Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
eps.81.BERKUNJUNG KERUMAH CALON MERTUA


__ADS_3

Setelah Vivian dan bayi nya dibolehkan pulang. Suasana rumah terlihat berbeda.


Selain Liana, Willi juga mencari seorang wanita untuk membantu istrinya menjaga putri nya yang bernama Vanesa Hudson.


Karena Vanesa tipe anak yang tidak bisa menunggu ketika Vivian sedang melakukan hal lain.


Vivian berinisiatif memberi asi ekslusif tanpa di dampingi susu tambahan.


Ketika payud**a nya terasa kencang, Vivian akan memompa dan di buat stok ketika dia sedang sibuk.


"Liana, hari libur ini kamu mau kemana? " tanya Vivian sudah melihat sahabat nya itu terlihat rapi dari biasanya.


"Aku! Aku mau keluar bertemu beberapa teman-teman lama! " jelas Liana.


Vivian menyipitkan matanya tak percaya dengan ucapan sahabatnya itu. Dia begitu mengenal sahabatnya itu,Liana merupakan orang yang tidak terlalu mementingkan penampilan yang glamor. Bagi nya cukup baju rapi dan sedikit polesan tipis sudah cukup.


Tapi kali ini, Liana terlihat berbeda. Sudah beberapa bulan ini, Liana terlihat seperti orang yang berbeda. Ketika mengantarkan Alfa kesekolah, dia akan memakai pakaian yang bagus. Awal nya Vivian berpikir, mungkin hanya ingin terlihat seperti ibu-ibu yang lain ketika mengantarkan anak mereka. Yang terlihat seperti ibu-ibu arisan.


Tapi berbeda kali ini, makeup nya terlihat komplit walau tidak menor.


Dan Vivian menyukai itu.


Liana berjalan keluar pagar rumah, Vivian menuju monitor CCTV. Terlihat sebuah mobil hitam sedang menunggu nya di luar.


Hati Vivian merasakan ketakutan, bahwa Liana kini memiliki pasangan tapi tidak terlihat siapa.


"Siapa pria itu, kenapa Liana tidak mengenalkan nya pada ku? " bermonolog.


Di tempat lain.


"Kenapa kamu tidak masuk saja? " tanya Liana pada Robby.


Lelaki itu adalah Robby, dia memakai mobil miliknya sendiri. Sehingga Vivian tidak mengenali nya.


"Aku belum berani bicara dengan nyonya dan tuan Willi! " jelas Robby.


"Sampai kapan kamu akan seperti ini, bukankah hal yang wajar orang yang belum menikah memiliki kekasih? " Liana terlihat cemberut.


"Beri aku waktu, tidak lama lagi aku akan cerita pada mereka! "


Liana terlihat senang mendengar ucapan Robby sang kekasih.


Kebersamaan Liana dan Robby selama ini membuat mereka merasakan getaran rasa suka.


Tidak tahu sejak kapan rasa itu timbul. Bagi Robby dan Liana yang hanya berpacaran sekali saja. Tidak begitu tahu bagaimana rasanya dicintai oleh banyak orang.


"Kita makan dulu ya, kamu belum makan kan? " tanya Robby.


"Hemm! " gumam Liana.


Robby menghentikan mobil di sebuah restoran yang tidak terlalu ramai dan besar. Mereka masuk dan memesan beberapa macam makanan.


"Berapa jam biasanya perjalanan ke rumah orang tua mu? tanya Robby.


" Sekitar 6 jam! " jawab Liana.


"Apa kita bisa kembali kesini tepat waktu? " tanya Robby.


"Kalau kita cepat dan tidak terlalu lama disana, mungkin malam kita sudah tiba disini! "


Setelah makan, tidak berlama-lama lagi mereka pun segera pergi menuju kampung halaman Liana. Tujuan Robby kesana adalah untuk melamar Liana. Mereka sudah berkomitmen untuk mempercepat hubungan mereka ke jenjang pernikahan.

__ADS_1


Dan Liana ingin Robby menemui orang tuanya.


Karena perjalanan masih panjang, Liana merasakan kantuk dan dia memilih tidur.


Robby menambah kecepatan laju mobil nya. Karena jalanan terlihat sepi walau di siang hari.


Ketika mereka memasuki perkampungan.


"Liana, Liana! " Robby membangunkan Liana.


Liana pun terbangun, dan mengucek kedua matanya.


"Kita sudah sampai, yang mana rumah mu? " tanya Robby.


Liana memperhatikan jalanan.


"Nanti kita belok ke kanan! " ujar Liana.


Robby mengurangi kecepatan mobilnya. Karena sudah tidak terlalu jauh.


Di belokan, Robby memutar setirnya.


Mobil terus saja menyusur jalanan.


"Rumah dengan cet hijau itu! " Liana menunjuk sebuah rumah.


