
Mereka tiba di sebuah rumah yang sedikit lebih jauh dari perkotaan.
Rihana melihat kesisi kiri dan kanan tidak ada orang lain apalagi tetangga.
Rihana mulai merasa takut, jika Alfa akan berbuat buruk padanya.
"Buat apa kita kesini? " tanya Rihana sambil membuang wajahnya agar tak terlihat sedang ketakutan.
"Kamu turun saja, nanti juga kamu tahu sendiri! " Alfa pun turun dari mobil.
Tapi Rihana masih bertahan didalam,dia merasa enggan untuk turun.
"Turunlah, atau kamu saya pecat! " ancam Alfa.
Mendengar ancaman, Rihana langsung membuka pintu mobil tapi kaki nya hanya satu yang keluar dari mobil.
"Ku hitung sampai 3! 1,2,3." hitungan Alfa terhenti.
"Iya, iya aku keluar nih. Lihat! "
Alfa tersenyum melihat Rihana yang lebih mirip bocah 8 tahun.
Alfa berjalan lebih dulu menuju rumah yang terlihat tua.
Mata Rihana mengelilingi sisi halaman dan juga depan rumah itu.
"Krekkkk! " suara pintu besar dan tinggi di buka.
"Masuk lah! " Alfa mempersilahkan.
Tapi Rihana tidak langsung masuk, dia berdiri jauh dari hadapan Alfa.
"Apa yang kamu takutkan? " tanya Alfa.
"A-aku! Aku tidak takut! " jawab Rihana ketus.
"Jadi, buat apa kamu berdiri disana? " tanya Alfa lagi.
"Tidak kenapa-napa. Hanya saja aku masih betah melihat suasana disini! " Rihana terus saja berdalih.
Alfa berjalan mendekat ke arah Rihana dan menarik tangannya.
"Ayo! "
Rihana dengan sedikit berusaha menahan langkah nya. Tapi tidak membuat Alfa menghentikan aksinya. Dia terus saja menarik nya menuju ke dalam rumah. Setelah mereka masuk pintu kembali di tutup.
Tapi tangan Rihana tidak di lepas oleh Alfa.
"Tuan, tangan ku! " ucap Rihana.
Tapi tetap saja Alfa tidak melepaskan nya. Alfa tahu tangan Rihana tidak sakit, karena dia tidak menekannya tapi hanya menariknya.
Saat merasa memasuki pintu di bagian paling akhir.
Terdengar suara yang seperti sedang ramai.
Rihana memasang telinganya.
"Ternyata ada orang lain disini! " batin nya.
Mereka pun memasuki halaman belakang.
Dan benar saja terlihat disana begitu ramai.
Ada papa dan mama Alfa, Sami serta seorang lelaki yang hampir seumuran dengan papa Alfa. Juga tiga orang anak lain nya serta seorang wanita yang juga sebaya mama Alfa.
Melihat kehadiran Rihana dan Alfa, mama nya Alfa pun menghampiri mereka.
__ADS_1
"Kalian sudah datang! " dia tarik tangan Rihana untuk berkumpul bersama dengan keluarga Alfa.
"Sekarang kita semakin ramai, ini calon menantu ku! " ucap mama Alfa.
Mendengar ucapan mama Alfa yang tanpa pikir dulu.Membuat Rihana tersipu malu, dia hanya bisa menundukkan wajahnya.
"Alfa ternyata punya pacar? " tanya Liana sembari tersenyum memperhatikan wajah Rihana yang terlihat merah seperti buah ceri yang sudah masak.
Vanesa mendekat dan duduk di samping Rihana.
"Ternyata kak Alfa punya pacar! kenapa kakak tidak pernah bicara? " Vanesa terlihat serius.
"Ka-kami bukan..... "
"Ah sudah lah tidak perlu membahas itu! " Alfa memotong ucapan Rihana yang begitu terdengar polos.
"Kamu pasti belum makan, ayo kita makan bareng! " ajak mama Alfa menuju sebuah meja yang sudah menyajikan makanan yang enak-enak.
Mama Alfa sudah lama ingin merencanakan ini. Agar sekalian memperkenalkan calon yang dia pilihkan.
Semua pun makan di meja panjang dan besar.
Alfa mengambil sebuah daging yang baru saja di bakar dan meletakkan pada piring Rihana.
"Makan lah, aku tidak mencelakai mu! " tutur Alfa mengejek.
Mata Rihana membulat ketika Alfa berkata seperti itu.
"Alfa, apa yang kamu katakan? " tanya Papanya.
"Hanya bercanda pa, tadi dia seperti menolak ketika saya ajak untuk masuk! " jelas Alfa.
