Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
eps 52.AKHIRNYA SAMPAI JUGA


__ADS_3

Dinegara H, Vivian sudah terbang menuju negara nya.


Alfa merasa senang, karena bisa merasakan naik pesawat untuk pertama kali.


"Ma, selain nenek apa Alfa punya saudara yang lainnya? " tanya anak nya.


Selama kelahiran Alfa, tidak sekali pun Vivian bicara tentang siapa papanya.


Anak itu juga begitu mengerti, ketika mama nya mengatakan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh.


Di umur 3 tahun, Alfa hanya merasakan kasih sayang mama nya. Seperti nya Alfa tidak begitu mengerti dengan yang namanya papa.


Karena penerbangan memakan waktu sampai 6 jam. Membuat Alfa mengantuk dan tidur di bangku nya.


Vivian menahan kepala anaknya agar tidak jatuh.


Sementara di negara H, Willi sudah sampai.Pertama sekali yang dia lakukan adalah memesan hotel terlebih dahulu. Agar memudahkan meletakkan barang-barang nya.


Kali ini Willi hanya sendiri. Biasa nya ada Robby yang mengurus semua.Tapi kali ini harus dia yang turun tangan.


Perjalanan panjang cukup membuat tubuhnya merasakan lelah.


Di kamar hotel, dia merebahkan tubuh nya yang lelah.


Willi bermaksud ingin meluruskan pinggang sebentar. Tapi karena tempat tidur yang nyaman membuat dia melayang tertidur.


Setelah 3 jam berlalu, Willi terbangun dengan suasana yang sudah berbeda.


"Apakah sekarang sudah malam? " bermonolog.

__ADS_1


Dia merasakan persendiannya begitu nyaman. Berbeda dari sebelum tidur karena lama nya duduk.


Dia bergegas bangkit dan menuju kamar mandi. Mengguyur tubuh kekar nya.


Setelah selesai dan berpakaian, Willi keluar dari kamar hotel menuju restoran yang berada di lantai bawah.


Setelah kenyang, Willi memutuskan untuk kembali kedalam kamar.


Karena hari sudah malam, dia mengurungkan niat nya untuk mencari alamat Vivian yang sudah dia pegang.


"Vivian! Sebentar lagi aku akan menemukan mu!" monolog.


Sementara di negara nya, Vivian terlihat santai sambil memegang tangan putra nya keluar dari bandara.


Di luar bandara.


"Alfa, selamat datang di negara kelahiran mama. Dan pasti nya ini negara mu juga! " Vivian mencolek hidung mancung putra nya tersebut.


Alfa hanya tersenyum tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan mamanya.


Mereka mencari taksi, dan ternyata taksi sudah berhenti tepat didepan mereka.


Kaca mobil turun.


"Mau kemana nak? " tanya supir taksi ramah.


"Ke apartemen pak! " jawab Vivian.


"Masuk lah, bapak akan antar! " ucap pak supir .

__ADS_1


Bagasi belakang terbuka, pak supir memasukkan koper mereka kedalam dan menutup bagasi nya.


Pak supir kembali masuk dan melajukan taksi nya.


Di jalan, Alfa melihat takjub dengan gedung-gedung tinggi disepanjang jalan. Mereka terlihat seolah-olah sedang berlari.


Alfa memandang mamanya dan tersenyum.


Melihat kelucuan anak nya Vivian memeluk tubuh kecil anak itu.


"Ma, lapar! " seru Alfa.


"Anak mama lapar, kita cari makan dulu ya! " Vivian menenangkan anaknya.


"Pak, kami berhenti di restoran saja. Anak saya sudah lapar! " ucap Vivian.


"Baik nona! " jawab pak supir.


Tak jauh , terlihat sebuah restoran yang cukup ramai.


Pak supir menepikan taksi nya, Vivian dan anak nya pun turun.


"Ini pak uangnya! " ucap Vivian membayar taksi.


Pak supir menerima uang itu dan segera pergi.


Alfa sudah tidak sabar ingin segera masuk. Dia menarik tangan mama nya . Vivian kelimpungan, karena dia masih harus mendorong koper bawaan mereka.


Vivian hanya bisa senyum melihat anaknya yang terlihat lucu .

__ADS_1


__ADS_2