Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
eps 69.MENOLAK KEHADIRAN ANASTASYA


__ADS_3

"Kalau kalian memang saling menyukai, kenapa mesti dia? " tanya Sebastian.


"Untuk itu aku sendiri tidak mengetahui bagaimana perasaannya pada ku! " Willi menatap Vivian hangat.


"Bukankah masa itu, kau dan Anastasya sedang bersama di hotel? " tanya Vivian kembali mengingatkan masa lalu.


Willi terdiam, kedua mata sahabatnya seperti menusuk.


"Saat itu tidak seperti yang kalian duga! " Willi masih membela dirinya.


"Mengingat saat itu, aku tidak pernah lupa sekali pun. Jika melihat Alfa, masa itu akan terbayang. " ungkap Vivian dan air mata nya menetes.


Willi bangkit dari duduk dan menghampiri Vivian. Dia memeluk tubuh mungil itu. Vivian semakin terisak pilu.


Kala itu hatinya sudah begitu bahagia ketika Willi mengajaknya pergi ke vila. Dia menganggap itu bulan madu walau Willi tidak pernah mengucapkan.


Tapi semua buyar ketika Willi memilih menemui orang dimasa lalunya.


Vivian melepaskan semua kepedihannya yang terpendam selama ini.


Willi terus memeluk wanita itu.


"Mama! " panggil Alfa.


Tangisan Vivian berubah menjadi isakan. Willi melonggarkan pelukannya.


Sebelum mendekati Alfa, Vivian membelakangi nya dan mengusap air mata nya.


"Ya sayang! " sahut Vivian.


"Mama kenapa nangis? " tanya Alfa.


"Mama tidak menangis kok, hanya kemasukan sampah saja dimata! " ucap Vivian.


"Ahh! " Alfa terlihat meringis sakit.


Vivian gelagapan. "Dimana yang sakit nak? " tanya Vivian.


Willi juga sama cemas nya melihat wajah Alfa yang menahan sakit.


Willi keluar dan memanggil dokter.


Dokter pun datang, melakukan pemeriksaan ringan.


"Tidak apa-apa tuan, mungkin itu faktor setelah operasi.Masih meninggalkan sedikit trauma! " ucap dokter.


"Baiklah, saya pergi dulu. Kalau ada apa-apa panggil saya kembali! " dokter pun pergi.


Semua orang yang ada diruangan itu sudah tidak membicarakan masalah sebelumnya..


Brian dan Sebastian malah senang, karena sahabat mereka sudah memiliki anak dan keluarga .


Keesokan harinya, Anastasya terlihat berdiri di koridor rumah sakit.


Dia ingin menemui Alfa, merasa bersalah karena sudah keterlaluan pada saat dipesta Brian.


Tapi dia takut, jika Vivian melarangnya untuk bertemu.


Tak diduga, Willi datang bersama Robby.


"Itu seperti nona Anastasya tuan! " ucap Robby.


Willi menyipitkan matanya berjalan mendekati Anastasya.


"Apa yang kamu lakukan disini? " tanya Willi dengan tatapan tak senang.


"Aku hanya ingin bertemu dengan anak Vivian. Aku merasa bersalah! " ucap Anastasya.


"Aku tidak yakin Vivian akan mengijinkan mu untuk menemui Alfa!" ucap Willi.

__ADS_1


"Tapi ku mohon Willi, sekali ini saja. Aku merasa bersalah! " wajah Anastasya memelas.


"Baiklah, tapi aku tanya Vivian dulu. Aku tidak bisa menentukannya! " Willi pun berjalan melewati Anastasya.


Saat dia di depan pintu, Anastasya berdiri tidak langsung masuk.


Willi masuk lebih dulu.


Vivian melihat ke wajah Willi, tapi Willi merasa untuk bicara.


"Apa ada yang ingin kamu katakan? " tanya Vivian.


"Anastasya, dia ingin menjenguk Alfa. " ucap Willi.


Wajah Vivian seketika berubah, nafasnya turun naik begitu cepat.


"Untuk apa dia datang kesini? " tanya Vivian.


"Dia merasa bersalah, karena dia Alfa mengalami kecelakaan! "


"Suruh saja dia pergi, aku takut kehadiran nya hanya membuat Alfa mengingat kembali kejadian itu! "


"Sekali ini saja, dia hanya memastikan bahwa Alfa baik-baik saja! " Willi merayu.


Mendengar Willi merayu demi Anastasya, mengingat kan dia kejadian beberapa tahun yang lalu.


"Apa kamu masih memiliki perasaan padanya? "


Pertanyaan Vivian sontak membuat Willi terdiam.


Dia bingung harus menjawab apa, bahkan untuk meminta persetujuan Vivian dia sudah tidak memiliki keberanian.


Tanpa mengulang ucapannya, Willi menuju pintu .


"Vivian tidak memperbolehkan kamu untuk melihat Alfa. " ucap Willi.


