Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
eps 18.BERTEMU DUO BUJANG


__ADS_3

Dua minggu berlalu.


Duo bujang lapuk sudah lama juga tidak berkunjung ke kantor Willi.


"Tok.. tok... tok..! " sebuah ketukan dipintu.


"Masuk..! " jawab suara dari dalam.


Pintu terbuka, dan masukkan duo bujang.


"Hai bro, apa kabar.?" sapa Sebastian.


"Aarrrhh.Kenapa mereka harus datang hari ini! " Willi memijit batang hidungnya.


"Kenapa, sepertinya kamu tidak senang melihat kami senang? " tanya Brian.


"Bukan seperti itu..! Kenapa kalian tidak memberitahu dulu kalau mau kesini? " ucap Willi dengan wajah yang tidak bisa ditebak.


"Kan, biasa nya juga seperti ini. Kamu tidak pernah melarang kami walau datang dadakan.! " bebel Sebastian lagi.


"Ah sudah lah, apa yang membuat kalian datang kesini? " tanya Willi sembari meletakkan penanya.


"Biasa, kami sudah lama tidak mendengar kabarmu. Ingin mengajak mu keluar, tapi sudah dipastikan kamu akan menolak.! " ucap Sebastian.


"Ah, saat ini aku banyak pekerjaan. Dan malam, aku istirahat lebih awal! " jawab Willi dengan santai sambil memutar kursi kebesaran nya.


"Tok.. tok.. tok..! " suara ketukan pintu.


"Siapa..? " tanya Willi.


"Saya Vivian tuan membawa minuman..! " jawab suara dari luar.


"Kenapa perempuan ini yang membuat air? " batin Willi.


"Mungkin mereka tidak akan mengingat nya lagi.? " fikir Willi.


"Masukkah..! " jawab Willi.


"Ceklekk..! " suara pintu terbuka.


Vivian masuk dengan membawa nampan berisi dua cangkir teh.


Meletakkan kedua cangkir itu di atas meja. Mata Brian memperhatikan Vivian dengan seksama.


Tanpa Brian sadari, Willi mencuri pandang dengan nya.


Ketika Vivian ingin berjalan keluar "Tunggu..! " panggil Brian.


Vivian terhenti, dan menoleh ke belakang.


"Ka-kamu, kenapa aku seperti pernah melihat mu? 'tanya Brian.


Sebastian melihat ke arah Brian " Apa kamu kenal dia? " tanya Sebastian.


"Eemmm, aku tidak pasti. Tapi sepertinya aku pernah bertemu dengan nya! " Brian masih berfikir.

__ADS_1


"Eekhhh... Eheemmm...! Mungkin kamu salah ingat, didunia ini banyak orang yang hampir terlihat sama..! " ucap Willi sembari menyuruh Vivian keluar dengan tangan nya.


Vivian mengerti , dan segera pergi tanpa melihat kebelakang lagi.


Brian melihat Vivian keluar "Tunggu nona, aku ingin bertanya dengan mu! " ucap Brian.


"Sudah lah, kamu yang terlalu banyak bermain dengan wanita. Sehingga setiap wanita yang kamu lihat semua mungkin sama! " ujar Willi dan berpindah duduk di sofa.


Di luar Vivian masih bingung "Siapa mereka, dan kenapa orang tadi mengenal ku..? " fikir Vivian.


"Kenapa harus aku yang membuat minuman. Bukan kah itu tugas OB.! " batin Vivian.


"Willi, bagaimana kalau akhir bulan ini kita pergi bersama-sama.! " usul Sebastian.


"Pergi..! Kemana? " tanya Willi.


"Ke pulau X, disana tempatnya indah. Mungkin kita bisa cuci mata! " ucap Brian.


"Cuci mata pakai air , buat apa jauh-jauh kesana! " sanggah Willi.


"Ah, susah bicara dengan orang yang kurang pergaulan! " ucap Brian.


"Willi, cuci mata itu hanya istilah saja.Maksud nya, disana banyak cewek-cewek cantik! " ucap Sebastian.


"Aku tidak tertarik dengan wanita yang seperti kalian bayangkan.! " ucap Willi tegas.


"Kamu yakin tidak tertarik? Mana tahu ada satu yang mirip dengan mantan mu? " ujar Brian.


Willi terdiam sejenak, dan air wajahnya berubah seketika.


"Kenapa kamu menyebut mantan nya? " Sebastian menarik tangan Brian marah.


Willi bangkit dari duduk nya "Aku masih banyak kerja, kalau kalian masih ingin disini silahkan. Tapi aku harus menyelesaikan pekerjaan ku..! "


Sebastian dan Brian saling bertatapan. Mereka sudah faham dengan maksud Willi.


