
Diperusahaan keluarga Hudson, Alfa baru keluar dari ruang meeting.
Seorang staf menghampiri nya.
"Tuan, hari ini adalah wawancara untuk posisi sekretaris! Apakah seperti biasanya, semua di serahkan pada bagian HRD saja? " tanyanya
"Tidak, kali ini aku saja yang memilihnya. Aku tidak mau seperti yang sudah-sudah! " Alfa pun pergi dengan wajah yang tidak enak dilihat.
Kali ini Alfa ingin memilih sendiri sekertarisnya. Sebelumnya dia memiliki sekretaris, tapi tidak ada satu pun yang cocok dengan nya. Dari yang lamban sampai yang menggoda Alfa . Tanpa segan-segan, Alfa langsung memecat mereka semua. Willi papa nya sampai tidak bisa berkata apa-apa. Karena anak nya sangat berbeda jauh dari dia semasa memimpin perusahaan dulu.
Alfa sudah berada di ruang interview. Orang pertama yang diinterview sudah keluar. Tapi wajahnya memperlihatkan kesedihan. Sudah bisa di pastikan bahwa dia tidak diterima.
Dan orang kedua pun masuk. Tinggallah Rihana sendiri, karena hanya tiga orang yang terpilih dari sekian banyaknya yang menyerahkan lamaran pekerjaan.
Orang kedua pun keluar, wajahnya terlihat biasa saja. Rihana semakin deg-degan.
"Semoga kali ini aku diterima! " Rihana pun berdiri menuju ruang yang ada didepan nya.
"Tok tok tok! " Rihana mengetuk pintu.
"Ceklek! " gagang pintu diputar
Rihana masuk dengan sedikit senyum. Dia duduk disebuah bangku yang berdepanan dengan meja interview.
Alfa masih tertunduk, menulis disebuah kertas.
"Siapa namamu? " tanya Alfa tanpa melihat siapa yang didepan nya.
"Nama saya Rihana Orson! " jawab Rihana.
"Jelaskan tentang dirimu! " Alfa meminta nya untuk mengenalkan diri secara resmi.
Alfa membaca dengan seksama surat lamaran yang di ajukan oleh Rihana sebelumnya.
"Nama saya Rihana Orson, umur saya 24 tahun. Pendidikan terakhir saya akuntan. Pengalaman kerja, pernah berkerja di beberapa perusahaan kecil dan besar." jelas Rihana.
Sudah habis Rihana menjelaskan siapa dirinya. Tapi Alfa masih tetap tunduk tak melihat pada orang yang berada di depan nya.
"Apa sih nih orang, emang dia pikir aku siapa sehingga. Melihat sekali saja pun tidak? " batin Rihana.
"Tuk tuk tuk! " Alfa mengetuk-ngetukkan penanya di meja.
"Baiklah, kamu boleh keluar. Nanti dikabari! " ucap Alfa hanya menunjuk pintu tanpa melihat lawan bicara.
Saat diluar.
"Apakah aku akan diterima? Melihat sikap nya tadi terlalu acuh dan tidak peduli apa mungkin! " batin Rihana berjalan menuju luar gedung.
Alfa pun keluar dari ruang interview. Dia berjalan menuju ruangan asistennya.
"Ceklek! " pintu dibuka.
"Sam, kamu pilih diantara dua orang ini. Mana yang pantas menjadi sekretaris ku! " Alfa menyerahkan cv dua orang pelamar sebelum nya.
Sami menerima kertas itu, Alfa pun keluar dari ruangan Sami.
Diruangan nya, Alfa masih berkutat dengan laptopnya. Matanya tak putus dari layar.
"Tok tok tok! "
__ADS_1
"Ceklek! " pintu dibuka dan Sami pun masuk.
"Bagaimana? " tanya Alfa pada asisten nya.
"Wanita yang ini seperti nya bisa di andalkan! " Sami menyerahkan lamaran Rihana.
Saat menjelang sore.
"Deerrtt deerrt deertt! " getar ponsel Rihana.
Terlihat sebuah nomor tanpa nama. Rihana mengusap tombol berwarna hijau di ponsel nya dan mendekatkan ke telinganya.
"Dengan nona Rihana? " tanya sebuah suara dari seberang telepon.
"Iya, saya sendiri! " jawabnya.
"Anda diterima bekerja diperusahaan HUDSON. Mulai besok anda sudah bisa bekerja! " jelas dari telepon.
"Apa saya tidak salah dengar? Bisa anda jelaskan sekali lagi! " pinta Rihana.
"Mulai besok anda sudah bisa bekerja diperusahaan HUDSON sebagai sekretaris! "
"Aaaaaa! " Rihana menjerit kegirangan.