"Tapi hanya sekali saja! " paksa Anastasya.


Anastasya bingung kesalahan apa yang dimaksud Willi.


"Kesalahan apa maksud mu? " tanya nya.


"Ketika kamu memaksa ku untuk ke hotel! " jelas Willi.


"Bukan kah itu masalah kita berdua, apa urusan dengannya? " tanya Anastasya.


"Kala itu dia sudah menjadi istri ku! " ucap Willi.


Anastasya terperangah tak percaya.


"Berarti anak laki-laki itu anak mu? " tanya Anastasya lagi.


"Heemm! " gumam Willi.


Anastasya tak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Sejak kapan kamu menikah, kenapa aku tidak pernah tahu? " Anastasya semakin cerewet.


"Sudah lah, bukan masalah yang perlu dibahas! "


"Sekarang pergi lah sebelum Vivian kembali marah seperti tahun lalu. Dia pergi meninggalkan ku. " Willi memohon agar Anastasya segera pergi.


Dengan rasa bersalah dan juga kecewa,Anastasya pergi meninggalkan mereka.


Setelah kepergian Anastasya, Willi dan Vivian lebih banyak diam.


Vivian hanya mau bicara yang penting-penting saja.


"Tok tok tok. " ketukan di pintu. Willi dan Vivian saling bertatapan.

__ADS_1


Vivian berjalan menuju pintu dan membuka nya.


"Liana? " ucap Vivian.


Liana tersenyum.


"Maaf baru sempat menjenguk Alfa."


"Masuk lah! " Liana pun masuk dan pintu kembali ditutup.


Mereka berdua duduk di sofa. Alfa terlihat tidur dengan nyenyak . Tak ingin mengganggu, Liana hanya bisa melihatnya saja.


Liana cukup sibuk, diperusahaan tempat dia bekerja melakukan perekrutan karyawan baru. Dan mengharuskan Liana bekerja lebih waktu untuk mengajari para junior nya.


Setelah sepuluh hari, Alfa sudah diperbolehkan pulang. Sebelum nya Willi sudah meminta pada pak Im agar mendekorasi kamar tamu dilantai bawah menjadi kamar khusus untuk Alfa.


Semua sudah di cat berwarna biru dan tidak lupa di buat gambar motif mobil-mobilan dan beberapa gambar lainnya.


Mobil Willi sudah terparkir di depan rumah sakit . Vivian mendorong Alfa di kursi roda.


Robby memasukkan Alfa perlahan-lahan, agar tidak menyakiti tubuhnya yang belum sembuh total.


"Mama,ini mobilnya papa ya? " tanya Alfa.


"Iya sayang! " jawab Vivian.


"Alfa mau jalan-jalan? " tanya Willi.


"Nanti kalau Alfa sembuh Alfa mau jalan-jalan! " ucap Alfa dengan polos.


"Nanti papa ajak Alfa jalan-jalan, kemana saja Alfa mau! " Willi menyemangati anaknya.


Vivian berfikir bahwa mereka akan di antar ke apartemen milik Liana. Ternyata jalan nya berbeda.


"Kemana kita? " tanya Vivian.


"Kita pulang ke rumah!" jawab Willi.


"Bukankah jalan nya arah ke sana, kenapa belok kesini? " tanya Vivian.


"Vivian, kita pulang kerumah ku rumah mu juga dan Alfa! "


Vivian terdiam mendengar ucapan Willi. Dia tidak membantah pernyataan Willi. Wajar jika dia membawa Alfa ke rumah nya, karena dia memang anaknya.


Mereka tiba di depan mansion.Alfa tertegun melihat besarnya rumah yang mereka datangi.


"Mama, rumah siapa ini? " tanya Alfa.


"Ini rumah papa nak rumah Alfa juga!" jawab Willi.


"Wah! " Alfa takjub.


Willi tertawa melihat Alfa yang begitu polos.


"Mulai saat ini, Alfa akan tinggal disini bersama mama dan papa! " ujar Willi.


"Baik pa! Tapi Alfa tidak punya teman disini! " wajah Alfa berubah sedih.


"Nanti jika Alfa mau, Alfa bisa masuk sekolah. Disana banyak temannya! " bujuk Vivian agar anaknya tidak bersedih.


"Oke ma! " Alfa girang.


Mereka pun masuk kedalam mansion.Di sambut oleh para pekerja Willi. Termasuk pak Im yang sudah berada di depan kamar yang sudah di siapkan untuk Alfa.


"Ini kamar anak papa! " Willi menunjuk pintu kamar yang ada didepan Alfa.


Alfa berjalan masuk kedalam.


"Mama, lihat kamar Alfa! " Alfa menari tangana mama nya kedalam kamar.

__ADS_1


"Ada robot ma! Ini untuk Alfa pa? " tanyanya.


Willi mengangguk. Alfa terlihat senang dan bahagia. Vivian juga bersyukur karena Willi sudah melakukan terbaik untuk anaknya.


__ADS_2