Walau hidup diperkampungan, rumah-rumah tetangga tidak terlalu jauh jaraknya.


Melihat kedatangan sebuah mobil mahal, membuat beberapa tetangga memperhatikan.


"Siapa yang datang ke kampung seperti ini dengan mobil mahal? " tanya beberapa tetangga.


Melihat sebuah mobil berhenti tepat di depan rumahnya. Seorang wanita dan anak perempuan yang terbilang masih remaja keluar dari dalam rumah.


Liana pun keluar.


"Ibu! " panggil Liana.


Tidak percaya dengan apa yang ibunya lihat. Dia berjalan lebih dekat lagi.


"Liana ! " ibu nya terkejut dan menghampiri putrinya yang sudah lama tidak pulang kerumah.


Ibu memeluk "Kamu kemana saja nak, kenapa lama tidak pulang? "


"Liana tidak bisa pulang bu, karena banyak pekerjaan! " jelas Liana memeluk ibunya dengan erat.


Setelah beberapa saat, Robby mendekat.


Ibu nya mengalihkan pandangan ke pada sosok laki-laki yang terlihat rapi dan juga berwajah tampan dengan kulit putih bersih.


Liana menarik tangan ibu mendekati Robby.


"Kenalkan, ini ibu ku! " sang ibu mengulurkan tangannya.


Robby menyambut uluran tangan ibu tersebut.


"Saya Robby bu! "


"Duduk dulu, ibu mau buatkan minuman kebelakang." sang ibu beranjak pergi menuju belakang.


Robby mengedarkan pandangannya kesekeliling rumah yang sudah terlihat tua tersebut.

__ADS_1


"Apa dirumah ini hanya ada ibu dan adik mu saja? " tanya Robby.


"Iya, ayah ku sudah meninggal beberapa tahun yang lalu! "Liana terlihat sedih ketika mengingat sang ayah.


Sang ibu pun datang dengan sebuah nampak kecil berisi cangkir.


" Minumlah selagi hangat. "si ibu meletakkan cangkir berisi teh tersebut.


" Terima kasih bu! " ucap Robby sungkan.


Sang ibu pun duduk di samping Liana.


"Maaf sebelumnya, Robby ini ada hubungan apa dengan Liana! " tanya nya.


Robby memandang sekilas pada Liana. "Maksud kedatangan saya kesini, bermaksud melamar Liana. "


"Huuff! " Liana menarik nafas panjang.


Sang ibu melihat sendu pada sang anak.


"Iya bu, kami ingin segera menikah datang kesini minta restu ibu! " ucap Liana.


Ibu nya tersenyum.


"Ibu merestui kalian berdua, asal kalian saling mencintai dan saling menjaga. Sekarang nak Robby sudah tahu seperti apa kehidupan kami di sini. Jadi ibu harap nak Robby menjaga Liana dengan baik! " tutur ibu nya.


"Iya Bu, saya akan menjaga Liana dengan baik dan memperlakukannya dengan baik juga? " tambah Robby.


Ternyata kehadiran mereka membuat sang ibu terlihat sibuk berbelanja ke pasar yang tak terlalu jauh dari rumah. Dengan menggunakan sepeda si ibu pergi kepasar.


Saat dirumah hanya ada mereka berdua dan adik dari Liana yaitu Liani.


"Tok tok tok! "


"Liani, kenapa kamu didalam kamar. Apa kamu tidak senang kakak datang? " ucap Liana didepan pintu.


Liani masih saja diam tak bersuara. Tak lama


"Ceklek! " pintu kamar terbuka.


Liana menarik tangan sang adik yang terlihat seperti sedang menangis.


Matanya terlihat merah dan sembab.


"Kamu manangis? " tanya Liana


Tiba-tiba Liani memeluk erat kakaknya.


Liana terdiam sejenak.


"Ada apa? " tanya sang kakak.


"Jika kakak sudah menikah,apa kakak tidak akan pernah lagi datang kesini? " tanya Liani sambil sesenggukan.


"Apa yang kamu pikirkan, kakak masih tetap kakak mu. Dan kakak pasti akan berkunjung ke sini! " Liana mengusap lembut kepala adiknya yang masih belum reda dari tangisnya.


Setelah cukup tenang, Liani melonggarkan pelukan nya.


"Semenjak kakak tidak pulang kerumah, ibu selalu terlihat sedih dan bahkan menangis. Dia pikir kakak sudah enak hidup dikota dan melupakan kami disini! " ucap sang adik.


"Hahaha , " Liana tertawa.

__ADS_1


"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu. Didunia ini hanya kalian saudara ku satu-satu nya! " Liana mengusap air mata sang adik.


Di tempat lain, Robby berada diluar rumah. Dia terlihat menikmati pemandangan perkampungan.


__ADS_2