Rihana memandang Alfa sambil membesarkan matanya.
Saat mereka sedang menikmati acara itu. Telepon Rihana berdering.
"Aku permisi dulu, mau mengangkat telepon! " Rihana permisi pada semua orang yang ada disana.
Dia pun pergi sedikit lebih jauh dari kumpulan orang-orang.
"Hallo! "
"Rin! Kamu dimana? " tanya Alina.
"Aku tidak bisa jelaskan berada dimana. Ada apa Lin? tanya Rihana .
" Bantu aku Rin, aku kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit. " jelas Rihana.
"Bagaimana sekarang keadaan mu? Apa kamu baik- baik saja? " Rihana terdengar panik.
"Untuk saat ini kaki ku tidak bisa di gerakkan,karena di gif." jawab Alina.
"Kamu kesini ya, bantu aku. Kalau untuk menghubungi keluarga ku sepertinya tidak mungkin. Mereka tidak begitu perduli dengan ku! "
"Baiklah, tapi aku tidak bis janji sampai dengan cepat tapi aku akan berusaha! " jelas Rihana.
Setelah selesai berbicara dengan temannya. Rihana pun menghampiri Alfa dan menarik tangan nya sedikit menjauh.
"Ada apa? " tanya Alfa pelan.
"Tuan, bisakah kita pulang sekarang. Saya harus kerumah sakit sekarang juga! " ucap Rihana dengan nada pelan.
Alfa terdiam untuk sejenak.
"Baiklah, kita pamitan dulu dengan keluarga ku! " ucap Alfa.
Mereka pun berjalan bersama-sama menemui keluarga Alfa.
__ADS_1
"Ma, pa! Kami pergi dulu! " ucap Alfa.
"Kenapa cepat sekali? Baru juga datang! " ucap Papa nya.
"Sesuatu yang harus di kerjakan oleh Rihana. Dia ingin segera pulang!" jelas Alfa.
"Maafkan saya tante, om dan semua nya. Tapi saya harus segera pergi! " ucap Rihana semakin meyakinkan mereka.
"Baiklah, nanti kita bertemu lagi! " ucap Mama Vivian.
"Kami pergi dulu ma." Alfa pun pamit.
"Hati-hati nyetirnya, jangan terlalu buru-buru!" Mama Vivian kembali mengingatkan.
Mereka berdua pun pergi. Di jalan Rihana terlihat gelisah dan kedua tangan nya saling menggenggam.
Walau dalam keadaan menyetir, Alfa bisa melihat kekhawatiran nya.
Alfa menambah kecepatan nya, dan kekhawatiran Rihana bertukar jadi ketakutan. Tapi dia berusaha menahannya agar tidak terlihat oleh Alfa.
Perjalanan yang harusnya setengah jam bisa ditempuh hanya 20 menit. Mereka langsung menuju rumah sakit atas permintaan Rihana.
Setelah sampai, Rihana pun keluar.
"Terima kasih tuan sudah mengantarkan saya. " Rihana pun ingin masuk.
"Tunggu! " tahan Alfa.
Rihana menoleh,
"Ada apa tuan? " tanya nya
"Aku juga ingin melihat teman mu itu! " ucap Alfa dan keluar dari mobil.
Mereka berjalan bersama masuk dan mencari kamar dimana Alina di rawat.
Setelah bertanya pada resepsionis. Mereka menuju kamar yang sudah di sebutkan.
"Ini kamarnya! " Rihana menemukannya.
Pintu pun di dorong, terlihat Alina yang terbaring dengan kaki yang di bungkus dengan kain putih.
"Rin, akhirnya kamu datang! "Alina menadahkan tangannya untuk dipeluk.
Rihana pun memeluk sahabatnya itu.
" Kamu tidak apa-apa kan? "tanya Rihana perduli.
" Emm, aku tidak apa-apa. Hanya saja aku susah untuk bergerak. Kamu lihat sendiri! " jawab Alina.
Mata Alina tertuju pada sosok laki-laki tampan yang ada di belakang Rihana.
"Rin , bukannya lelaki itu datang bersamamu tadi? " tanya Alina.
Rihana menoleh kebelakang.
"Iya, dia bersama ku! "
Alina menatap tajam kearah Alfa dan sedikit menebar senyum.
"Dia pacarmu? " tanya Alina.
"Sudah, jangan kamu tanya lagi. Dia bos aku! " jawab Rihana.
"Bos? Apa mungkin bos bisa antar karyawannya kalau bukan karena hubungan yang spesial? " ejek Alina.
"Ssyuutt.Nanti dia dengar! " ucap Rihana.
__ADS_1