Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
SEASON 2.eps.98.KUNJUNGAN DADAKAN


__ADS_3

Hari masih pagi, Rihana masih begitu betah di tempat ternyamannya.


"Tok tok tok! " sebuah ketukan di pintu.


Rihana mendengar suara itu, tapi oya semakin menekan bantal yang sengaja di timpakan untuk menutupi telinganya.


"Tok tok tok! " suara itu terus saja mengganggu.


Rihana pun bangkit dan membuang bantal itu kesembarang arah.


"Ada apa?" tanya nya dari dalam.


"Ada teman mu yang datang! " ucap ibunya.


"Teman siapa pagi-pagi begini ? " Rihana kesal karena ritual istirahatnya terganggu.


Dengan malas dia pun bangkit juga. Saat membuka pintu kamar, mata menyisir ruang tamu.


Dan terlihat seorang lelaki yang sudah rapi sedang duduk di sofa.


Setelah terlihat jelas siapa yang ada di sofa itu.


"Brukkk! " Rihana kembali menutup pintu dengan kuat.


"Tuan Alfa! apa yang dilakukan pagi-pagi begini? "


Rihana menuju cermin dimeja kecil nya dan melihat wajahnya di cermin. Mengambil sebuah tisu dan mengelap minyak yang ada di wajahnya.


Menambahkan sedikit bedak di pipinya, agar tidak terlihat seperti baru bangun tidur.


Merasa cukup, Rihana pun keluar.


"Tuan Alfa, ada apa kesini? " tanya Rihana dan duduk di seberangnya.


"Maksud saya datang kesini, ingin mengajak mu pergi!" jelas Alfa.


"Pergi! Kemana? Bukan kah ini hari libur? " Rihana masih kesal dan dia sengaja bicara seperti itu.

__ADS_1


"Karena hari libur, aku memiliki waktu untuk mengajakmu! "jawab Alfa dengan senyuman.


" Huuffff. " Rihana menarik dalam nafasnya.


"Bersiap-siaplah, aku tunggu! " ucap Alfa.


"Tapi tuan, aku i.... "


"Sudah lah, kamu pergi saja! " celetuk ibu Rihana yang tiba-tiba datang.


Rihana tidak bisa menyembunyikannya rasa kesalnya. Dia melangkah dengan hentakan kaki yang sedikit keras.


"Maafkan kelakuan Rihana, dia memang seperti itu." ucap Ibu Rihana.


Rihana pun mandi dengan cepat, memilih pakaian ala kadarnya. Karena dia memang tidak memiliki niat untuk pergi kemana pun


"Ayo kita pergi! " ucap Rihana yang baru saja keluar dari dalam kamar.


Ibu Rihana mengedarkan pandangannya.


Melihat penampilan Rihana yang ala kadarnya. Membuat ibu nya merasa ingin marah. Rihana seperti tidak menghargai ajakan Alfa.


"Aku yakin bu! " jawab Rihana.


"Tidak apa-apa tante, tidak masalah bagi saya! " potong Alfa sembari senyum.


"Ayo kita pergi! " ajak Alfa.


Mereka pun pamit pergi dengan ibu Rihana.


Saat di perjalanan.


"Kenapa hari ini kamu seperti nya berbeda? " tanya Alfa.


Rihana hanya menoleh ke kaca mobil tanpa ingin menjawab pertanyaan dari Alfa.


Karena tidak kunjung menerima jawaban. Alfa menambah kecepatan mobilnya. Sehingga setiap yang mereka lalui tidak begitu jelas.

__ADS_1


"Apa yang tuan lakukan? Apa tuan ingin kita mati? " tanya Rihana panik dan takut.


"Ku mohon berhenti lah! " minta Rihana.


Alfa pun mengurangi kecepatannya.


"Kalau kamu seperti itu, aku juga bisa lebih gila! " celetuk Alfa.


Rihana memegang dada nya yang masih berdetak kencang karena ketakutan.


"Apa yang membuat kesal, dan bahkan kamu seperti tidak menyukai kedatangan ku? " tanya Alfa.


"Aku kesal dengan tuan, yang datang saat hari libur ku. Padahal aku ingin menghabiskan waktu di tempat tidur! " jelas Rihana.


"Hahah! " Alfa tertawa.


"Kamu seperti anak sekolah yang bangun nya siang hari dan langsung makan! " ejek Alfa.


Bibir Rihana mengerucut.


"Aku mau membawa mu bertemu orang tua ku. Mama meminta untuk menjemput mu! " ujar Alfa.


"Tante! Ada apa dengan tante? " Rihana penasaran.


"Mama tidak apa-apa, hanya saja dia ingin berbicara sesuatu pada mu! "


Rihana pun hanya diam setelah mendengar penjelasan Alfa.


Mereka pun tiba di halaman keluar Hudson. Rihana segera keluar dan mencari sosok keberadaan mama Alfa.


Saat di ruang keluarga.


"Selamat datang! " sambut Rihana yang tiba-tiba sudah ada di depannya.


Rihana menyambut tersenyum.


"Duduk lah dulu! " Vivian mempersilahkan.

__ADS_1


Mereka semua pun duduk.


__ADS_2