Dengan suasana tak sedap hati "Willi, kamu pulang dulu. Lain kali kita bertemu lagi! " ucap Sebastian.


Willi tidak merespon, dia hanya memandang kepergia kedua teman nya itu.


Willi menekan tombol yang ada ditelepon kantor "Robby, ke ruangan ku sekarang! " pinta Willi.


Karena jarak ruangan kedua nya tidak jauh, Robby sudah berada didepan pintu ruang Willi.


"Beri tahu security, bila Sebastian dan Brian datang lagi tanpa sepengetahuan ku. Bilang saja aku tidak ada di tempat! " perintah Willi.


"Baik tuan! "


Karena tidak ada lagi perintah, Robby pun ingin keluar.


"Tunggu..! " panggil Willi.


"Ya Tuan..! " Robby menghentikan langkahnya.


"Kenapa yang membuat teh harus Vivian, apa itu memang tugas dia? " tanya Willi.

__ADS_1


"Maaf tuan, harusnya yang membuat minuman ada OB! " jelas Robby.


"Kamu harus selesaikan masalah ini, jangan sampai aku lihat Vivian yang membuat minuman lagi! " ancam bosnya.


Robby sedikit takut "Ba-baik tuan.! "


"Kamu boleh keluar..! " perintah Willi.


Robby pun keluar dari ruang itu. Bukan nya langsung menuju ruangan, Robby langsung berjalan menuju lantai 3.Dimana Vivian bekerja.


Robby mendekat "Siapa tadi yang memerintah nona Vivian untuk membuat minuman? " tanya Robby.


Vivian yang berada disana berdiri dengan ketidak pengertian nya. Dia hanya melihat.


"Saya pak,..! " jawab sebuah suara laki-laki.


"Kenapa kamu memerintahkan nona Vivian membuat minuman. Harusnya itu tugas OB? " Robby terlihat tegas.


"Ma-maaf pak, saya fikir tidak ada salahnya memberi pekerjaan itu pada Vivian. Karena bukan kerja berat! " jawab Lucas.


"Kamu,petang ini kamu harus sudah membuat surat pengunduran diri! " perintah Robby.


Semua orang yang ada disana mendengar ucapan Robby. Mereka tidak percaya. Lucas adalah manager Vivian, dan selama ini dia selalu memanfaatkan kebaikan Vivian.


"Tapi pak, kenapa saya harus mengundur kan diri. Apa salah saya? " tanya Lucas.


"Kamu tidak perlu bertanya lagi, karena berurusan dengan orang yang salah.! " jelas Robby.


Wajah Lucas memerah, dia memandang lekat Vivian "Awas kamu perempuan, gara-gara kamu mengadu pada atasan. " batin Lucas.


Vivian yang awal nya memandang Lucas biasa saja. Berubah takut, saat melihat sorot mata Lucas berubah tajam.


Tanpa banyak berbicara lagi, Robby pergi meninggalkan lantai 3.


"Saya sudah bereskan tuan! " ucap Robby ditelepon.


"Baiklah,dan jangan lupa dengan dua orang yang tadi! " Willi kembali mengingatkan tentang Sebastian dan Brian.


"Baik tuan..! " jawab Robby dan panggilan terputus.


Ketika jam pulang sore, Lucas menghampiri ruangan Willi. Tapi sekretaris nya menghalangi Lucas untuk masuk.


"Maaf tuan, anda tidak boleh masuk. Kalau ada keperluan anda langsung saja sama pak Robby.! " jelas Natasya.


"Aku harus masuk, aku tidak terima dipecat secara sepihak! " Lucas memberontak.


Pergaduhan mulut pun terjadi, Willi yang masih berada didalam ruangan nya, mendengar suara keributan. Penasaran, dia bangkit dan membuka pintu.


"Ada apa ribut-ribut? " tanya nya.


"Tuan Willi, kenapa saya dipecat tuan. Apa yang saya lakukan!? " tanya Lucas.


"Tidak perlu saya jelaskan, mungkin Robby sudah memberi tahumu! " ujar Willi santai.


"Saya mohon pak, jangan pecat saja. Saya bergantung pada pekerjaan ini.! " jelas Lucas.

__ADS_1


Tidak ingin berbicara banyak, dia rogoh ponsel dari saku celana dan memanggil seseorang "Tolong selesaikan masalah didepan pintu ku ini.! " ucap Willi dan kembali masuk dan menutup pintu.


"Tuan tolong kasi saya kesempatan.! " teriak Lucas.


__ADS_2