Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
SEASON 2.eps.107.WANITA SELALU BENAR


__ADS_3

Setelah sedikit usaha dan di bantu oleh petugas toko akhirnya kalung itu pun bisa dibuka.


Rihana tidak berani memandang Alfa yang sedari tadi mencuri pandang pada wanita itu.


Setelah beberapa menit, petugas toko kembali dengan sebuah tas .


"Ini tuan! Dan terima kasih berbelanja di toko kami! " ujar penjaga toko ramah.


Rihana dan Alfa kembali ke dalam mobil.Dan sebelum mereka berangkat, Alfa meminta Rihana untuk menunggu didalam mobil.


Dia kembali masuk kedalam toko tadi. Rihana hanya melihat Alfa yang sepertinya membeli barang yang lainnya.


Dan betul saja, Alfa kembali dengan sebuah tas yang berbeda dengan yang pertama tadi.


Mereka pun berangkat.


"Apa kamu lapar?" tanya Alfa.


"Heemm! " gumam Rihana.


Tak jauh , Alfa memutar mobil menuju sebuah pelataran parkir. Terlihat sebuah restoran yang cukup besar.


"Turun lah ayo kita makan! " ajak Alfa.


Mereka pun turun dan memasuki restoran.


"Kamu pilih saja apa yang ingin kamu makan! " Alfa berdiri .


"Aku ke toilet dulu! "


Rihana hanya diam, dia melihat-lihat daftar makanan yang ada dimenu.


"Kenapa semua harga makanan ini begitu mahal? " batinnya.


Pelayan restoran yang sedang berdiri di sampingnya sudah siap untuk menulis pesanan pelanggannya.


Lama Rihana melihat-lihat dan membolak balik buku menu itu. Sehingga membuat wajah pelayan itu sedikit kesal.


Alfa pun kembali duduk di kursinya.


"Apa kamu sudah memesan? " tanya Alfa.


Rihana hanya menggeleng.


Alfa mengambil buku menu dan melihat isinya.


"Saya mau ini, ini dan ini! " tunjuk Alfa pada buku menu.


Sang pelayan menulis apa-apa yang dipesan oleh Alfa.


Setelah merasa cukup, pelayan itu pun pergi.


"Apa kamu menunggu ku?" tanya Alfa pada Rihana yang melihat kesekitar restoran.


"Buat apa saya menunggu tuan? " jawab Rihana ketus.


Alfa tersenyum melihat kejutekan wajah Rihana yang lebih mirip anak-anak.


"Apa malam ini kamu ada kegiatan lain? " tanya Alfa tiba-tiba.


"Kenapa tuan tanya seperti itu? " tanya Rihana heran.


"Setelah ini, aku masih ingin mengajak mu menemui mama. Karena malam ini ada acara ulang tahun mama! " ucap Alfa.


Rihana terpelongon.


"Tante ulang tahun! Jadi hadiah tadi untuk dia? " tanya Rihana.

__ADS_1


Alfa hanya mengangguk.


"Kenapa tuan tidak bilang sebelumnya bahwa tante ulang tahun? " terlihat raut wajah Rihana yang kecewa.


"Emang kenapa kalau saya tidak bilang? " tanya Alfa.


"Tidak mungkin kan saya datang kesana dengan tangan kosong! " rutuk Rihana.


Alfa tersenyum.


"Masalah itu tidak usah kamu pikirkan. Bukankah tadi kita sudah membeli hadiah untuk mama? " tanya Alfa.


"Hadiah?" tanya Rihana.


"Iya! Kalung tadi. " jelas Alfa.


"Maaf tuan, itu hadiah dari tuan bukan dari saya! " jelas Rihana.


"Dan aku ingin kamu yang memberikannya pada mama! " pungkas Alfa.


Mata Rihana langsung menatap ke mata Alfa. Dia merasa kali ini Alfa seperti punya maksud tertentu.


"Walau bagaimana pun, saya ingin membelikan hadiah untuk tante dengan uang saya sendiri! " tegas Rihana.


"Tidak usah, kamu berikan saja kado yang tadi! " ujar Alfa.


"Tidak! " bantah Rihana.


"Baiklah, terserah pada mu. Karena saya tidak menerima bantahan gaji mu saya potong! " ucap Alfa.


Mendengar pemotongan gaji, bibir Rihana seketika berhenti bicara.


Seorang pelayan pun datang membawa pesanan mereka sebelumnya.


"Silakan dimakan tuan dan nona! " ucap pelayan dan kembali pergi setelah menghidangkan makanan.


Entah karena emosi atau lapar, cara Rihana menancapkan garpu pada daging panggang itu seperti orang yang sedang emosi.


Alfa tahu, dan sudah bisa membaca apa yang ada dipikiran wanita itu. Dia tetap santai menyantap hidangan yang ada didepan nya.


Setelah selesai makan, mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah Rihana.


