Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
eps 7.BERTEMU DENGAN JODOH


__ADS_3

Sebuah mobil sedan hitam mengkilap berhenti tepat didepan kosan Vivian.


Seorang pria dengan baju setelan jas keluar dari mobil dengan membawa kantung kertas.


"Tok... tok... tok...! " suara ketukan pintu.


Vivian membuka pintu dan tak perlu ditanya lagi siapa yang datang. Karena itu adalah Robby asisten Willi.


"Kamu bawa pesanan ku tadi? " tanya Willi.


"Sudah tuan! " jawab Robby dengan wajah heran.


Willi mengambil kantungan kertas tersebut "Ada apa dengan wajahmu. Tidak perlu tahu apa yang terjadi. Tidak baik ..! " ucap Willi dan pergi menuju kamar mandi.


Robby melihat ke arah Vivian "Kamu..! " ucap Robby heran.


"Ya tuan..! "Vivian menyapa ramah.


" Kenapa kamu bisa bersama tuan Willi? "tanya Robby masih tak mengerti.


Vivian hanya diam, karena sebelumnya Willi sudah mengatakan untuk tidak membicarakan masalah ini dengan siapa pun.


Setelah beberapa menit, Willi keluar dari kamar mandi.


" Ayo kita pergi, dan kamu..! " tunjuk Willi dengan Vian.


"Nanti aku akan memberi mu sesuatu..! " ucap Willi.


Willi dan Robby pun melangkah keluar meninggal kan kosan kecil itu.


Diperjalanan, Robby sesekali melirik melalui kaca depan. Bukan sekali dua kali bahkan berkali-kali. Willi tahu bahwa Robby masih penasaran.


"Lihat saja jalan mu, kalau terjadi apa-apa kamu aku pecat..! " ucap Willi.


Wajah Robby berubah takut, dia kembali fokus pada jalan. Karena ancaman dari Willi tidak pernah main-main.


Sesampainya di kantor, Willi langsung memasuki ruang kerja.


Di kursi kebesaran nya, Willi masih tidak mengerti dengan semua yang terjadi.


"Kenapa Brian dan Sebastian tidak mau mengantarkan ku! " fikir Willi.


Willi tau, kenapa teman-teman nya tidan ingin mengantarkan nya. Karena mereka adalah duo laki bren*s*k yang selalu ingin bermain dengan setiap wanita.


"Robby, masuk keruangan ku sekarang! " panggil Willi melalui sambungan telepon kantor.


Karena jarak ruangan mereka tidak terlalu jauh, Robby segera tiba didepan pintu.


"Tok.. tok...! " suara ketukan pintu.


"Masuk..! " jawab Willi.


Robby pun masuk "Ada apa tuan..? "tanya nya.

__ADS_1


" Kamu panggil wanita itu kesini.! " pinta Willi.


Wanita yang di maksudkan adalah Vivian.


"Baik tuan.! " jawab Robby sambil berbalik arah.


Di lantai bawah, Robby mencari keberadaan Vivian. Tapi dia tidak menemukannya.


Dia berjalan menuju meja lainnya yang berdekatan dengan meja Vivian.


Setelah berada di depan Berta "Hei kamu..! " panggil Robby.


Berta melihat kekiri dan kekanan. "Tuan bicara dengan saya? " tanya Berta memasang wajah bingung.


"Ya sama kamu..! " jawab Robby.


"Ada apa tuan? " tanya Berta.


"Dimana wanita yang duduk di meja ini? " tanya Robby.


"Hah,Vivian tuan maksud..? tanya Berta lagi.


" Iya..! " ujar Robby.


"Dia hari ini tidak masuk tuan, katanya dia dirumah sakit! " jawab Berta.


Mata Robby membesar mendengar ucapan Berta.


"Apa dia sakit? " tanya Robby.


Setelah mendapatkan kepastian, Robby pun pergi.


"Maaf tuan, hari ini wanita itu tidak masuk kerja..! " Robby menyampaikan berita pada bos nya.


"Kenapa dia tidak masuk? " tanya Willi.


"Saat ini dia sedang berada di rumah sakit..! " jawab Robby.


"Rumah sakit..! Apa dia sakit? " wajah Willi terlihat serius.


"Belum pasti tuan, karena dia tidak menjelaskan apa masalahnya! " jelas Robby.


"Sudah lah..! " ucap Willi mengakhiri pembicaraan.


Robby yang sudah mengerti mundur selangkah dan akhirnya keluar dari ruangan kerja bos nya.


