rihana berdetak tak karuan.


Merasa seperti di intimidasi, Rihana mendorong tubuh Alfa dengan kuat. Masih dengan mata terpejam, Rihana mendorong tubuh Alfa dengan asal.


"Maaf tuan! " ucap Rihana dan membuka matanya sebelah.


"Hoooo! Maafkan saya tuan, saya tidak sengaja. Tuan terlalu dekat sehingga saya susah bernafas! " Rihana terperanjat melihat Alfa yang sudah berada di bawah kaki nya.

__ADS_1


Dia berusaha membantu Alfa untuk duduk kembali di kursi.


Alfa terlihat biasa saja setelah Rihana mendorong tubuhnya dengan kuat.


"Apa kamu sudah puas? " tanya Alfa sembari mengusap celananya.


"Saya tidak bermaksud ingin melakukan nya. Tapi tuan yang membuat saya merasa serba salah! " ujar Rihana membela diri.


Pandangan Alfa kembali terpusat pada Rihana.


"Apa kamu benci dengan ku? " tanya Alfa lagi.


"Tidak tuan, bagaimana mungkin saya membenci tuan. Sedangkan saya bekerja di perusahaan tuan sendiri! " kelah Rihana.


"Tapi kenapa seperti nya kamu ada dendam dengan ku? " Alfa semakin membuat Rihana terpojok.


"Bukan tuan , saya hanya kesal! " jawab Rihana ceplos.


Sontak saja Rihana menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Bukan, bukan seperti itu tuan! "


"Saya membuat kamu kesal. Ayo jelaskan dimana letak kesal mu?" ujar Alfa.


Rihana menurunkan kedua tangannya.


"Kenapa saat di pesta tadi, di depan teman tuan, tuan mengatakan saya adalah calon istri tuan? " jelas Rihana.


Mendengar ucapan Rihana, membuat Alfa tersenyum.


"Kenapa dada ku tidak bisa tenang? " batin nya.


"Saya mengatakan seperti itu, karena saya tidak suka orang-orang bertanya terlalu banyak tentang hal pribadi ku. Dengan menjawab seperti itu, mereka tidak akan bertanya lagi karena sudah jelas! " ujar Alfa.


"Tapi tuan, itu menyangkut pada diri saya juga. Jika suatu saat saya menemukan jodoh, dan mereka mengetahui tentang hubungan yang tidak pernah ada itu. Maka mereka akan menganggap aku adalah wanita yang mudah di buat permainan? " ucap Rihana.


"Apa kamu takut, masa depan mu menjadi buruk. Hanya karena ucapan ku tadi? " tanya Alfa balik.


"Hemm! " gumam Rihana mengangguk.


Alfa tersenyum dan kembali mendekatkan wajahnya pada Rihana. Kembali tubuh Rihana bergeser ke belakang.


"Kalau memang kamu takut di cap seperti itu, apa kamu mau kita pacaran sungguhan? " tanya Alfa berbisik.


Mata Rihana membulat mendengar ucapan Alfa barusan. Dia merasa tidak percaya bahwa atasan nya itu akan mengatakan hal seperti itu.


Tiba-tiba mobil oleng ke kanan, membuat tubuh Alfa terhuyung ke arah Rihana.


Dan kejadian yang tak terduga tidak bisa dihindari. Bibir Alfa menyentuh pipi Rihana.


Jantung Rihana semakin berdetak kencang, tubuhnya terasa bergetar.


Sontak saja membuat Alfa menarik wajahnya dari hadapan Rihana.

__ADS_1


"Sami! Apa yang kau lakukan? " tanya Alfa.


"Maaf kan saya tuan ! Tadi saya menghindari kucing yang ingin menyebarang! " jawab Sami.


"Apa matamu tidak dipakai? " tanya Alfa merasa malu.


"Maafkan saya tuan! " ujar Alfa.


Alfa menjauh dari Rihana, dan jarak mereka sekarang cukup untuk dua orang lagi di tengah-tengah.


Kali ini, Alfa tidak bisa berkutik pada perasaannya. Karena sentuhan yang tak terduga, membuat jantung Alfa berdetak kencang.


Sementara Rihana merasa panas menerpanya di area wajah. Dia merasa suhu pendingin di dalam mobil seperti tidak berfungsi.


Rihana mengipas-ngipaskan tangan kanan pada wajahnya.


Alfa yang lebih pandai menyembunyikan perasaan terlihat santai sembari menyilangkan kedua kakinya dan juga kedua tangan yang bersedekap di kedua dadanya.


Mobil pun berhenti tepat didepan rumah sederhana.


Rihana tidak menyadari bahwa dia telah sampai ditujuan.


"Nona, kita susah sampai! " ujar Sami.


Suara Sami menyadarkan Rihana dari pikirannya.


"Ah, kita sudah sampai! " Rihana bergegas membuka pintu mobil dan mengambil paper bag tempat baju yang iya pakai siang itu.


"Terima kasih! " ucap Rihana pada Alfa yang mencuri pandang saat Rihana turun.


Setelah pintu mobil di tutup, Sami pun kembali menjalankan mobilnya.


Alfa meletakkan tangan kanannya di dada.


"Kenapa dada ku tadi tidak karuan, apa yang terjadi tadi? Kenapa aku menjadi serba salah saat menyentuh pipinya? " batin Alfa sembari bibirnya tersenyum.


Sami yang mengintip melalui cermin depan pun ikut tersenyum. Selama dia bekerja bersama Alfa, tidak pernah sekali pun Alfa mau satu bangku dengan para sekretaris nya.


Dan bahkan tidak pernah membawa mereka mengunjungi pesta besar apa pun. Kecuali pesta perusahaan.


Saat sampai di rumah, Rihana langsung melemparkan tubuhnya pada tempat tidur nya.


"Tempat ternyaman! "


Merasa lelah karena pekerjaan dan juga saat dipesta. Membuat Rihana tidak punya mood untuk membersihkan dirinya. Hanya hitungan detik, matanya mulai menutup menuju alam mimpi.


Lain cerita dengan Alfa yang setibanya dirumah, hal yang paling penting dia lakukan adalah membersihkan diri dengan mandi dan berendam air hangat.


Pikiran nya masih saja terngiang dengan kejadian di mobil tadi. Dia tersenyum membayangkan wajah Rihana saat bibirnya menyentuh pipi imut Rihana.


Alfa meraih telepon rumah yang ada di kamarnya, dan menekan nomor telepon Rihana.


Tidak ada sambutan apapun. Kembali Alfa menghubungi nya ,masih tetap sama. Terhubung tapi tidak di angkat.

__ADS_1


Alfa meletakkan teleponnya kembali, dan memilih untuk merilekskan tubuhnya di bath up.


__ADS_2