
Sami datang dengan membawa setelah jas yang tergantung dan dibungkus rapi dengan plastik.
"Tuan! Ini baju yang tuan pesan! " Sami menyerahkan baju itu pada Alfa.
Alfa bangkit dan segera menuju kamar ganti. Setelah bertukar pakaian, dia kembali menuju tempat duduk nya.
Sudah tiga puluh menit dia menunggu Rihana untuk bersiap. Alfa terlihat sudah tidak sabar, sesekali dia akan melirik jam di tangan nya dan kaki di goyang-goyangkan.
Tak lama Rihana pun keluar.
"Bagaimana tuan? " tanya pelayan sebelumnya.
Melihat Rihana yang ada didepannya, hampir saja membuat Alfa tidak percaya. Saat ini Rihana betul-betul terlihat berbeda dan bahkan hampir tidak dikenali.
Melihat Alfa yang memperhatikannya tanpa ekspresi, membuat Rihana salah tingkah. Ingin tersenyum, tapi dia merasa malu.
"Tuan! Apa ini sudah cukup? " tanya Rihana mulai bosan diperhatikan.
Suara Rihana membuyarkan lamunan Alfa.
"Ah, iya. Ayo kita pergi! " Alfa terkesiap.
Mereka pun berjalan keluar butik dan mobil pun kembali menyusuri jalan.
Hari sudah mulai gelap, sepanjang jalan tidak ada suara yang keluar dari bibir mereka berdua. Walau sebenarnya bibir Alfa ingin sekali memuji Rihana untuk malam ini. Tapi karena hubungan mereka yang tak jelas dan sikap dingin Alfa sehingga membuatnya menahan semua apa yang ada didalam hatinya.
Mobil pun berhenti.
"Kita sudah sampai tuan! " ucap Sami.
Alfa dan Rihana sama-sama mengarahkan pandangan pada lampu yang terlihat terang dan ada ramai orang disana.
Alfa pun turun dari mobil disusul oleh Rihana.
Alfa berjalan menghampiri Rihana, dan dengan sikap dinginnya Alfa merenggangkan tangan kanannya. Berharap Rihana akan menggandengnya, tapi alangkah sialnya. Rihana malah berjalan pergi meninggalkannya.
Alfa melihat kekiri dan kekanan, takut jika ada yang melihat aksi nya yang terabaikan.
"Apa kamu mau aku pecat? " tanya Alfa dari belakang.
Rihana membalikkan badan.
"Tuan, kenapa dari tadi tuan terus saja mengancam saya ingin memecat saya. Apa kesalahan yang saya buat? " kesal dan Rihana pun berontak yang hampir menjatuhkan air di sudut matanya.
"Apa kamu tidak melihat sekitar? " tanya Alfa dengan nada rendah.
Rihana melihat sekeliling, orang-orang secara berpasangan dan dengan gandengan tangan menuju masuk kedalam gedung yang gemerlap itu.
Wajah Rihana berubah, dari yang ingin menangis menjadi bengong.
"Apa kita harus seperti itu? " tanya Rihana sembari menunjuk pada salah satu pasangan yang ada disana.
"Hemm! " gumam Alfa.
Karena sudah mengerti, Rihana mendekati Alfa dan dengan canggung dia menarik lengan baju lelaki itu sambil berjalan.
Alfa merasa seperti dipermainkan, dan inisiatif memindahkan tangan Rihana ke genggaman tangan Alfa.
Rihana melihat kewajah Alfa.
"Apa yang kamu perhatikan, apa sepanjang pesta ini kamu akan terus-terusan menarik lengan baju saya? " ujar Alfa.
__ADS_1
Rihana terdiam tanpa menjawab ucapan bos nya tersebut.
Mereka pun tiba didalam gedung, terlihat ramai dengan pasangan nya masing-masing. Ada juga beberapa yang tidak membawa pasangan.
"Tuan, ini pesta apa? " tanya Rihana mendekat ke telinga Alfa.
"Ini pesta pernikahan teman saya! " jawab Alfa.
Rihana takjub akan kemeriahan pesta tersebut. Di hiasi lampu berwarna putih dan bunga-bunga hidup serba berwarna putih. Tak jauh dari tempat mereka berdiri, didepannya terlihat sepasang sejoli yang tengah tersenyum gembira menyambut kehadiran para tamu.
Seseorang menghampiri Alfa dan Rihana.
"Maaf tuan! Ini untuk tuan dan nona! " wanita itu memberikan sebuah sovenir di bungkus dalam kotak.
Alfa dan Rihana pun menerimanya. Karena penasaran, Rihana membuka isi kotak itu.
"Haaaaa! " Rihana tersentak.
