Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
eps 8.BERJUMPA LAGI


__ADS_3

Tante Rose dan Janet pergi menuju meja yang lain. Mereka meninggalkan Willi dan Sesyl.


Willi hanya terdiam, tidak. berminat untuk memulai kata-kata. Sementara Sesyl hanya tersipu malu sambil menundukkan kepalanya.


Sudah bisa di tebak bahwa Sesyl seperti nya sangat menyukai Willi.


"Ada dengan wanita ini. Dari tadi hanya tersenyum ? " fikir Willi.


"Apa kamu tidak punya pacar? " tanya Sesyl mumbuka suasana yang beku


"Kenapa kamu bertanya seperti itu? " tanya Willi kembali.


"Kamu tampan, dan idealnya semua wanita.! " ucap Sesyl.


"Sebetulnya aku tidak ingin menyakiti mu, tapi jujur aku sudah punya pacar..!" jelas Willi berbohong.


Seketika wajah Sesyl berubah, senyum yang tadi nya merekah sekarang berubah muram. Wajah nya merah, matanya mulai berkaca-kaca.


Ketika Sesyl menatap wajah Willi, Willi sengaja mengalihkan pandangannya kesembarang arah agar tidak melihat ekpresi wanita yang ada didepan nya.


"Kalau memang kamu punya pacar, kenapa kamu mau bertemu dengan ku? " ucap Sesyl dengan suara bergetar.


"Maaf, aku tidak bisa menolak. Karena ini permintaan tante Rose , dan aku hanya menghargainya saja..! " jelas Willi.


Di tengah percakapan "Deerrttt.... deeerrttt...! " getaran ponsel Willi.


Dia angkat telepon itu dengan wajah serius.


Setelah selesai menelepon, Willi bangkit dan merapikan jas nya. "Aku minta maaf, aku harus pergi sekarang.Karena ada pekerjaan mendesak.! " ucap Willi dan langsung pergi meninggalkan wanita itu seorang diri.


Buru-buru Willi melebarkan langkahnya agar tidak berjumpa dengan tantenya.


Robby yang sudah menunggu, melihat Willi dari jauh segera membuka pintu mobil. "Ayo buruan kita pergi, aku mau istirahat..! " ucap Willi sambil masuk kedalam mobil.


"Baik tuan..! " Robby buru-buru menutupkan pintu untuk tuannya dan segera masuk dikursi depan. Mobil segera melaju meninggakkan restoran itu.


Sesyl yang hanya bisa melihat kepergian Willi, berusaha menahan emosi nya agar tidak pecah ditempat itu.


Tante Rose dan Janet datang menghampiri meja Sesyl.


"Loh Sesyl, mana Willi? " tanya Rose.


"Dia pergi tante setelah menerima telepon..! ' jawab Sesyl.


" Dia tidak bilang mau pergi kemana? " tanya Rose lagi.


"Tidak tante, tapi tadi dia bilang dia sudah punya pacar.! " jelas Sesyl.

__ADS_1


"Pacar..? " ucap Rose seakan tak percaya.


"Bagaimana ini sis, katanya ponakannya tidak punya pacar. Kenapa sekarang dia bilang sudah punya.! " ucap mama Sesyl sedikit emosi.


"Memang benar dia tidak punya pacar sis. Kalau memang iya, harusnya dia sudah bawa ke hadapan ku! " jelas Rose.


Merasa marah dan malu, Janet menarik tangan anaknya meninggalkan Rose yang masih termangu tak percaya atas apa yang dilakukan Willi.


"Sis tunggu sebentar..! " panggil Rose.


Tapi kedua orang ibu dan anak itu tidak memperdulikan panggilan sahabatnya itu.


Rose membuka tas kecilnya mengambil ponsel dan menghubungi Willi. "Tut... tut...! " suara terhubung.


Panggilan itu tidak di angkat sama sekali.


Kembali Rose mencoba menghubungi nomor Willi "Tuttt... tuttt..! " suara terhubung.


Tetap tidak diangkat sama sekali.


Tante Rose semakin kesal, dia pun melangkah pergi menuju keluar restoran. Amarahnya seakan ingin meledak, karena rasa malu bercampur kecewa.


Dia pergi ke mansion Willi untuk berjumpa dengannya.


Ketika tiba didepan mansion, security sudah mengenali mobil milik tante Rose. Dan segera membuka pintu pagar.Mobilnya pun masuk menuju halaman yang terlihat luas. .


