Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
SEASON 2 eps. 83.ALFA YANG SEDINGIN GUNUNG EVEREST


__ADS_3

24 tahun berlalu, Alfa sudah tumbuh besar menjadi anak yang cerdas dan berbakat.


Sementaea Vanesa adiknya tumbuh menjadi gadis yang manja dan cantik.


Willi sudah tidak muda lagi, perusahaan diganti kan oleh anaknya Alfa.


Dalam kepemimpinan anaknya, parusahaan itu semakin maju dan sudah membuat cabang di beberapa negara lainnya.


Tapi berbeda jauh dengan Willi Hudson sebelumnya.


Alfa sangat dingin, dan bahkan lebih dingin dari puncak gunung Everest.


Dia hanya akan bersikap lembut pada adik dan mama nya saja.


Sementara Robby dan Liana di karuniai dua orang anak laki-laki. Yang pertama Steven dan kedua Justin.


Mereka hanya berjarak dua tahun. Robby dan Liana berencana tidak menunda memiliki anak. Karena umur mereka yang tidak lagi muda.


Steven dan Vanesa begitu akrab dalam berteman. Karena mereka hanya berjarak 1 tahun lebih.


Hari ini Alfa berencana akan berjumpa dengan klian di salah satu restoran X yang ada di pusat kota Z.


Seorang wanita dengan baju terusan putih , berjalan masuk menuju restoran X. Dia terlihat seperti mencari seseorang. Sambil melihat ke ponsel nya dan mamandang satu persatu pengunjung pria yang ada di sana.


Setelah memastikan nomor meja yang sudah di booking. Rihana melihat seorang laki-laki duduk sendiri sedang memperbaiki rambutnya.


"Kenapa orang yang di foto beda? " batin Rihana.


Tidak ingin meneruskan langkahnya, bahkan Rihana ingin memutuskan mundur.


Laki-laki yang sedang menunggu memandang ke arah nya. Sontak saja membuat Rihana ingin bersembunyi. Tidak tahu kemana , dia memutuskan bersembunyi di balik pot bunga hias yang cukup besar.


Sambil berjongkok, Rihana berusaha melihat lelaki yang sedang menunggu nya dari balik pot tersebut.


Karena sempat melihat kelibat Rihana, lelaki itu bangkit dari duduk nya dan berusaha mendatangi Rihana.


Rihana sudah tidak punya cara lain untuk menghindar. Andai pun dia lari pria itu pasti akan melihatnya juga.


Rihana menoleh ke meja yang ada di sisi kiri nya. Melihat sosok pria yang tak dikenal nya. Rihana memutuskan untuk duduk di meja yang sama dengan pria tersebut.


Pria didepan nya begitu dingin, melihat Rihana yang tiba-tiba duduk. Pria itu bangkit dan ingin pergi. Entah apa yang dipikirkan oleh Rihana. Dia menahan tangan lelaki itu.


"Ku mohon, duduk lah sebentar. Hanya sebentar, setelah itu aku akan pergi! " Rihana memohon pada pria dingin tersebut.

__ADS_1


Pria itu adalah Alfa, dia berusaha melepaskan tangan Rihana. Tapi tidak semudah yang iya pikirkan.


Saat pria tadi semakin mendekat ke arah Rihana. Karena tidak ada cara lain , tanpa aba-aba dan pikir panjang. Rihana mencium Alfa dan memeluk tubuh nya.


Untuk sesaat mereka saling terdiam.Pria yang sedang menunggu Rihana tadi, memandang nanar pada Rihana karena mencium pria lain di depannya.


Pria itu menarik tangan Rihana, sehingga pegangan Rihana pada Alfa terlepas.


Alfa pun mengelap bibirnya dengan sapu tangan,dan membuangnya.


"Wanita gila! " umpat Alfa.


"Apa yang kau lakukan pada pacar ku? " tanya lelaki gemuk yang dijodohkan dengan Rihana.


Rihana melemparkan tangan lelaki itu. "Sejak kapan aku jadi pacarmu? "


"Bukan kah selama ini kita sudah jadian. Kenapa di saat kita ingin bertemu kamu bahkan mencium pria lain didepanku? " pria gemuk itu tampak murka.


Tidak ingin masuk dalam masalah, Alfa memutuskan untuk pergi.


