Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
eps 74.PERJALANAN KE LAUT


__ADS_3

2 bulan berlalu.


Hari libur begini, Willi dan keluarga sudah berencana akan pergi berlibur naik kapal.


Ketika Willi sedang sibuk mengemas beberapa barang seperti pancing dan pakaian ganti. Vivian masih terlihat bergulung dengan selimut.


Willi naik ke kamar atas.


"Sayang, kenapa kamu belum bersiap-siap? " tanya Willi duduk di tepi ranjang.


Vivian menoleh pada Willi.


"Kepala ku pusing, seperti nya kurang enak badan! " jelas Vivian.


"Apakah kamu demam? " Willi menempel kan tangannya di dahi sang istri.


"Tubuhmu tidak panas? " Willi heran.


"Aku pun tidak tahu, badan ku terasa tidak bertenaga."


"Kita ke dokter saja ya!" ajak Willi.


"Tidak perlu, mungkin tidur bisa mengembalikan tenaga ku. Kalau kalian mau pergi, pergi saja tidak perlu tunggu aku! " pinta Vivian.


"Tapi tidak mungkin aku meninggalkan mu dalam keadaan sakit seperti ini! " Willi khawatir.


"Tidak apa-apa, kalian pergi lah. Kasihan Alfa , kalau rencananya gagal! " pinta Vivian.


Willi berdiri dan ingin pergi, belum selangkah dia kembali membalikkan badan.


"Apa suruh Robby saja yang membawa Alfa, dan aku dirumah menjaga mu? " usul Willi.


"Tidak, aku takut terjadi apa-apa dengan anak itu jika bersama Robby." Vivian tidak mau melepaskan anaknya bersama Robby semenjak kejadian tabrakan tempo hari.


"Bagaimana kalau kita hubungi Liana saja. Agar dia bisa menjaga Alfa." Willi terfikir.


"Baiklah, tapi dia pasti sedang sibuk! "


"Ini hari libur , mana ada orang bekerja di hari begini? "


"Kami cobalah! " suruh Vivian.


Willi mengambil ponselnya di dalam saku.


Setelah menekan nama Liana dia mendekatkan telepon ketelinganya.


Setelah terhubung, Willi buru-buru meletakkan pada telinga Vivian.


Mata Vivian membulat, kenapa bukan Willi saja yang bicara.


"Na, kamu sibuk tidak hari ini? " tanya Vivian.


"Aku tidak sibuk! Emang kenapa? " tanya Liana.


"Bisa tidak kamu temani Alfa berjalan-jalan! " pinta Vivian.


"Emmm, kenapa bukan kamu saja?" tanya Liana.


"Aku tidak enak badan, dan Willi tidak akan pergi jika aku tidak ikut. Sementara Alfa sudah berharap bisa pergi, kasihan dia. " ucap Vivian.


"Jadi, aku sama siapa? " tanya Liana.

__ADS_1


"Robby, dia akan bersama kalian!" jawab Willi.


"Baiklah! " telepon pun terputus.


Kemudian, Willi menghubungi Robby.


"Rob, kamu lagi dimana? " tanya Willi.


"Aku lagi dirumah tuan!" jawabnya.


"Hari ini kamu temani Alfa jalan-jalan ya. Aku tidak bisa karena istri ku lagi sakit!"


"Tapi tuan, aku.... " belum habis Robby bicara.


"Ada Liana yang akan menemani kalian. Alfa ingin naik kapal, dan memancing. Aku harap kamu bisa menjaga anakku dengan baik! " Willi menekankan telepon pun terputus.


Robby bersiap-siap , dia mengenakan setelan kemeja tangan pendek polos dan celana pendek kotak-kotak.


Mobil melaju dengan kencang,tak lama hanya 30 menit lebih dia pun tiba di depan rumah Willi.


Dia menyisir setiap sudut ruang tamu, tapi tidak menemukan Liana.


"Katanya bersama Liana, dimana dia? " batin Robby.


Willi yang berada di tangga, melihat tingkah aneh Robby.


"Siapa yang kamu cari? " tanya Willi yang muncul tiba-tiba.


"Ah, tidak tuan. Hanya saja... "


"Kamu mencari Liana? " tanya Willi memotong perkataan Robby.


Robby menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Robby mengangguk faham.


"Alfa!" panggil Willi.


Alfa keluar dari kamar nya di lantai bawah.


"Ya pa! " jawab Alfa.