"Willi... Willi..! " teriak tante Rose.


Tapi tidak ada jawaban, dia naik menuju lantai atas dimana kamar Willi berada.


"Tok.. tok.. tok..! " Rose mengetuk pintu kamar Willi.


Tapi tidak ada jawaban dari dalam. Tante Rose membuka pintu kamar Willi yang tak di kunci.


Dia mencari kesekeliling kamar dan bahkan ke kamar mandi. Tapi tidak menemukan siapa-siapa disana.


Rose kembali turun, pak Im kemana Willi? " tanya Rose kepada asisten rumah tangga.


"Maaf nyonya, tuan belum pulang sedari pagi! " jelas Pak Im.


"Baiklah pak, bila nanti dia pulang beritahu saya mencarinya! " ucap tante Rose.


"Baik nyonya! " jawab Pak Im.


"Saya pergi dulu..! " tante Rose berjalan melangkah keluar.


Sementara di perusahaan keluarga Hudson. Terlihat Willi sedang tiduran didalam kamar pribadi yang ada di dalam ruang kerjanya.

__ADS_1


Setelah pertemuan dengan Sesyl tadi, dia tidak pulang kerumah. Sudah tahu akan di cari oleh tante nya.


Dan Robby sudah dia perintah kan untuk pulang. Di saat lagi bersantai "Kruukkkk.....! " suara perut yang sedang kosong.


"Ahhhh.. Aku belum makan ! " gumam Willi.


Willi bangkit dan keluar dari kamar. Dia melihat sekeliling "Benar saja, sudah malam begini. Robby sudah pulang! " Willi bicara sendiri.


Maksud hati ingin meminta bantuan Robby,tapi semua orang sudah pada pulang. Hanya dia sendiri yang tidak.


Willi berjalan masuk kelift ingin kelantai bawah. Setelah sampai, dia berjalan keluar dari perusahaan.


Menuju mobil yang terparkir, setelah masuk dia pun pergi. Dia ingin mencari restoran untuk makan.


Setelah berjalan menyusuri jalanan, dia melihat sebuah restoran besar. Dan membelokkan setir nya menuju restoran tersebut.


Setelah memesan dan hanya makan seorang diri. Willi memesan secangkir kopi. Posisi duduk Willi yang berdekatan dengan dinding kaca membuat nya bisa leluasa melihat keluar keluar. Dia seruput kopi nya sedikit demi sedikit ingin merasakan nikmat dari minuman tersebut.


Ketika Willi memandang ke luar, dia melihat seorang wanita yang baru saja tiba menaiki taksi. Tepat berhenti di tepi jalan yang begitu jelas terlihat oleh Willi.


Dia menaikkan sebelah alisnya, dia seperti mengenal wanita itu. Matanya mengikuti kemana wanita itu pergi. Dan ternyata dia menuju kedalam restoran.


Wanita itu menuju sebuah ruang reservasi.


Tak lama, wanita itu kembali keluar dari ruangan bersama seorang lelaki paruh baya.


Willi semakin penasaran dengan wanita itu. "Siapa dia sebenarnya..? " fikir Willi.


Setelah wanita itu dan lelaki paruh baya keluar dan berada di parkiran.


Willi pun ikut keluar dan segera menaiki mobilnya. Di pintu keluar, dia melihat mobil yang dinaiki wanita itu.


Setelah keluar dari halaman parkir, Willi terus mengikuti mobil yang ada didepannya.


"Kenapa aku harus mengikuti wanita itu! " fikir Willi yang masih tak mengerti dengan diri nya.


Cukup jauh jarak yang ditempuh, sudah setengah jam.


Dan tibalah didepan sebuah rumah besar. Mobil menepi kepinggir jalan.


Seorang wanita keluar dari bangku setir. Willi merasa heran "Kenapa dia yang menyetir..? " gumamnya.


Wanita itu terlihat membuka pintu belakang mobil. Dan berusaha untuk membantu lelaki paruh baya itu.


Pemandangan berubah, seperti terjadi perlawanan dari dalammobil. Wanita itu ditarik dengan paksa oleh lelaki paruh baya tersebut.


Wanita itu terus saja melawan, tapi seperti tidak cukup tenaga.Seketika duduk Willi berubah tegak. Ingin memastikan apa yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2