
Setelah mendengar penjelasan dari anaknya. Keesokan harinya, Vivian memutuskan berangkat menuju rumah Rihana.
Saat sore, saat Rihana sudah berada dirumah. Sebuah mobil berhenti didepan rumah Rihana.
Dia yang masih mengenakan pakaian kerja, merasa heran siapa yang datang ke rumahnya dengan mobil mewah berwarna hitam.
Saat pintu dibuka, muncul lah Vivian dari dalam.
Melihat kedatangan mama Alfa, Rihana mendekat.
"Tante, ada apa kesini? " tanya Rihana sedikit canggung.
Vivian tersenyum.
"Tante hanya ingin sekedar berkunjung! Ini rumah kamu? " tanya Vivian.
"Iya, silahkan tante! " Rihana mempersilahkan Vivian untuk masuk.
Vivian melangkah masuk berbarengan dengan Rihana.
"Silahkan duduk dulu, saya ambil kan minum dulu! " Rihana mempersilahkan.
Saat Rihana kedapur, Ibu Rihana pun baru tiba .
Melihat seorang tamu dengan penampilan bisa di tebak dari kalangan mana. Membuat ibu Rihana mendekat dan memperhatikan wajah tamu nya.
"Maaf! Anda siapa dan ingin mencari siapa? " tanya Ibu Rihana.
Vivian tersenyum dan bangkit.
"Saya Vivian! " dia mengulurkan tangan kepada ibu Rihana.
Ibu Rihana menyambutnya uluran tangan tamu nya.
"Saya ke sini menemui Rihana, dan juga kebetulan ingin berbicara dengan ibu nya! " jelas Vivian.
Ibu Rihana semakin tidak mengerti.
"Apa anak ini sudah membuat masalah diluar sana? " batin ibu nya.
Melihat ibu Rihana yang terdiam. Vivian menarik tangan ibu Rihana.
"Maksud kedatangan saya kesini hanya ingin menjelaskan tentang kejadian beberapa hari yang lalu. Sampai Rihana tidak pulang kerumah! " jelas Vivian.
Rihana pun datang dengan sebuah minuman di nampan.
"Minum dulu tante! " Rihana meletakkan cangkir itu.
Vivian yang tadinya berdiri kembali duduk. Ibu Rihana juga ikut duduk serta.
"Kejadiannya tidak seperti yang ibu pikirkan. Rihana saat itu merawat anak ku yang terluka tembak. Sehingga membuat dia pingsan beberapa hari dan Rihana lah yang merawat nya sampai anakku siuman pasca operasi. Dan saya sangat berterima kasih atas ketulusannya itu! " jelas Vivian panjang lebar.
Mendengar penjelasan dari Vivian, ibu Rihana terlihat senyum pada anaknya.
__ADS_1
"Ibu dengarkan, aku tidak ngapa-ngapain diluar sana." wajah Rihana terlihat kesal.
Karena selama ini ibunya tidak percaya, sehingga membuat nya tidak ingin berbicara pada anak pertamanya itu.
"Dan satu hal lagi yang ingin aku sampaikan! " Vivian menggantung ucapannya.
Kedua orang ibu dan anak itu saljng5 menatap.
"Apa ada masalah yang lainnya? " tanya Ibu Rihana.
Vivian tersenyum lembut.
"Saya ingin menjadikan Rihana sebagai calon menantu ku! "
Mata Rihana terbelalak, ibu nya juga tak kalah besarnya.
"Tante bercanda kan? " Rihana tersenyum merasa tak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Tante tidak bercanda, tante suka sejak pertama melihatmu. Kamu bukan gadis sembarangan seperti diluaran sana! "
Rihana tidak tahu, harus senang atau sedih.
Dia merasa senang, karena hatinya mulai menyukai Alfa. Walau selama ini dia terlihat acuh dan tak pernah mencari simpati pada atasannya itu.
Dan yang membuat dia sedih, tidak mungkin Alfa suka dengannya yang orang dari kalangan biasa.
"Tapi maaf tante, apa niat tante itu tidak terlalu jauh. Saya dan tuan Alfa hanya antara atasan dan bawahan. Dan bahkan kami tidak memiliki hubungan yang istimewa. " jelas Rihana.
"Meski dari itu, tante ingin kalian selalu bersama. Agar hati Alfa terbuka ! "
"Heemm! " gumam Vivian.
