Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
SEASON 2.eps 101.ALINA MENYUKAI ALFA


__ADS_3

Saat di jalan pulang, Alfa hanya diam dan tak sekali pun memandang pada Rihana.


"Ada apa dengan tuan Alfa? Kenapa dia hanya diam? " Rihana bertanya-tanya penasaran.


Rihana sengaja membuang pandangan nya kejendela. Agar Alfa tidak memperhatikan wajahnya yang penuh tanda tanya.


Mobil pun berhenti didepan rumah yang tak begitu besar.


Rihana pun sadar mereka sudah tiba dihalaman rumahnya.


Rihana melirik ke arah Alfa, tapi pandangan Alfa lebih memilih fokus ke depan.


"Tuan, terima kasih karena sudah mengantarkan saya! " ucap Rihana lirih.


Rihana pun keluar,Alfa.langsung menarik gas mobil hingga terdengar decitan ban yang membuat telinga memekak.


Melihat kejadian barusan, Rihana langsung mencari kesalahan apa yang telah dia buat. Sambil berjalan dan melamun.


"Kenapa dia tidak singgah? "


"Astaga!" Rihana terkejut suara ibunya yang tiba-tiba ada didepannya.


"Kamu kebanyakan melamun! " ucap Ibu nya.


"Aku tidak melamun, hanya saja merasa aneh. Tuan Alfa sepertinya sedang marah atau sedang memikirkan sesuatu! " ujar Rihana.


"Kenapa kamu bilang seperti itu? " tanya ibu nya.


"Tadi kami singgah kerumah sakit menemui Alina! "


"Ada apa dengan Alina ? " tanya ibunya separuh terkejut.


"Dia kecelakaan dan kaki nya harus di beri gip dulu! " jelas Rihana.


"Terus apa hubungan nya sama tuan muda itu? "


Rihana menggeleng "Aku juga tidak tahu bu, tadi aku pergi beli minuman untuk Alina. Setelah saya kembali Alfa sudah berada diluar ruangan Alina. Dan wajahnya seperti orang yang sedang kesal! " jelas Rihana.


"Emmm, ibu tahu apa yang membuat tuan muda itu berubah. Bisa jadi Alina melakukan sesuatu. Alina kan tidak bisa melihat lelaki tampan. Apa lagi bos kamu itu memang tampan! "


Rihana memandang wajah ibunya yang bercerita.


"Ibu bisa aja asal nebak. Ya tidak mungkin la Alina mau berbuat seperti itu."


"Tadi sewaktu kamu datang ke kamarnya, apakah Alina bertanya tentang lelaki itu? " tanya Ibu nya


"Iya! " Rihana mengangguk.


"Kamu jawab apa? " tanya ibu nya lagi.


"Aku jawab dia adalah bos di perusahaan tempat aku bekerja! "


"Gadis polos! " gumam ibu nya dan masuk kedalam rumah meninggalkan Rihana yang masih terpaku melihat tingkah ibunya yang sedikit tak biasa dari sebelumnya.


Keesokan harinya, ketika Rihana ingin berangkat kerja.


"Iya nanti aku singgah kesana setelah jam kerja selesai! " ucap Rihana ditelepon.


Setelah percakapan mereka terputus, Rihana pun buru-buru keluar rumah agar cepat mendapatkan taksi.

__ADS_1


Diperusahaan, Rihana sudah terlihat duduk di bangku nya. Alfa pun datang bersama dengan Sami.


Rihana segera berdiri menyambut dan memberi salam pada pimpinannya itu.


Tidak seperti biasanya, ketika Rihana berdiri Alfa pasti akan melihat ke arah nya walau sebentar. Tapi kali ini, Alfa lansung masuk keruangannya tanpa memperdulikan Rihana yang ada didepan nya.


Sami yang melihat situasi sedikit berbeda, menaikkan alisnya menatap Rihana.


Rihana hanya mengangkat bahunya tidak tahu apa yang terjadi.


Sami pun menyusul Alfa masuk kedalam ruangan tuannya.


Rihana kembali duduk di kursi nya memutar-mutar pena yang ada didepan nya.


"Bagaimana dengan rencana kita? " tanya Alfa.


"Semua berjalan lancar tuan, anak buah yang diperintahkan menjalankan tugasnya dengan sangat baik! " jawab Sami.


"Bagus, bila waktu nya tiba maka akan ku musnahkan komplotan Tiger itu." Alfa mengepalkan tangan kanannya diatas meja.


Saat jam pulang kerja, tidak seperti biasanya. Rihana tidak menunggu tuannya keluar lebih dulu Rihana langsung pergi keluar dari perusahaan.


