Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
eps 27.DILARANG BEKERJA


__ADS_3

Malam itu tidak berlalu begitu saja, Willi dan Vivian secara resmi layak nya sepasang suami istri.


Keesokan paginya, Willi bangun lebih awal. Entah berapa kali kebahagiaan itu mereka regup.


Willi bergegas mandi dan bersiap-siap berangkat kerja. Tak ingin membangunkan Vivian yang tengah tidur.


Robby yang sudah menunggu sedari tadi, melihat pancaran berbeda pagi ini.


Tak bisa menyembunyikan rasa ingin tahu nya. Pandangan Robby tak lepas dari bos nya itu.


Merasa sedang diperhatikan, Willi menoleh kebelakang "Apakah ada yang salah dengan penampilanku? " tanya Willi dengan wajah berubah bengis.


"Tidak tuan, semua terlihat biasa saja!" Robby memilih aman dan hanya bisa menelan kengerian wajah tuan nya.


Jam hampir menunjukkan pukul 9 pagi, Vivian baru tersadar dari tidur nyenyak nya.


Ketika hendak bangkit, seketika dia merasakan sakit di antara bagian pa*a nya.


"Aauuhh! " meringis.


"Willi, kamu terlalu rakus! " Vivian memanyunkan bibirnya.


Berjalan perlahan menuju kamar mandi, membersihkan dirinya. Kali ini dia membutuhkan waktu lebih lama berada dikamar mandi sembari menahan perih.


Setelah 40 menit, dia keluar dan mengambil baju.


Melihat matahari yang terlalu bersinar, Vivian baru sadar. Dia melihat jam yang tertempel didinding.


"Oh Tuhan, aku kesiangan! " Vivian panik dan berjalan sedikit perlahan menuju keluar.


Belum sempat sampai di pintu, Pak Im sudah dulu berada disana.


Dia merentangkan tangan nya menghalangi kepergian Vivian.


"Pak Im, saya sudah terlambat. Saya tidak ada waktu untuk bercanda!" Vivian berusaha menghindar dari Pak Im.


"Maaf nona, tuan melarang anda bekerja hari ini! " perintah Pak Im.


"Pak, saya harus kerja. Kalau tidak nanti saya bisa dipecat! " Vivian terus saja berusaha agar lepas.


Vivian berjalan kekiri, Pak Im pun memilih kekiri. Mereka sekaran lebih mirip anak kecil yang sedang bermain.


Di belakang pak Im hadir seorang laki-laki tinggi besar.


"Maaf Pak! " seru dari belakang.


Pak Im menurunkan rentangan tangan nya.


"Nona, mulai saat ini beliau adalah penjaga anda. Jika anda ingin pergi, dia yang akan menemani anda! " Pak Im memperkenalkan orang suruhan Willi.


"Untuk apa?"tanya Vivian bingung.


" Karena tuan tidak lagi mengijinkan anda untuk bekerja di tempat itu. Kalau nona bosan, mau berjalan-jalan ajak saja dia! " ujar Pak Im.


Vivian terlihat kesal, dia berusaha untuk terlihat tenang.


Setelah Pak Im memastikan Vivian tidak menolak lagi. Pak Im pun pergi, dan tak di duga. Vivian berlari melewati penjaga yang ditugaskan untuk mengikutinya.


Belum sempat Vivian keluar dari gerbang, penjaga itu sudah berada di belakang nya.

__ADS_1


"Aku tidak butuh penjaga, aku hanya butuh bekerja! " Vivian terlihat kesal.


"Maaf nona, saya hanya menjalankan perintah! " ucap Leo di bodyguard.


"Pak, buka gerbang nya! " pinta Vivian pada security.


Tapi security sama sekali tidak bergeming.


"Kalian ini kenapa, biasa nya juga kalian tidak perduli pada ku! " Vivian tidak lagi menyembunyikan rasa kesal nya.


"Maaf non, ini semua permintaan tuan! " jawab security dengan terpaksa.


Vivian menghentakkan kaki nya sebelah. Sakit yang iya derita seakan hilang seiring kesal melanda.


Dia kembali masuk kedalam mansion, tak tahu tujuan apa yang ingin dia buat.


Dia ambil ponsel di dalam tas dan menekan nomor Willi.


"Hallo! " jawaban dari seberang telepon.


"Kenapa kamu melarang ku untuk bekerja? " Vivian marah.


"Aku tidak mengijinkan mu lagi untuk bekerja di mall itu. Itu bukan tempat yang baik untuk mu! " jawab Willi.