"Masak iya orang kaya mau dengan wanita seperti Rihana? Diluar sana kan masih banyak wanita cantik dan elegan dari kalangan orang kaya! " batin Ibu Rihana.
"Kalian tenang saja, tante akan pastikan anak tante untuk segera menikah dengan Rihana. Saya tidak mau dia menjadi milik orang lain! " ucap Vivian terdengar serius.
Vivian mengangkat cangkir tehnya.
"Srruuppp! " suara seruputan teh.
Vivian kembali meletakkan cangkir tehnya.
"Baik lah saya pergi dulu, saya sudah menyampaikan apa yang seharusnya saya jelaskan. Saya tidak ingin ibu berburuk sangka pada anak sendiri. Rihana anak yang baik, dan bahkan semenjak menjadi sekretaris anak saya. Dia tidak pernah mencari perhatian pada putra saya. Tidak seperti yang lalu-lalu! " jelas Vivian.
Dia bangkit dan setelah bersalam dengan Rihana dan ibu nya. Vivian pun segera pergi.
"Sekarang ibu percaya kan? " Rihana merasa kali ini dia terbantu .
Si ibu pun tersenyum.
"Kenapa tidak dari awal orang tua bosa mi datang untuk menjelaskan? Kalau tidak ibu kan tidak marah dengan mu!" ujar Ibu Rihana ketus.
"Eh, tapi ibu masih penasaran. Seperti apa sih anaknya. Sampai-sampai dia yang memilih kan istri untuk anaknya. Pasti anaknya jelek dan sudah tua? Ibu Rihana menduga-duga.
__ADS_1
Rihana hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Sudah lah bu, bayangan ibu tidak sesuai ekspetasi! " rungut Rihana.
"Mana ada orang kaya yang mau menjodohkan anaknya dengan orang seperti kita. Kalau bukan karena ada sesuatu? " Ibu Rihana masih hanyut dengan halunya.
Melihat ibu nya yang ngeyel, membuat Rihana pergi menuju kamar dan memutuskan untuk mandi.
Dirumah keluarga Hudson,Vivian bari saja sampai. Wajahnya terlihat cerah, tersungging senyuman manis. Sehingga membuat seseorang yang melihatnya dari atas tangga ikut tersenyum juga.
"Ada apa ma? Kenapa senyum seperti itu? " tanya suaminya.
"Ah, tidak ada apa-apa. Hanya senang saja, masalah sudah terselesaikan! "jelasnya.
Willi menggosok dagu nya.
" Emangnya ada masalah apa? "tanya Willi.
" Sekretaris Alfa pa, ternyata ibu nya marah sehingga tidak ingin berbicara dengan Rihana." jelas nya.
"Masalahnya apa? " tanya suaminya lagi.
"Ibunya marah, karena Rihana tidak pulang kerumah. Dan bahkan tidak memberi kabar saat dia menjaga Alfa dirumah sakit! " jelasnya.
"Jadi mama datang kerumah mereka dan menjelaskan semua masalahnya? " tanya Willi lagi.
"Heeemm." gumam Rihana.
Willi memeluk erat istrinya.
"Istri ku memang paling bisa di andalkan! "
Saat makan malam.
Alfa, mama dan papanya sedang menikmati makan malam.
"Alfa, tadi sore mama kerumah Rihana dan sudan menjelaskan semua masalah nya. " ucap Vivian membuka percakapan.
"Bagus deh, kalau mama sudah luruskan masalah nya." Alfa terdengar biasa saja.
"Tapi ada satu hal yang membuat ibunya marah. " ucapan Vivian terhenti.
Alfa melongok melihat mama nya.
"Maksud mama? "
"Ibu Rihana tidak akan memaafkan dengan mudah jika kamu tidak menikahi anaknya. Katanya, kamu sudah membawa anaknya menginap sampai mabuk dan tidur di apartemenmu! "
"Ting! " suara sendok terjatuh.
"Uhuk uhuk! " Alfa terbatuk.
"Minum dulu!" Willi menyerahkan gelas air minuman Alfa.
__ADS_1
"Aku dan dia tidak berbuat apa pun. Dan malam itu juga dia sendiri yang mabuk. Karena aku tidak tahu alamatnya, makanya aku bawa ke apartemen. Karena Aku tidak mau mama dan papa salah paham jika dia aku bawa kesini! " jelas Alfa.