Melihat Alfa sudah melangkah meninggalkan mereka. Rohani meninggalkan lelaki gemuk tadi sendiri dan berlari mengejar Alfa.


"Aku minta maaf, pria tadi adalah kekasihku." ucap Rihana dan pergi.


Pria gemuk itu terlihat kesal, karena masih belum terima dengan kenyataan. Dia berusaha mencari Rihana. Tapi seperti di telan bumi, Rihana sudah tidak terlihat.


Hati nya sudah merasa sedikit panas, karena merasa sial. Tak ada angin atau pun hujan seorang wanita sudah menciumnya.


Alfa menuju mobil dan ketika hendak pergi dari parkiran. Wanita itu sudah menghadang mobil Alfa dari depan. Sontak saja membuat Alfa menekan rem nya yang hampir menabrak wanita itu.


Karena sudah kesal, Alfa pun keluar dari mobil serta membanting pintunya.


"Apa kau sudah gila, ingin cari mati? " rutuk Alfa.


"Tuan, aku hanya ingin minta maaf atas kejadian tadi! " ucap Rihana.


"Apa kau tahu, kau hanya wanita gila . Dan hari ini aku merasa sial telah bertemu dengan mu! " Alfa terlihat marah.


Tak ingin panjang lebar, Alfa kembali berjalan menuju mobil nya.


"Rihana! " panggil lelaki gemuk sebelum nya.


Belum sempat Alfa masuk kedalam mobil. Rihana sudah lebih dulu menyambar gagang pintu mobil dan masuk.

__ADS_1


Pria gemuk tadi pun terlihat, dia mengedarkan pandangan ke sekeliling untuk mencari keberadaan Rihana.


Alfa memutuskan untuk tidak jadi masuk.


"Hei kau! " panggil Alfa pada pria gemuk tadi.


Pria itu melihat kiri dan kanan. Karena tidak ada orang lain dia pun maju melangkah ke hadapan Alfa. Rihana yang didalam mobil menundukkan wajahnya.


"Apa kau mencari kekasih mu? " tanya Alfa.


"Iya! " jawab lelaki itu.


Alfa berjalan ke pintu samping dan membuka nya.


Alfa memanggil pria gemuk itu dengan isyarat tangan. Pria itu pun beralih dari tempatnya.


"Ini kekasih mu, dan kuharap kamu harus menjaganya. Jangan sampai mengganggu orang lain."


Rihana yang hanya bisa terdiam, keluar dari mobip dengan wajah yang tak bisa di katakan.


"Dasar lelaki sinting , apa salahnya memberikan aku tempat untuk sembunyi sebentar!" bermonolog.


"Rihana, kenapa kamu bisa ada didalam? Ayo kita pergi! "ajak pria gemuk tersebut.


Rihana memancarkan pandangan yang ingin mencabik seluruh tubuh lelaki dingin itu.


Alfa kembali masuk kedalam mobil, saat melewati Rihana dan pria gemuk tadi. Dia hanya melambaikan tangan dari pintu mobil.


Rihana hanya bisa memukul angin.


"Kamu, kenapa terus-terusan mengejarku? Aku tidak suka padamu! " bentak Rihana.


Pria gemuk itu merasa terpukul atas ucapan Rihana yang cukup menyakitkan.


Rihana pergi meninggalkan nya, dia hanya bisa memandang kepergian Rihana sehingga hilang bersama taksi yang membawanya.


Saat tiba di mansion keluarga Hudson. Alfa melewati kedua orang tuanya yang sedang duduk di halaman depan.


"Alfa, kamu sudah pulang sayang. " ucap mama nya.


Tak menghiraukan ucapan mama nya. Alfa terus saja berjalan sembari membuka jas dan dasinya.


Vivian merasa anaknya itu terlihat sedang tidak baik-baik saja. Dia memilih untuk tidak bertanya dulu pada anaknya.

__ADS_1


Di dalam kamar, Alfa terlihat mencuci bersih seluruh tubuhnya berulang kali. Entah apa yang membuat dia merasa jijik, sehingga mandi sekali tidak akan cukup.


"Wanita sialan, jika bertemu lagi akan aku beri pelajaran!" umpat Alfa.


__ADS_2