Kotak itu berisi sovenir berupa emas batangan selebar jari telunjuk dan panjang sekitar setengah inci.
"Ada apa? " tanya Alfa ikut kaget juga.
"I-ini beneran emas? " tanya Rihana tidak percaya.
Alfa mencibir. "Apa kamu tidak pernah melihat sovenir seperti ini? "
Wajah Rihana berubah suram.
"Mana ada orang seperti kami saat nikahan beri sovenir seperti ini? " ungkapnya.
Alfa tersenyum kecut.
Rihana yang melihat wajah Alfa merasa semakin kesal. Dia melepaskan tangan Alfa dan berjalan kedepan dan meninggalkan Alfa yang masih terpaku ditempat.
Rihana semakin jauh dari Alfa, dan tiba-tiba.
"Hallo tuan! " suara seorang wanita yang tiba-tiba meraih tangan Alfa.
Mata Alfa memandang ke arah tangan wanita yang meraih lengan nya dan beralih ke wajahnya.
Alfa terdiam, dan benar saja wanita itu adalah Alina.
"Apa tuan sendiri? " tanya Alina sok dekat.
Alfa pun kesal melepaskan tangan Alina dengan menghempaskannya.
"Jangan pernah sentuh aku! " ucap Alfa dan meninggalkan Alina yang terdiam ditempat.
"Sombongnya! " gumam Alina dan masih saja mengikuti Alfa dari belakang.
Alfa terus menghindar dari Alina yang menurutnya bukan wanita baik-baik.
Kembali Alina mendekatinya , tapi Alfa terus saja menghindar.
Dari sisi lain Rihana memperhatikan gelagat dua orang itu. Rihana tidak begitu melihat jelas siapa wanita yang mengikuti Alfa tersebut.
Rihana pun mendekati mereka dan tidak disangka.
"Alina! " panggil Rihana.
Mendengar suara yang tidak asing, Alina menoleh kebelakang.
__ADS_1
"Rihana! "
"Sama siapa kamu kesini? " tanya Rihana.
Mata Alina melirik ke arah Alfa, seperti memberi jawaban.
Rihana semakin tidak mengerti. Dengan percaya diri, Alina memeluk lengan Alfa didepan Rihana.
Mata Rihana menatap tajam pada Alfa, dan benar saja Alfa melepaskan kembali pelukan lengan nya tersebut.
Tidak ingin malu.
"Rin, kamu sama siapa kesini? " tanya Alina.
"Aku! Aku dengan tuan Alfa! " jawab Rihana.
Alina yang tidak menyangka bahwa temannya itu datang bersama lelaki yang dia taksir.
"Kamu dengan siapa sih? " tanya Rihana kembali.
"A-aku datang bersama seseorang yang ada didalam! " Alina terlihat gagu saat menjawab pertanyaan temannya.
"Tapi ngomong-ngomong, ini kan pesta nya irang5 elit! Apa pacarmu juga orang kaya ya? " tanya Rihana yang kurang bersahabat bagi Alina.
"Itu, aku..... "
Tak ingin berlama-lama bersama Rihana.
"Aku permisi dulu, aku ada urusan! " ucap Alina dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Alfa tersenyum puas melihat Alina yang cukup malu di buat temannya sendiri.
Setelah kepergian Alina, entah kenapa Rihana terlihat kesal dan tidak berbicara satu patah kata pun pada Alfa.
Seseorang menghampiri Alfa yang sedang berdiri berbicara dengan rekan yang lain.
"Tuan Alfa! " sapa orang itu.
Alfa menoleh.
"Tuan Rey! Apa kabar ? " Alfa menjabat tangan Rey.
"Sudah lama tidak berjumpa, dan sekalinya jumpa ditempat seperti ini! " ujar Rey.
Alfa tersenyum "Tuan terlalu sibuk sehingga tidak ada waktu untuk berkunjung ke tempat saya! "
Melihat Alfa yang sendiri. Rey mendekat.
"Apa tuan datang sendiri? " tanya Rey bergurau.
Alfa tersenyum "Saya datang bersama dia! " Alfa menunjuk Rihana yang sedang menikmati minumannya.
Rey memperhatikan ke arah Rihana, bertepatan mata Rihana juga memandang ke arah mereka.
Alda melambaikan tangan nya , Rihana pun mendekati mereka.
"Perkenalkan! Ini calon istriku! " ucap Alfa yang tiba-tiba.
Mendengar ucapan Alfa, mata dan bibir Rihana serentak membulat.
"Wah, calon tuan Alfa begitu cantik. " Rey mengulurkan tangannya pada Rihana.
__ADS_1
Rihana pun menjabat tangan lelaki itu.