
Hari hampir malam, Alfa masih berada di dalam ruangannya.
Rihana hanya bisa menunggu sampai bos nya itu keluar.
"Katanya mau ada acara , kenapa tuan Alfa belum keluar juga? " batin Rihana sambil menyandarkan tubuhnya malas.
"Ceklek! " gagang pintu di putar.
Rihana yang menyadari suara itu bergegas bangkit.
Keluarlah Alfa.
"Kamu bersiap-siaplah, kita akan segera pergi! " ucap Alfa dingin pada Rihana.
"Sa-saya sudah siap tuan! " jawab Rihana.
Mata Alfa menyipit.
"Apa seperti yang kamu bilang siap? " Alfa menilisik gaya Rihana dari kepala sampai kaki.
Rihana melihat penampilan nya dari kaki hingga baju yang iya kenakan.
"Apa yang salah tuan? Ini adalah baju terbaik saya! " jawab Rihana tampak kesal.
Alfa mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi seseorang.
"Tolong kamu urus dia! " ucap Alfa singkat dan mematikan ponselnya.
Rihana hanya memandang Alfa yang tampak tidak senang dengan nya.
Alfa kembali masuk kedalam ruangannya.
"Prakk! " suara pintu tertutup dengan keras.
Bahu Rihana terangkat mendengar suara itu.
"Apa aku salah? " Rihana terduduk dan berfikir sejenak.
"Ceklek! " kembali gagang pintu di buka.
Rihana hanya menundukkan pandangannya.
"Kamu! Berdiri lah." ujar Alfa.
Rihana melihat masih tidak faham dengan makhluk yang tak bisa di baca itu.
"Ya, kamu! " suara Alfa mengeras.
Rihana pun bangkit, kedua tangannya saling bertaut. Dia merasakan dingin sekujur tubuh saat melihat sisi berbeda dari Alfa.
Setelah Rihana berdiri, Alfa mengambil sebuah gambar dengan kamera ponsel nya.
Setelah selesai, dia kembali masuk kedalam ruangannya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 . Semua orang di kantor sudah pada pulang.
Rihana semakin bosan menunggu keputusan Alfa.
"Jadi pergi tidak, kenapa tuan Alfa hanya diam saja? " sungut Rihana sambil menggulung pinggir baju bagian bawahnya.
"Ada apa dengan tuan Alfa.Apa sifatnya memang tempramen seperti itu? " bermonolog.
"Tak tak tak! " sebuah langkah sepatu pentofel.
Rihana menoleh kearah suara.
Ternyata Sami yang datang, dengan menenteng dua paper back.
"Nona, ini punya anda! " Sami menyerahkan sebuah paper back pada Rihana.
Rihana menerimanya dengan rasa bingung.
__ADS_1
"Ini untuk saya? " tanya Rihana dan melihat isi tas itu.
Matanya membulat.
"Tuan Sam, saya tidak pernah merasa memesan pakaian apapun! Apalagi ini cukup mahal buat saya!" Rihana memandang polos pada Sami.
Sami tersenyum mendengar ucapan Rihana yang terkesan tidak mengada-ada.
"Itu memang untuk kamu pakai malam ini! " jawab Sami.
Sami pun masuk kedalam ruangan Alfa.
Tak lama, Alfa pun terlihat keluar dari dalam ruangan nya.
Saat keluar dari pintu.
"Ayo ki..... " ucapan Alfa terhenti.
Dia tidak melihat sosok sekretaris nya disana.
Alfa berdiri menunggu didepan pintu nya dengan kedua tangan dimasukkan kedalam saku celana.
Sementara Sami berdiri disamping Alfa.
5 menit kemudian, Rihana pun datang.
"Tuan, kita pergi sekarang? " tanya Rihana sedikit senyum.
Melihat penampilan Rihana, membuat Alfa dam Sami terdiam untuk sesaat tanpa berkedip.
"Nona Rihana begitu cantik dengan gaun itu? " batin Sami.
"Tuan! " panggil Rihana sehingga mengagetkan lamunan dua orang lelaki itu.
Alfa pun tersentak dari lamunannya.
"Ayo kita pergi! " ajak Alfa.
Mereka pun berjalan bersama-sama menuju lift.
Sami yang berada di belakang Alfa bisa melihat tingkah bosnya itu dari pintu yang memantulkan bayangan mereka.
Sementara Rihana tidak menyadari akan itu.
"Ting! " pintu lift pun terbuka.
Mereka bergegas menuju mobil yang sudah terparkir tepat didepan pintu perusahaan.
Saat di pintu keluar, seorang penjaga mendekat dan memberi hormat pada mereka.
Alfa masuk kedalam mobil di bagain belakang.