Saat Alfa keluar dari ruangannya.


Mata nya tidak mendapati Rihana ditempat.


"Kemana dia pergi? " batin Alfa.


Alfa pun memanjangkan langkahnya menuju lift.


Saat dilantai bawah pintu lift pun terbuka.


Sebuah taksi pun berhenti didepan Rihana.Dia segera masuk. Sementara Alfa berlari mengejar Rihana. Tapi terlambat mereka pun pergi.


Mobil yang di kendarai Sami pun berhenti didepan Alfa.


Dia masuk dan mereka pun bergerak menyusul Rihana.


Tanpa Rihana sadari, taksi yang iya tumpangi sudah ada yang mengekori.


Taksi itu berhenti didepan rumah sakit.


"Seperti dugaan ku, dia pasti ke sini! " gumam Alfa.


Sami yang melihat tingkah tuannya untuk yang pertama kali seperti orang yang baru mengenal cinta pertama. Hanya diam tanpa bertanya.


Alfa keluar dari mobil menuju kedalam rumah sakit. Sementara Sami menunggu di dalam mobil.


Alfa terus saja mengikuti Rihana yang tidak menyadari kehadirannya.


Rihana masuk ke ruangan dimana Alina dirawat.


"Bagaimana keadaan mu? " tanya Rihana.


"Seperti yang kamu lihat, masih seperti kemarin! " keluhan Alina.


"Rin! " panggil Alina.


Rihana menoleh.

__ADS_1


"Ada apa? " tanya Rihana.


"Emmm, pria yang kemarin tidak ikut dengan mu? " tanya Alina tanpa basa basi.


"Tuan Alfa! Dia tidak ikut, dia orang sibuk! " jelas Rihana.


"Rin! Boleh tidak kalau kamu dekatkan aku dengannya? " tanya Alina tanpa malu.


Rihana terdiam di tempat. Mendengar ucapan Alina, ada sebuah rasa yang tidak bisa iya jabarkan seperti apa.


"Aku tidak janji bisa membuat tuan Alfa dekat dengan mu. Dia orangnya introvert! " jawab Rihana tapi tidak memandang ke arah Alina.


"Tapi sepertinya kalian terlihat dekat, kamu pasti bisa membujuknya agar mau bertemu dengan ku ketika aku sudah keluar nanti! ' ujar Alina.


Kali ini Rihana keberatan dengan ide temannya itu. Walau Rihana dan Alfa belum secara resmi jadian, tapi melihat kedekatan mereka beberapa waktu ini. Membuat Rihana sedikit banyaknya pasti mulai ada perasaan yang iya simpan cukup rapat.


Satu jam kunjungan Rihana disana, dan akhirnya memutuskan untuk pulang saja.


"Aku pulang dulu, hari mulai sore!" ucap Rihana sembari menenteng tas kecilnya.


Ketika membuka pintu.


"Astaga! " Rihana terkejut melihat sosok pria yang sebelum nya mereka ceritakan.


"Tu-tuan Alfa! " gumam Rihana.


Alfa hanya diam berdiri dan memijit keningnya.


"Ayo aku antar kamu pulang! "


"Tidak usah tuan,aku baik taksi saja! " ucap Rihana menolak.


Tak ingin menerima penolakan, Alfa menarik tangan Rihana. Sehingga jalan Rihana tidak teratur, dan langkah Alfa yang cukup panjang membuah Rihana tidak bisa mengimbangi.


"Masuklah! " Alfa membuka pintu mobil.


Rihana hanya bisa menuruti apa yang diperintahkan oleh Alfa.


Saat di jalan.


"Apa kamu tidak memiliki teman yang lain? " tanya Alfa.


Rihana mengarahkan pandangannya pada Alfa.


"Maksud tuan? " tanya Rihana balik.


"Seperti apa Alina sahabatmu itu? " tanya Alfa tapi tatapannya mengarah keluar jendela.


"Seperti yang tuan lihat! " jawab Rihana.


"Apa dia memiliki kekasih? " tanya Alfa lagi.


"Kenapa tuan Alfa bertanya seperti itu? Apa tuan suka padanya? " suara Rihana terdengar berat saat melontarkan pertanyaan terakhir.


Alfa tersenyum sinis.


"Apa kamu setuju, kalau aku dengannya? "


Rihana hanya diam, tak ingin mengatakan iya setuju atau tidak. Dan berharap dengan diam nya dia, maka Alfa akan mengerti atas jawabannya.

__ADS_1


__ADS_2