"Alfa pergi dengan Om Robby ya, mama lagi sakit papa lagi merawat mama! " jelas Willi.


Wajah Alfa berubah lemas.


"Baik pa! " Alfa kembali ke dalam kamar dan mengambil tas ranselnya.


Entah apa isi tas itu, yang jelas terlihat seperti orang yang sedang diusir.


Alfa memegang tangan Robby dan berjalan menuju pintu utama.


"Alfa, kamu kenapa tidak semangat?" tanya Robby pura-pura tidak tahu.


"Tidak apa-apa om, hanya saja pergi nya tidak asik karena tidak ada mama dan papa! " keluh Alfa.


Robby membuka bagasi belakang dan mengambil tas yang di bawa oleh Alfa.


"Tidak apa-apa kali ini kita saja yang pergi.Jika mama sudah sehat, kita pergi sama mama berikutnya! Bagaimana? " usul Robby.


Sudut bibir Alfa menarik kebelakang. Dia kembali tersenyum.

__ADS_1


Mereka berdua pun pergi menuju apartemen Liana.


Tak lama, mereka sudah sampai


Terlihat Liana sudah menunggu di bawah dan membawa beberapa kantong tas .


Robby turun dan mengambil barang bawaan Liana dan memasukkan dalam bagasi mobil. Setelah itu, Liana membuka pintu belakang mobil masuk dan menutup kembali pintu tersebut. Karena Alfa ada dibelakang Liana berfikir mungkin ada orang lain yang akan ikut dan duduk di depan.


Liana bingung, karena Robby tidak juga menjalankan mobilnya.


"Ada apa tuan, kenapa kita belum jalan? " tanya Liana polos.


"Bisakah satu di antara kalian duduk didepan. Aku tidak mau terlihat sedang menyupirkan istri bos! " ucap Willi ketus.


Liana seakan di timpa batu besar, perkataan Robby seperti duri dalam dada.


Wajahnya berubah jutek.


Liana membuka kembali pintu , dan menutup nya sedikit keras. Alfa yang tidak tahu menahu hanya terdiam melihat tingkah Liana yang mirip anak kecil.


"Dasar laki-laki menyebalkan! " rutuk nya sambil membuka pintu samping bagian depan.


Melihat Liana hanya duduk tanpa mengenakan sabuk pengaman.Robby pun membuka sabuk pengaman nya.


Tubuh nya mendekat ke arah Liana, sontak saja membuat Liana serba salah.Wajah Robby semakin dekat dan hampir tidak memiliki jarak.


Pipi Liana sudah terlihat memerah, ketika mata mereka saling beradu.


Dan tangan kanan Robby sudah menarik sabuk pengaman yang berada di bangku Liana.


"Kalau ingin selamat, mohon gunakan sabuk pengaman! " ucap Robby .


"Clak, " suara sabuk pengaman terpasang.


"Tuan muda sudah siap, kita berangkat! " Robby pun menjalankan mobil dengan kecepatan sedang.


Selama perjalanan tidak ada suara , dan tidak ada siapa pun yang mau memulai pembicaraan.


Liana masih terlihat kesal dengan Robby.


Pandangan nya fokus ke arah depan, sesekali melihat ke sisi kiri.


Tapi berbeda dengan Robby, saat pandangan Liana menuju ke kaca samping. Robby akan mencuri pandang.


Terlihat guratan kekesalan tergambar di wajah Liana. Robby merasa suka membuat Liana marah seperti anak kecil.


Tanpa di sadari mereka tiba di dermaga.


"Kita sudah sampai Om? " tanya Alfa menempel pada kaca mobil di pintu kanan.


"Sudah, dan siap-siap kita akan naik kapal." ucap Robby mencairkan suasana.


Saat mobil berhenti, Alfa yang lebih dulu keluar dari mobil.


Melihat Alfa terlalu girang, Liana pun buru-buru keluar dan menghampiri Alfa.


"Alfa jangan terlalu main ke tepi, nanti jatuh. " Liana memperingatkan.


"Oke tante!" Alfa berjalan perlahan dan berputar melihat sekeliling.


Robby mengambil barang bawaan Alfa didalam bagasi.

__ADS_1


Dan mereka menuju kapal kecil yang memiliki sebuah kamar.


Bukan Robby yang membawa kapal itu, ada orang yang lain yang ditugaskan oleh Willi untuk membawa mereka berkeliling ketengah laut.


__ADS_2