Sementara Rihana memilih duduk di samping supir.
Mata Alfa terlihat merah , dia menatap lekat ke bangku depan. Saat Sami masuk, dari kaca depan dia melihat aura mematikan dari Alfa.
"Maaf nona, sebaiknya nona Rihana duduk di belakang saja! " ucap Sami pelan.
Rihana menoleh kebelakang.
Seketika Rihana memalingkan wajahnya
"Ya Tuhan, apa aku sudah berbuat salah.Kenapa matanya seperti itu? " batin Rihana sembari membuka pintu mobil.
Perlahan dia membuka pintu bagian belakang. Menempatkan duduk nya begitu rapat pada pintu.Sehingga jaraknya dan Alfa sedikit renggang.
Sami pun segera menjalankan mobilnya. Di sepanjang perjalanan tidak ada percakapan satu sama lain.
Rihana terlihat asik melihat kilauan lampu bangunan disepanjang jalan. Ketika lampu yang terlalu terang, Rihana akan menoleh ke kanan dimana Alfa duduk.
Lampu temaram itu menambah nilai plus kecantikan Rihana yang di poles makeup tipis. Tapi tidak mengurangi kecantikan nya. Di tambah gaun yang dia pakai memancarkan aura yang tak tidak biasa.
__ADS_1
Mobil berhenti di pelataran sebuah gedung tinggi.
Rihana melihat sekeliling, terlihat banyak mobil mewah dan mahal terparkir di lamannya.
Disana juga banyak orang yang hadir berpasangan dan ada juga sendiri serta bersama teman juga.
Sami membuka pintu untuk Alfa.
Melihat Alfa keluar, Rihana pun segera keluar.
Alfa merapikan jas yang iya kenakan.
Tanpa aba-aba, Alfa berjalan tanpa mengajak Rihana. Melihat itu Rihana berpikir, mungkin mereka jalan masing-masing.
Saat Alfa sudah sepuluh langkah, sementara Rihana masih berdiri terpaku.
Sami yang masih berdiri di luar, hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Sami mendekati Rihana.
"Kenapa kamu masih disini,tuan Alfa bisa marah! " ujar Sami.
Rihana merasa takut dengan ancaman Sami. Dia berlari kecil menghampiri Alfa yang berjalan seperti serdadu tentara.
Saat jalan mereka beriringan, Rihana terlihat berjalan sembari berlari. Karena tidak bisa mengimbangi langkah Alfa.
Di pintu masuk, mereka sudah disambut oleh beberapa orang yang bertugas dibagian pintu.
"Ternyata ini hotel! " batin Rihana.
"Selamat datang tuan dan nona! " sapa para petugas itu.
Rihana menoleh pada Alfa yang sama sekali tidak memperlihatkan respon.
Rihana membalas sambutan mereka dengan senyuman.
Alfa meliriknya.
"Apa kamu tidak capek tersenyum terus? " tanya Alfa sinis.
Mendengar pertanyaan dari bosnya. Sontak saja membuat senyuman Rihana hilang seketika.
Wajahnya kembali datar sembari berjalan mengikuti Alfa.
Alfa terlihat senyum pada seseorang yang ada didepannya.
Tak sengaja Rihana melihat nya, Rihana begitu tertegun melihat senyuman Alfa terlihat begitu manis.
"Tuan Alfa, selamat datang. Silahkan nikmati pestanya." seorang lelaki terlihat lebih tua dari Alfa.
Mereka pun berbincang-bincang mengenai bisnis.
Rihana mulai merasa bosan, dia pergi meninggalkan Alfa yang lagi asik bicara dengan teman bisnisnya.
"Aku merasa lapar, sebaiknya aku makan dulu! " Rihana berjalan menuju meja hidangan.
Terlihat banyak sekali berbagai macam hidangan.
Saat seorang pelayan membawa nampan berisi minuman. Rihana menyambar segelas minuman berwarna merah.
Pelayan itu tampak kaget saat Rihana mengambil minuman itu.
"Nona, apa anda yakin mau minum itu? " tanya pelayan.
"Apa ada yang salah dengan minuman ini? " tanya Rihana.
Pertanyaan Rihana seperti mengejek, sehingga membuat pelayan takut untuk menjelaskannya.
Pelayan itu pun pergi begitu saja.
"Sekarang aku hanya butuh beberapa makanan untuk mengganjal perut ku! " Rihana mengambil beberapa jenis kue.
__ADS_1
Setelah minuman dan kue sudah ditangan. Dia mencari tempat untuk duduk menghabiskan makanannya.
Terlihat sebuah meja bulat tidak ada orangnya. Rihana berjalan kesana dan duduk dengan manis .