Lima hari berlalu, seperti biasa Vivian masih terlihat sibuk dengan kerja sampingan nya sebagai supir pengganti.


Dia sebenarnya tidak menginginkan kerja ini. Karena besar resiko nya untuk seorang wanita. Tapi demi mengumpulkan uang untuk oprasi mama nya. Dia hilangkan semua fikiran buruk itu. Baginya, mama adalah satu-satu nya orang yang dia sayang tanpa syarat.


Setiap pagi, dia buru-buru untuk berangkat kekantor. Setelah pulang , dia pulang kekosan. Setelah malam dia singgah sebentar kerumah sakit untuk melihat mamanya. Dan ketika ada panggilan untuk menjadi supir. Maka dia harus meninggalkan mamanya.


"Ya Tuhan, berilah aku kemudahan untuk menjalani kehidupan ini demi kesembuhan mama ku..! " doa Vivian ketika akan berangkat saat malam.

__ADS_1


Kita ke Willi.


Seperti yang sudah diucapkan oleh tante Rose. Dia menepati janji nya untuk menjodohkan Willi dengan seorang wanita dari rekan nya.


"Maaf tuan, malam ini tuan ada janji bertemu dengan salah satu anak dari rekan tante Rose.! " jelas Robby.


"Oh tidak, tolong jangan bilang itu. Aku tidak suka mendengarnya..! " ucap Willi.


"Tapi tuan.... " bantah Robby.


Willi menancapkan pandangannya dalam-dalam ke arah Robby.


"Maaf tuan, sebelum nya saya sudah memberi tahu tante Anda. Tapi tidak ada penolakan katanya! " ucap Robby.


"Dasar tidak becus, kenapa kamu tidak mengatakan bahwa aku lagi tidak ada waktu. " bentak Willi.


Robby hanya terdiam menundukkan kepalanya.


Dengan wajah malas, Willi bangkit sambil mendorong kursi kebesaran nya. Tak lupa, baju jas yang di letakkan di sandaran kursi.


"Dimana pertemuan itu? " tanya Willi.


"Di restoran Garden tuan..! " jawab Robby.


"Ahh.... Zaman apa sekarang ini. Masih ada saja perjodohan gila seperti ini..! " sungutan Willi.


Robby memutar matanya malas, karena sifat tuan nya yang tak bisa ditebak.


Ketika dijalan menuju restoran, Willi duduk seperti orang yang sedang tidur. Dia memejamkan matanya sambil kedua tangannya berdekapan didada dan kaki kanan disilangkan ke kaki kiri.


Robby yang dari tadi memperhatikan dari kaca depan, sudah tahu apa yang ada difikiran bos nya itu.


Tak lama, mereka pun sampai didepan sebuah restoran mewah. Mobil-mobil yang terparkir sudah di pastikan punya kaum berkelas dan elit. Suasana tampak menyejukkan, karena konsepnya bertema taman.


"Tuan, kita sudah sampai..! " ucap Robby.


Willi membuka mata, terlihat guratan kecewa diwajahnya.


Robby segera keluar dan membuka pintu untuk tuan nya.


Willi pun keluar, dengan langkah berat dia tetap berjalan masuk menuju restoran tersebut. Semata-mata untuk menghargai tentenya dan sudah di dianggap sebagai pengganti orang tuanya.


Di sebuah meja sudah terlihat duduk tiga orang wanita. Dua orang wanita paruh baya dan seorang wanita muda terlihat cantik dengan balutan gaun indah.


"Seperti nya itu anak ku datang..! " ucap tante Rose sambil menunjuk ke arah lelaki yang berjalan sedikit jauh.


Wanita muda itu terlihat malu-malu setelah melihat kedatangan lelaki tampan yang sedang berjalan kearah mereka.


Setelah mendekat "Mari sayang, duduk disini..! " ucap tante Rose pada Willi.


"Kenalkan ini teman tante namanya tante Janet. Dan ini anaknya Sesyl..! " ucap tante Rose.


Willi hanya tersenyum dipaksa, tanpa mengenalkan diri nya. "Sesyl, ini ponakan tante yang sebelumnya tante ceritakan..! " ucap tante Rose.

__ADS_1


Pertemuan itu terasa alot, tidak ada percakapan yang bermakna. Melihat kedua orang muda tersebut, tante mengkode kan matanya pada pada tante Janet agar mereka meninggalkan dua orang insan beda gender itu.


__ADS_2