Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
eps 20.VIVIAN TIDAK PULANG


__ADS_3

Romie walau terlihat baik, tapi kalau dia menyukai sesuatu sedaya upaya akan dia usahakan.


Setelah di dalam club, Vivian dan Romie duduk didepan meja bartender.


"Minta minuman ringan..! " pesan Romie pada laki-laki yang berprofesi sebagai bartender.


"Alkohol atau biasa? " tanya laki-laki tersebut.


Vivian sedang asik melihat ponsel nya, Romie meminta bartender mendekat dan berbisik.


Bartender itu hanya mengangguk saja.


Dia mulai meramu minuman. "Ini minumnya! " ucap bartender menyodorkan dua minuman berbeda untuk Romie dan Vivian.


Vivian tidak curiga sama sekali dengan perbedaan itu.


Dia menyesap minuman yang berwarna biru muda itu. Tapi merasa aneh,wajah Vivian berkerut.


"Minuman apa ini, kenapa rasanya lain? " tanya Vivian.


Romie tersenyum "Ini hanya minuman ringan biasa, mungkin karena kamu baru pertama kali merasanya wajar saja terasa aneh! " jelas Romie.


"Seperti itu? " Vivian terlihat lugu.


Dia kembali meneguk minuman itu, Vivian terlihat menjadi biasa dengan rasanya. Dia meminumnya sampai habis.


"Habis, apa boleh minta lagi! " Vivian merasa kurang.


Romie tersenyum "Boleh..! "


Bartender kembali mengisi gekas kosong itu dengan air yang sama.


Vivian langsung meminumnya,dan kali ini juga habis.


Merasa pandangan nya berputar, Vivian memegang kepalanya.


"Ada apa dengan ku, kenapa penglihatan ku ada dua? " ucap Vivian sambil mengucek matanya.


"Mungkin kamu terlalu lelah, minumlah lagi. Agar kamu lebih bersemangat! " bujuk Romie.


Vivian meminum sedikit air digelasnya. Vivian memutar-mutar gelasnya dengan pandangan yang tidak bisa fokus.


"Romie, kamu tahu baru kali ini aku masuk ke club seperti ini! " ucap Vivian.


Romie menopang kepalanya di atas meja sambil tersenyum "Kenapa kamu tidak pernah masuk ketempat seperti ini? " tanya Romie.


"Aku tidak suka, karena tempat ini bukanlah tempat yang baik! " ucap Vivian setengah sadar.


"Tempat ini tidak terlalu buruk, untuk sekedar minum-minum! " balas Romie.


"Kenapa tadi kamu duduk sendiri ditaman? " tanya Romie mengungkit.


"Hari ini entah kenapa hati ku terasa sakit, walau dia bukan orang yang aku cintai. Tapi tidak tahu kenapa hati ku sakit saat melihat nya dengan seorang wanita! " racau Vivian.


"Dia..! Dia siapa maksud mu? " twnya4 Romie.

__ADS_1


"Siapa lagi kalau bukan laki-laki brengsek itu. Yang membuat aku terbawa dalam masalah nya! "


"Gara-gara dia, aku tidak lagi bisa menemani ibu ku saat malam. Dan bahkan sekarang, aku sudah jarang bertemu ibu ku! " wajah Vivian berubah mengalirkan air mata.


Romie tak menyangka bahwa Vivian yang tadinya terlihat biasa saja, menyimpan sejuta keluhan hidup.


"Siapa laki-laki yang kamu maksud? " tanya Romie.


Vivian tidak menjawab, dia hanya menggosok tepian gelas dengan telunjuknya.


"Aku minta minum lagi! " minta Vivian.


Bartender itu melihat ke arah Romie "Berikan..! " ucap Romie.


Kembali gelas kosong itu terisi, "Ingin rasanya aku pergi dan menghilang. Agar aku terbebas dari perasaan ini! " racau Vivian.


Semakin banyak Vivian minum semakin dia tidak sadar dengan apa yang dia ucapkan.


"Ada apa dengan dia, kenapa sepertinya dia tidak bahagia dengan hidupnya? " batin Romie.


"Dia tidak tahu, bagaimana rasa sakitnya seorang wanita. Kamu lelaki kejam! " Vivian tak henti-henti nya meracau.


Sudah 3 jam mereka duduk didalam club itu.


Sementara di kediaman Hudson, Willie sudah selesai makan malam sendiri. Tidak seperti biasa nya, ada Vivian yang menemani.


"Pak Im, apa sore tadi nona Vivian pulang? " tanya Willi pada ART nya.


"Maaf tuan, Nona Vivian tidak pulang sama sekali.! "jawab Pak Im.


Tapi panggilan tersebut tidak masuk.


Dia kembali menghubungi, tapi tetap sama.


