
Pagi ini, Willi terlihat berbeda dari biasanya. Wajahnya terlihat tidak bersahabat, Robby yang sedikit getir tidak berani bertanya apa pun.
"Robby, panggilkan Vivian kesini! " ucap Willi.
"Baik tuan,! " Robby pun keluar dari ruangan.
Di lantai tiga, Robby mencari keberadaan Vivian. Tapi tidak melihatnya.
Robby menghampiri Berta "Apa kamu melihat nona Vivian? " tanya Robby.
"Dia tidak masuk hari ini tuan! " jawab Berta.
"Kenapa dia tidak masuk? " tanya nya lagi.
"Tidak tahu, sebab dia tidak ada ijin! " jawab Berta.
Robby kembali ke ruang Willi "Nona Vivian tidak masuk hari ini tuan! " lapor Robby.
"Kenapa dia tidak masuk? " tanya Willi.
"Tidak ada pemberitahuan! " jawab Robby.
Willi memutar kursi kebesaran nya.
"Apa mungkin nona Vivian berada di kosan nya? " tanya Robby.
Dengan wajah putus asa "Aku sudah mencari kesana, tapi kata teman nya tidak ada! " jawab Willi.
Satu bulan berlalu, Willi sudah menyuruh beberapa orang untuk mencari nya termasuk juga Robby. Tapi mereka tidak menemukan keberadaan nya.
Willi sudah putus asa,dia juga tidak mengerti kenapa dia harus mencari wanita itu.
Dia tidak berniat bertanya pada Romie, karena menghargai tante Rose.
Di sebuah mall, terlihat seorang SPG sedang mempromosikan barang dagangannya sebuah produk makeup. Dia terlihat cantik dengan rambut lurus digeraikan. Makeup yang senada dengan kulitnya, tidak menghilangkan kesan cantik asli nya.
Rok pendek di atas lutut, sesekali dia menarik rok itu kebawah.
"Vivian, sudah jam makan siang. Kita makan dulu! " ajak Liana.
"Baiklah, aku merapikan ini dulu.! " ucap Vivian.
Saat sore Vivian dan Liana beranjak kembali kerumah. Bukan ke kosan lagi , mereka sudah pindah kesebuah apartemen kecil. Apartemen itu adalah fasilitas yang diberikan oleh tempat mereka bekerja.
"Malam ini kita makan apa? " tanya Liana.
"Kita makan dirumah saja, masih ada beberapa bahan yang bisa di masak! " ucap Vivian.
"Baiklah, tapi kamu yang masak ya? "
Liana tersenyum.
"Oke.!" Jawab Vivian sambil berjalan merangkul sahabat nya itu.
Setelah berhenti bekerja tanpa pemberitahuan. Vivian melamar pekerjaan sebagai SPG di sebuah mall.Liana juga salah satu nya, karena Liana lah yang menyarankan untuk berkerja menjadi SPG sementara waktu.
Sebelumnya Vivian sudah memasukkan lamaran pekerjaannya kebeberapa perusahaan. Tapi sampai saat ini , dia tidak menerima panggilan apa pun.
Menjadi sorang SPG pun masih terbilang lumayan,karena bosnya memberikan mereka tempat tinggal.
__ADS_1
Wajar saja selama ini anak buah Willi tidak menemui Liana atau Vivian.
Diperusahaan Willin,, mereka terlihat sibuk.
"Tuan, tamu anda sudah tiba..! " ucap Robby.
"Dimana pertemuan nya? " tanya Willi.
"Pertemuan nya diadakan di restoran S yang berada di mall X. " jawab Robby.
Willi berdiri "Ayo kira pergi..! " ajak Willi.
Mereka berjalan bersama menuju lift.
Di jalan "Deerrtt..deerrtt.. deerrtr! " sebuah panggilan di ponsel Willi.
"Hallo! jawab Willi.
" Tuan, kami sudah mencari di daerah Y, tapi kami tidak menemukannya! " jawab sebuah suara pria dari seberang telepon.
Willi mematikan ponsel nya dan kembali memasukkan kedalam saku baju nya.
"Kita sudah tiba tuan! " ucap Willi.
Robby membuka pintu mobil, Willi segera keluar.
Mereka berjalan masuk kedalam mall. Robby berada dibelakang sebelah kanan tuannya.
Mereka menuju restoran yang sebelum nya sudah melakukan reservasi.
"Dimana restorannya? " tanya Willi.
