
Beberapa hari berlalu.
Jeremy dan Vivian berencana membawa Alfa berjalan-jalan ke mall.
Dibawah apartemen, Jeremy sudah menunggu Vivian dan Alfa.
Vivian terlihat menggandeng Alfa tergesa-gesa.
"Itu om Jeremy nya!" ucap Vivian pada putranya.
Jeremy melambaikan tangan sembari bersandar dipintu mobil.
Segera Jeremy membuka pintu untuk Vivian dan buah hatinya.
Mereka pun jalan, Vivian duduk didepan sementara Alfa duduk di belakang.
Tak jauh dari tempat tinggal mereka , akhirnya sampai juga di mall.
"Alfa mau ngapain saja hari ini? " tanya Jeremy.
"Alfa mau lihat film robot om! " jawab Alfa gemes.
Jeremy tersenyum.
"Oke, ayo kita beli tiket dulu! " ajak Jeremy.
Vivian dan Alfa menunggu di bangku tak jauh dari Jeremy.
Setelah antri panjang, karena hari libur. Banyak para kelurga membawa anak mereka untuk sekedar nonton film kegemaran anak-anak tersebut.
Jeremy berjalan mendekati mereka berdua sambil mengangkat kedua tangannya menunjukkan tiket yang sudah dia dapat.
Alfa terlihat senang bukan main.
"Ayo kita masuk! " mereka pun bergegas masuk.
Setelah hampir 2 jam pemutaran film tersebut. Bukan nya menikmati dengan gembira, Alfa bahkan tertidur pulas ditengah berjalannya film sampai habis.
Jeremy menggendong tubuh mungil itu seperti anak kesayangannya.
"Kemana lagi kita? " tanya Jeremy pada Vivian.
"Aku pun tidak tahu, kalau pulang pasti Alfa bakalan ngambek karena ga dibawa keliling dulu." jelas Vivian.
"Kalau tidak, kita makan dulu. Sementara dia tidur." usul Jeremy.
Vivian tersenyum.
"Baiklah! Tapi dimana kita taruh dia nanti? " Vivian masih bingung.
"Kita cari restoran yang ada sofa nya. " ucap Jeremy.
Mereka pun berjalan sambil mencari restoran yang memakai sofa.
__ADS_1
Vivian melihat sebuah cafe yang ada di dalam mall itu.
"Disana saja, karena ada sofa kosong aku lihat!" tunjuk Vivian.
Jeremy pun mengikuti langkah Vivian menuju cafe.
Vivian membuka pintu kaca dan masuk. Sambil menahan pintu agar Jeremy bisa masuk dengan mudah.
Tanpa fikir panjang, Jeremy meletakkan Alfa di sofa yang tidak terlalu panjang tersebut. Alfa tidak bergeming sekali pun. Karena terlalu mengantuk.
Jeremy bangkit.
"Aku permisi dulu mau ke toilet! " Jeremy pun pergi.
Setelah membelakangi Vivian,hanya punggung kokoh Jeremy saja yang terlihat.
"Kenapa dia begitu sayang kepada Alfa? " batin Vivian.
Dia memandangi lelaki itu sampai menghilang di persimpangan menuju toilet.
Tak lama Jeremy sudah berada di depan Vivian.
Melihat meja kosong.
"Vi, kamu belum memesan? " tanya Jeremy.
Vivian mendongak.
"Kenapa kamu belum pesan? Ayo pesan lah sekarang! " minta Jeremy.
Mereka pun memesan beberapa makanan dan dua buah minuman es segar.
Ketika sedang makan, Alfa yang tertidur sudah duduk.
Vivian melihat ke anaknya yang mengucek-ngucek matanya.
"Ma! " lirih Alfa.
"Ya sayang! " jawab mamanya.
"Bagaimana film nya tadi? " tanya Alfa.
"Filmnya seru, tapi sayang ada yang ketiduran! " ledek Vivian.
Jeremy menahan tawanya, agar jangan sampai membuat Alfa sedih. Karena tidak bisa menikmati alur ceritanya.
Jeremy meraik tubuh bocah itu dan mendekapnya dipelukan.
"Alfa pasti lapar kan, kita makan dulu ya? " ajak Jeremy.
Alfa terlihat senang, karena ada menu ayam goreng di meja.
"Wah , ayam goleng! " ungkapnya senang.
__ADS_1
Jeremy mendekatkan box yang berisi ayam goreng tersebut ke arah Alfa.
Tanpa bicara lagi, anak polos itu menikmati ayam goreng kesukaannya. Dia tidak peduli dengan kedua orang dewasa yang ada di hadapan nya itu
Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar mall.
"Alfa sudah kenyang kan? " tanya Jeremy.
"Sudah om, Alfa mau es klim! " minta Alfa dengan manjanya.
"Tunggu dulu, kita cari dimana ada jual es krim! " Jeremy menyisir sekeliling dan akhirnya jumpa gerai yang menjual es krim.
"Ayo kita kesana! " ajak Jeremy.
"Ayo! " Alfa pun tak mau kalah.
Vivian hanya bisa jadi penonton antara dua orang lelaki beda generasi itu.
Jeremy membeli tiga es krim untuk nya, Vivian dan Alfa.
"Enak ga es krimnya? " tanya Jeremy.
"Enak om, Alfa boleh minta lagi kan Om? " Alfa seperti nya masih kurang.
"Boleh saja! " Jeremy merasa senang.
Seketika wajah Alfa berubah.
"Ada apa nak? " tanya Vivian sambil berjongkok sejajar dengan anaknya.
"Tapi ma, Alfa tidak punya uang. Nanti kalau uang om Jemy habis bagaimana?" tanya Alfa lemas.
"Hahaha! " Alfa dan Vivian sama-sama tertawa.
Melihat kedua orang itu kompak tertawa. Alfa beranggapan bahwa mereka sedang menertawai dia.
Wajah Alfa seketika berubah ingin menangis. Bibir bawahnya sudah terlihat membleh siap-siap akan menangis.
Tapi Jeremy sudah bisa menebak apa yang akan terjadi.
"Eit, jangan menangis.Kami bukan menertawai kamu. Alfa jangan nangis dong. " bujuk Jeremy.
Perlahan Alfa mendekat kepelukan Jeremy dan mendekapnya sembari menenggelamkan wajahnya di antara ceruk leher Jeremy.
Vivian yang merasa iba melihat anaknya, Menepuk lembut pundak anaknya itu.
"Sudah ah, masak anak laki cengeng." ucap Vivian.
Alfa melepaskan pelukan Jeremy dan memperhatikan wajah mamanya.
"Duit Om banyak kok kalau untuk Alfa, apa lagi untuk beli es krim.Nanti kita beli pabriknya! " hibur Jeremy.
Alfa seperti mengerti apa yang diucapkan oleh Jeremy dan segera diam dan kembali menikmati es krim nya.
__ADS_1