Mereka pun tiba di depan rumah Rihana, mobil pun dimatikan. Rihana keluar dari mobil dan di susul oleh Alfa.


Ibu Rihana datang menyambut kedatangan bos dari anaknya itu.


"Silahkan masuk tuan! Silahkan duduk! " ucap ibunya.


Rihana yang masih kesal langsung menuju kedalam kamar nya untuk bersiap-siap.


Alfa duduk di sofa yang tidak terlalu besar.


"Nak Alfa duduk dulu, saya buatkan minum dulu! " ucap Ibu Rihana.


"Tidak perlu tante, kami hanya sebentar." bantah Alfa.


Ibu Rihana pun mengurungkan niatnya untuk membuat minuman.


"Kalian mau kemana? " tanya Ibu Rihana.


"Ada pesta yang harus kamu kunjungi! " jelas Alfa.


"Oooo! " balas Ibu Rihana.


Dan benar saja,tidak lama Rihana kembali keluar dengan pakaian yang sudah berubah. Dan lebih tepatnya terlihat cantik dari sebelumnya. Kali ini Rihana memakai riasan layaknya orang yang mau kepesta.


"Bu, Rihana pergi dulu. Tuan Alfa sudah menjelaskannya kan? " mata Rihana memandang Alfa.

__ADS_1


"Sudah nak, pergi lah. Tapi jangan lama-lama pulangnya! " nasehat lbunya.


Alfa dan Rihana pun menuju mobil.Saat di jalan.


"Tuan kita singgah ke toko pakaian. Saya ingin membelikan kado untuk tante Vivian. " pinta Rihana sembari menggeledah tasnya memastikan bahwa tidak ada barangnya yang tertinggal.


"Bukankah sudah ku katakan! Kamu tidak perlu melakukan nya! " tegas Alfa.


"Tapi saya tidak enak dengan tante Vivian. " debat Rihana.


"Itu hanya perasaan mu. Dan mama juga tidak tahu bahwa kado itu aku yang beli! " ujar Alfa.


"Apa tuan terlalu polos atau sebaliknya. Tante Vivian pasti tahu harga perhiasan itu, dan apa mungkin saya karyawan biasa mampu untuk membelikannya? " jelas Rihana.


Mendengar ucapan Rihanna, Alfa kehilangan kata-katanya.


"Tidak salah orang bilang. Wanita itu selalu benar dan tidak terima kesalahan! " gumam Alfa.


"Apa tuan bilang? " tanya Rihana yang mendengar sekilas ucapan Alfa tadi.


"Tidak ada! "


Mereka pun tiba di sebuah toko pakaian. Dan atas permintaan Rihana agar Alfa berhenti di toko yang sudah terkenal dengan kualitas dan langganan para ibu-ibu konglomerat.


Dengan gaya anggunnya, Rihana masuk dan melihat-lihat pakaian yang terpajang. Satu persatu Rihana telisik setiap barang dan tak lupa Rihana juga akan melihat label harga yang sudah tertera disana.


Sementara Rihana sibuk memilih apa yang cocok untuk dia kadokan. Alfa berjalan menuju kasir.


"Apa yang bisa saya bantu tuan? " sapa kasir ramah.


"Apa pun nanti yang dipilih oleh wanita itu (Alfa menunjuk ke arah Rihana) kamu harus bilang bahwa barang itu sedang di diskon! " pinta Alfa.


Kasir bingung. "Tapi tuan! "


Alfa mengeluarkan kartu kredit limited edition miliknya.


Sang kasir pun faham apa maksud lelaki itu.


Rihana memilih sebuah dompet yang terbuat dari kulit asli.


Dia memberikan dompet itu pada petugas kasir.


"Nona untuk produk yang ini, kami diskon khusus untuk hari ini! " ucap petugas kasir.


Rihana seperti mendapatkan jekpot.


"Berapa yang harus saya bayar? " tanyanya tak sabar.


"Anda cukup membayar 100 ribu saja! " jawab petugas kasir.


Dengan senyum yang tak putus-putusnya. Rihana mengeluarkan uang ratusan selembar.


"Ini! " dia serahkan uang itu pada petugas kasir.


Petugas kasir pun mengambil uang itu dan tak lupa menyerahkan bungkusan tas yang sudah iya kemas dengan rapi.


"Terima kasih sudah berbelanja di tempat kami! " ucap petugas toko ramah.


Rihana pun keluar dari toko menuju kedalam mobil.


"Kamu sudah dapat barangnya?" tanya Alfa seolah-olah tidak tahu.


"Hari ini sepertinya hari keberuntungan saya tuan! " ucap nya senang.


Alfa tahu apa yang di maksud oleh Rihana.


Sebelum mereka pergi, Alfa meminta Rihana agar menunggu sebentar, iya ingin melihat sesuatu kedalam toko .

__ADS_1


Tak lama Alfa pun sudah kembali masuk kedalam mobil dan mereka pun berangkat.


__ADS_2