"Akhirnya, aku bisa juga bekerja diperusahaan besar! " Rihana melompat-lompat dan bahkan menarik karena senang.
"Ada apa sih Rin, kenapa kamu seperti orang kesurupan? " tanya sang ibu.
Rihana menghambur memeluk ibunya.
"Bu, aku diterima kerja di perusahaan besar bu! "Rihana menggoyangkan pelukannya.
"Iya Bu, baru saja mereka menghubungi aku! "
"Selamat ya sayang , kamu harus bekerja dengan benar.Agar tidak dipecat lagi! "
Wajah Rihana berubah setelah mendengar ucapan nya. Pelukannya dilonggarkan.
"Ibu, jangan ingat kan masalah di pecat nya kenapa sih. Doakan saja aku bisa bertahan disana. Karena perusahaan begitu besar. " ucap Rihana.
Sang ibu tertawa melihat wajah anaknya yang tak terima mendengar kata (dipecat).
Keesokan paginya, Rihana bangun lebih awal. Dia ingin terlihat baik di hari pertama kerjakerja dan berharap tidak ada masalah apa pun.
Dengan menaiki sebuah taksi, Rihana tiba didepan perusahaan 20 menit lebih awal.
Dia berjalan masuk menuju perusahaan, seorang security menyambutnya dengan sebuah senyuman.
"Pagi nona! " sapa security .
"Pagi pak! " balas Rihana dan terus berjalan menuju meja resepsionis.
"Selamat pagi, ada yang bisa di bantu? " sapa resepsionis.
"Pagi! Aku mau tanya, ruang HRD mana ya. Aku orang baru disini, dan hari ini adalah hari pertama ku bekerja?" jelas Rihana.
"Anda bisa langsung menuju lantai 3! " jawab resepsionis.
"Terima kasih! " Rihana pun berjalan menuju lift.
__ADS_1
Dia pun tiba di lantai 3.Setelah bertanya diruang HRD, Rihana mendapatkan sebuah kartu pengenal sebagai karyawan dari perusahaan HUDSON.
Seorang wanita yang lebih tua dari Rihana mengantarkannya menuju lantai paling atas.
Saat didepan ruang kerja CEO, mereka pun berhenti.
"Ini meja kerja anda, semoga saja anda betah! " wanita itu pun pergi setelah menunjukkan meja kerja Rihana.
Dia pun duduk sampil mengelus tangan kursi.
"Semoga saja aku bertahan disini! " batin Rihana.
Sepuluh menit dia menikmati enaknya tempat duduk seorang sekertaris.
"Tak tak tak! " sebuah langkah sepatu pentofel terdengar begitu mendominasi.
Rihana berdiri dan melihat ke arah suara.
Terlihat seorang lelaki dengan postur tubuh tinggi dan tegak berjalan bersama seorang pria lainnya.
Dua orang itu tepat berhenti didepan pintu CEO yang ada dihadapannya.
"Selamat pagi tuan! " sapa Rihana sembari berdiri.
Alfa menoleh di saat pandangan Rihana tertunduk dan segera berlalu masuk.
"Kamu harus selalu awasi cara kerja sekretaris baru itu. " ucap Alfa pada Sam.
"Baik tuan! " jawabnya.
Sami keluar dari ruang CEO.
"Nona tolong kerjakan semua berkas-berkas ini. Siapkan hari ini juga! " Sami meletakkan sebuah dokumen yang cukup banyak dimeja Rihana.
Melihat banyak dokumen tersebut dan harus siap hari ini juga. Rihana membuka mulutnya lebar tidak percaya.
"Tapi pak, apa tidak bisa di lanjutkan besok? Saya juga tidak yakin bisa mengerjakan semuanya hari ini! " bantah Rihana.
"Kerjakan, jangan membantah! " ucap Sam dan pergi meninggalkan nya.
Rihana terduduk lemas.
"Ya Tuhan, hari pertama ku harus merasakan lembur! "
Tanpa perlu menunda-nunda, Rihana memulai pekerjaan nya.
Saat jam makan siang telah tiba,Rihana hanya bisa menyelesaikan kertas-kertas sekitar 30 persen saja.
"Kruuukkk! "
Perut Rihana sudah berbunyi minta di isi.
"Aduh, aku sudah lapar! " dia lirik jam di ponselnya.
"Hah, sudah jam makan siang pantas saja!" Rihana bangkit dan menggerakkan pinggang nya kekiri dan kekanan.
"Krakk krakk! "
Dia pun pergi menuju kantin perusahaan yang ada di lantai 2.
__ADS_1