" Kemana wanita ini pergi, sudah di beritahu jangan kemana-mana. Dan bahkan sekarang ponsel nya tidak aktif.! " Willi merasa risau


"Hari sudah malam, ayo kita pulang saja! " ajak Romie.


"Hee.. Kamu bicara dengan ku? " Ucap Vivian setengah sadar. Bahkan matanya seperti tidak ada tenaga untuk membuka.


Romie membantu Vivian berdiri, tapi tubuh mungil itu hampir ambruk. Dengan cepat Romie menahannya, agar tidak jatuh ke lantai.


Romie membopong Vivian perlahan, merasa cara itu lambat.


Romie berjongkok di depan Vivian dan menggendong Vivian melalui belakang. Vivian tersandar di belakang hangat Romie. Dia merasa nyaman dengan hangatnya punggung lelaki itu.


Setelah sampai di seberang, Romie membuka pintu belakang mobilnya dan menidurkan Vivian dikursi.


Karena Romie membawa mobil, jadi dia tidak ikut minum alkohol.


Sebelumnya, Romie lah yang meminta lelaki bartender itu membuat minuma beralkohol dengan kadar rendah.


Karena Vivian tidak terbiasa dengan minuman keras itu, dampak nya terlihat besar.


Romie membuka pintu depan, dan segera masuk melajukan mobilnya.

__ADS_1


Diperjalanan, fikiran Romie dipenuhi dengan pertanyaan. Ada masalah apa sebenarnya yang di hadapi oleh Vivian.


Tidak dipungkiri, dari awal bertemu Romie merasa tertarik dengan Vivian. Bukan hanya wajahnya yang cantik, tapi, juga caranya bergaya yang terlihat sederhana. Tanpa riasan tebal dan lipstik yang menor.


"Kenapa aku baru berjumpa dengan mu, kami adalah tipe wanita idaman ku! " lirih Romie sesekali melihat ke kaca depan.


Romie bingung membawa Vivian kemana, kalau ke rumah Willi sudah pasti dia akan curiga atas kebersamaan mereka. Romie memilih membawa Vivian ke hotel.


Romie memesan kamar biasa untuk Vivian sendiri. Setelah mengantarkan Vivian kedalam kamar hotel, Romie pun turun dan bergegas pulang.


Dia meninggalkan Vivian sendiri bersama tas kecilnya.


Dikediaman Willi, dia tidak tenang sama sekali. Karena sebelumnya, Vivian tidak seperti ini. Dan bahkan terlambat saja dia tidak pernah.


Willi menghubungi Robby.


"Ya tuan..! " jawab Robby.


"Kamu cari keberadaan Vivian dimana, sampai sekarang dia tidak pulang! " perintah Willi.


Robby yang sudah beristirahat hanya bisa menarik nafas dalam. Ingin rasanya saat itu juga dia menolak, tapi tidak memiliki kuasa.


"Baik tuan.! " jawab Robby singkat


"Apakah tidak ada ketenangan dalam hidup ku. Sudah waktunya tidur pun, masih saja harus bekerja! " Robby melampiaskan emosinya.


Robby bergegas, mengambil jaket dan kunci mobil. Dia menyusuri jalanan, dan memutuskan untuk mencari dirumah sakit.


Ketika sampai dirumah sakit, Robby masuk menyusuri kamar tempat mama Vivian dirawat.


Perlahan dia buka pintu, agar tidak menimbulkan suara.


Di tonjolkan di antara celah pintu, tapi sosok yang dicari tidak ada disana.


"Disini tidak ada, apa mungkin dia kembali ke kosan nya? " fikir Robby.


Dia kembali pergi menuju kosan, ketika sampai "Tok.. tok.. tok..! " ketukan di pintu.


Liana terperanjat, tidak biasa nya jam segini ada orang yang datang. Dia bangkit dengan ragu, serta mengintip dari lobang kecil di pintu untuk memastikan saja.


"Itu kan laki- laki waktu itu. Kenapa dia datang lagi. ! " gumam Liana.


Tapi dengan perasaan tanda tanya, dia buka pintu hanya separuh.


"Ada apa pak tengah malam kesini? " tanya Liana.


"Maaf nona, saya hanya ingin bertanya . Apa nona Vivian pulang kesini? " tanya Robby.


"Dia tidak ada pulang kesini. Saya hanya sendiri! " jawab Liana.


Tapi pandangan Robby seolah-olah tak yakin "Boleh saya melihat kedalam? " tanya Robby.


"Anda tidak percaya, silahkan periksa! " ujar Liana.


Robby pun masuk, memeriksa kedalam dan memang tidak ada.

__ADS_1


"Maaf mengganggu malam anda! " ucap Robby dan berlalu pergi.


__ADS_2