"Aku juga tidak mau tinggal dirumah , itu rasanya membosankan! " Vivian tak kalah jawab.


"Apakah Pak Im sudah mengenalkan seorang penjaga untuk mu? "


"Ya, tapi aku tak nyaman. Buat apa dia menjaga aku? "


"Dia bisa sebagai supirmu, andai kamu mau bepergian kemana pun! "


"Aku masih banyak pekerjaan, nanti aku hubungi lagi! " Willi menutup teleponnya.


"Aahh.! Bosan juga kalau harus seperti ini!" Vivian merebahkan tubuhnya di kasur besar dikamar tamu.


Vivian kembali menghubungi seseorang.


"Tut tut tut"


Tapi tidak diangkat.


"Apa dia sedang sibuk? " bicara sendiri.


Dua jam kemudian.


"Ada panggilan dari Vivian. " saat Liana membuka ponsel nya.


Kembali dia hubungi sahabatnya itu "Ada apa Vi, kenapa hari ini kau tidak masuk? " tanya Liana.


"Aku lagi ada masalah lain! " jawab Vivian.


"Apa masalah mu? Kamu tahu tidak, tadi pak manager marah! " ungkap Liana.


"Ya aku tahu, dia marah dengan ku karena tidak masuk dan tanpa kabar! " Vivian menunduk salah.


"Jadi besok kamu kerja kan? " tanya Liana.


"Akan aku usahakan! " pungkas Vivian.

__ADS_1


"Tapi, bagaimana dengan laki-laki yang kemarin. Apa betul... " ucapan Liana terputus.


"Nanti aku jelaskan! " ucap Vivian.


"Baiklah, aku tidak bisa lama-lama. Sudah dulu ya da! "


Hari sudah sore, Vivian tidak pergi kemana pun karena kesal.


Suara deruan mobil terdengar di halaman depan, Vivian sengaja berdiam diri di dalam kamar. Masih kesal dengan Willi.


Pak Im menghampiri "Mana Vivian pak? " tanya Willi.


"Nona dari tadi pagi didalam kamar , dan sepertinya beliau lagi marah! " jelas pak Im.


Willi berjalan menuju tangga "Nona ada di kamar tamu! " ujar Pak Im menghentikan langkah tuan nya.


Willi berbelok dan pergi menuju kamar tamu.


"Tok tok tok"


"Vi, ini aku! "


Vivian diam tanpa kata, dia sengaja mengunci pintu agar Willi tidak bisa masuk.


"Tok tok tok" kembali pintu diketuk.


Tidak ada suara jaawaban apapun.


"Pak Im, mana kunci serap nya? " tanya Willi pada ARTA nya.


"Sebentar tuan, akan saya ambil kan! " pak Im pergi menuju kamar yang berada di bagian belakang.


Pak Im kembali "Ini tuan! " menyerahkan kunci cadangan.


"Ceklek" suara kunci terbuka.


Terlihat Vivian sedang santai bersandar di kepala ranjang sambil memainkan gawai nya.


"Ada apa? " tanya Willi.


"Kenapa tanya aku? " Vivian mulai memasang wajah paling jutek menurutnya.


"Aku tidak mengijinkan mu kerja jadi SPG lagi. Aku tidak mau mata laki-laki diluar sana memandang wajah mu! " ucap Willi penuh makna.


"Kenapa kamu bicara begitu, selama ini pun... " Vivian menghentikan ucapannya.


"Aku tahu apa yang kamu maksud. Waktu itu dan sekarang berbeda! " jelas Willi.


Vivian terdiam, dia masih menelaah perkataan pria nya itu.


"Apakah dia berubah, atau mungkin ini hanya trik nya saja untuk mengerjai ku! " batin Vivian.


"Apa yang kamu lamunkan? " tanya Willi seraya menjentikkan jarinya.


"Aku tidak melamun, hanya saja aku tidak mengerti jalan fikiran mu. Apakah ini salah satu trik mu, agar aku tidak pergi dari mu? " pandangan Vivian terlihat menusuk.


Willi mengerti arti tatapan itu.


Willi mendekat dan semakin mendekat ke arah Vivian. Sehingga wajah mereka saling bertatapan dalam jarak hitungan inci saja.

__ADS_1


Jantung Vivian semakin dagdigdug, tubuhnya berubah panas dan wajah nya mulai mengucurkan keringat.


Perlahan Willi mengecup bibir Vivian. Sontak saja membuat Vivian kaget dan kembali terkenang masa semalam.


__ADS_2