Vivian yang masih setia dengan pekerjaannya masih semangat mempromosikan.
Dari kejauhan di sebalik kaca mata hitam, sebuah mata memperhatikan Vivian. Tak percaya bisa bertemu dengan nya di tempat ini.
"Tuan, apa yang anda perhatikan.? tanya Robby.
" Coba kamu perhatikan wanita yang disana, bukan kah itu Vivian? "tanya Willi sambil menunjuk kedepan.
Robby melihat ke arah yang dituju oleh Willi.
" Sepertinya benar tuan, itu seperti nona Vivian! " ucap Robby.
Ketika Robby ingin menghampiri "Jangan, biarkan saja. Bila dia mengetahui kehadiran kita bisa jadi nanti dia pergi lagi.! " ucap Willi.
Robby mengurungkan langkah "Ayo kita temui tamu dulu! " ajak Willi.
Mereka pun segera masuk kerestoran.
Setelah pertemuan hampir 3 jam dan menemui kesepakatan, Willi segera keluar.
Dia berniat ingin menghampiri Vivian, tapi ketika sampai di sana.Dia tidak menemukan Vivian.
Dia melihat sekeliling, tapi tetap tidak ada.
"Tuan mencari nona Vivian? " tanya Robby.
"Iya, tapi sepertinya dia pergi! " ucap willi.
__ADS_1
"Perintahkan orang mu disini, agar kita tidak kehilangan nya! " pinta Willi.
"Baik tuan.! " jawab Robby.
Mereka kembali berjalan pergi menuju mobil.
Hari sudah sore, Vivian dan Liana bersiap-siap pulang kerumah.. Tapi mata Vivian dari tadi tertuju pada sosok laki-laki yang berada tidak jauh dari gerai nya.
"Na, lihatlah, lihatlah..! " panggil Vivian.
Ketika Liana ingin melihat "Jangan pandang kesini. Tapi coba kamu pandang keseberang sana. Kamu kenal laki-laki itu? " tanya Vivian.
Liana memandang lelaki yang berdiri di seberang itu. "Aku tidak kenal lelaki itu. Apa mungkin dia menunggu seseorang? " ujar Liana.
"Tidak mungkin istrinya belum selesai belanja. Pria itu berdiri disana semenjak siang tadi! " jelas Vivian.
"Mungkin itu hanya perasaan mu saja, bisa jadi orang yan berbeda! " seloroh Liana.
"Ah entah la, tapi aku merasa tidak enak hati. Takut dia psikopat! "
"Hahah,, siapa juga yang mau menculikmu! " Liana meledek teman nya itu.
Wajah Vivian cemberut, karena Liana menertawai nya.
Ketika mereka berjalan pulang ke apartemen.
Laki-laki tadi juga ikut turun, dia berjalan sedikit jauh. Agar tidak memancing kecurigaan.
Perasaan Vivian tidak enak, dia merasa ada seseorang yang mengikuti. Ketika menoleh kebelakang, dia tidak melihat siapa pun.
"Apa hanya perasaan ku saja? Seperti ada yang mengikuti kita! "lirih Vivian.
Liana menoleh kebalakang " Tidak ada siapa-siapa! "
"Tapi hati ku mengatakan iya! " ucap Vivian.
"Bisa jadi itu hantu. Aaaaaaaa!" Liana menjerit ketakutan sambil berlari.
Di ikuti oleh Vivian yang sejatinya memang penakut.
Mereka berlari sampai didepan apartemen.
Buru-buru Liana membuka kunci pintu "Cepat Na, aku takut! " rengek Vivian.
"Ini juga sudah cepat! " jawab Liana dengan nafas yang menderu setelah berlari.
Ketika pintu sudah terbuka mereka segera masuk. "Cepat tutup pintunya! " pinta Vivian.
"Braaakkk..! " suara pintu di banting keras.
"Apa benar ada yang menuruti kita? " tanya Liana yang belum sempat mengatur nafas.
"I-iya, tadi aku melihat bayangannya sekilas di belakang. Tapi ketika aku menoleh tidak ada siapa-siapa! " jelas Vivian.
"Mungkin saja laki-laki yang berada di mall tadi.! " pungkas Liana.
"Aku tidak memperhatikannya.! " ujar Vivian.
Mereka mengambil nafas lega, setelah berada dirumah. Vivian segera mandi agar lebih segar. Karena seharian kerja membuat tubuhnya lengket.
__ADS_1
Sementara Liana menyiapkan makan malam.