Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
eps 33.KISAH LAMA


__ADS_3

Vivian berusaha bangkit melepaskan diri dari tubuh Willi yang berat.


"Aauhhhh! " berat sekali.


Ingin meminta tolong pada orang yang ada didalam rumah, tapi tidak ada sesiapa pun. Karena hari sudah larut malam, semua orang sudah pada tidur.


Dia ingat pada security yang berjaga. Vivian berlari keluar rumah dan memanggil penjaga.


"Pak tolong bantu saya angkat tuan kedalam kamar! " minta Vivian.


Security berlari dan diikuti Vivian.


"Kemana kita bawa nona? " tanya penjaga.


"Bawa ke kamar atas pak! " ucap Vivian.


Mereka berdua pun memapah tubuh Willi menuju kamar lantai atas.


"Letakkan disini pak! " Vivian mengalihkan selimut.


Tubuh Willi pun diletakkan ditempat tidurnya.


"Terima kasih pak! " ucap Vivian dan penjaga itu berlalu.


Melihat Willi yang tidak bergeming, Vivian mendekat dan duduk di tepi tempat tidur.


"Apa tuan tahu, bahwa kamu itu terlalu berat! " Vivian bicara sendiri.


"Seperti apa Anastasya itu, sehingga bisa membuat mu seperti ini? "


Vivian membuka jas dan kemeja yang di kenakan oleh Willi.


Hanya tinggal bagian celana saja. Perlahan Vivian membuka celana nya, Willi bergerak seperti orang yang sedang mengigau.


"Natasya! " racau Willi.


Setelah semua pakaian dibuka, hanya menyisakan celana bagian dalam.


Vivian menarik selimut dan menutupi tubuh lelaki itu.


Ketika Vivian ingin melangkah, tangan nya ditahan. Vivian menoleh ke belakang.


"Ku mohon jangan pergi, jangan tinggalkan aku.! " minta Willi dengan mata yang setengah terbuka.


Vivian mendekat "Aku tidak akan kemana-mana. Hanya ingin kekamar mandi! " jawab Vivian.


Willi kembali memejamkan matanya. Vivian pun membersihkan diri kekamar mandi.


Setelah selesai Vivian berencana ingin tidur di kamar bawah. Perlahan Vivian membuka pintu agar tidak membangunkan Willi.


Setelah terbuka Vivian pun melangkah kan kaki nya.


"Vivian! " panggil Willi.


"Astaga! " Vivian kaget.


Dia menoleh ke arah Willi.


"Kemari lah! " panggil Willi.


Vivian dengan rasa malas berjalan menuju tempat tidur.


"Tuan tidak tidur? " tanya Vivian.


"Aku tidak tidur, bisakah kamu tidur disini! " minta Willi.


"Tapi tuan.. "


"Sshuuut! " Willi meletakkan jari nya di bibir Vivian.


Willi menepuk tempat tidur di samping nya.

__ADS_1


Vivian pun mengerti dan menuruti kemauan Willi untuk duduk disampingnya.


Baru saja duduk, Willi menyambar tubuh Vivian memeluk erat sehingga tubuh Vivian menghimpit Willi.


Buru-buru dia bangkit, tapi Willi menahan dengan kedua tangannya yang melingkar ditubuh Vivian.


Vivian tidak ada cara lain selain untuk menurut saja.


Dia berbaring sambil mendekap tubuh Willi. Dengan posisi kaki yang berada di atas paha Willi.


Vivian yang tak mau tenang, membuat sesuatu dibawah sana menjadi hidup.


"Bisakah kamu tenang, gerakan mu membuat yang lain nya hidup! " seloroh Willi.


"Bukankah anda mabuk, bisa-bisa nya masih memikirkan hal lain! " ucap Vivian.


Willi tersenyum miring "Kamu sudah berani sekarang! " ucap Willi.


"Maksud nya? " tanya Vivian.


Tak sabar dengan banyolan Vivian,Willi memiringkan tubuhnya. Sehingga wajah mereka bertentangan.


Vivian yang melihat wajah tampan itu menjadi tak karuan. Jantungnya semakin cepat, dan aura panas seketika merebak.


Willi mengecup bibir berwarna pink itu. Awal Vivian masih lagi seperti menolak. Tapi pautan itu semakin panas dan tak bisa lagi di tahan.


Vivian mengikuti permainan Willi, sampai lah akhirnya melewatkan malam panas itu.


Keesokan pagi nya, Willi bangun lebih dulu. Dia melihat pakaian berserakan dilantai.


Willi tersenyum, dia mengutip pakaian itu dan meletakkannya ke dalam keranjang.


Selesai mandi dia memilih baju kaus dan celana pendek. Bertepatan hari ini libur, dia ingin berdiam diri dirumah.


Secangkir kopi menemani pagi nya, dan tidak lupa ponsel sebagai alat pelengkap.


Dia scrol layar ponsel nya, dan ada sebuah berita yang menarik perhatian nya.


Sebuah foto pesta perusahaan yang dia kunjunginya waktu itu. Didalam foto terlihat sosok wanita yang sudah lama iya kenal dan bahkan sudah lama juga pergi tanpa berita.


Vivian yang baru saja tiba, mendengar gumaman itu. Langkahnya terhenti ketika dia baru saja ingin memanggil Willi.


Tak ingin merusak suasana, Vivian mundur perlahan.


Dia urungkan niatnya untuk bicara pada Willi.


"Apakah itu orang dari masa lalu nya? " batin Vivian.


Di kamar Vivian masih asik dengan ponsel nya, tapi tidak luput dari nama yang di sebutkan oleh Willi.


"Brian dan Sebastian juga mengenal wanita itu! Seperti apa wanita itu? " gumamnya.


Mengarak siang, Vivian memutuskan keluar rumah. Sebelum pergi dia harus pamit pada Willi dulu.


"Tuan! " panggil Vivian.


Willi yang sedang memeriksa beberapa berkas mengalihkan pandangan nya.


"Bolehkah hari ini aku pergi keluar? " tanya Vivian.


"Buat apa? " tanya Willi.


"Ingin berjalan-jalan, bosan dirumah saja! " jelas Vivian.


"Baiklah, kamu boleh pergi! " jawab Willi.


Senyum Vivian mekar bak bunga di pagi hari. Dia pergi menuju kamar, berganti pakaian dan tak lupa makeup tipis. Walau tidak begitu terlihat, kecantikan Vivian masih terpancar jelas.


Setelah selesai, Vivian dengan wajah yang terlihat tak putus-putus nya dengan senyuman berjalan menuju mobil yang biasa dia gunakan.


Pintu mobil terbuka,belum sempat masuk senyum indah itu pun buyar.

__ADS_1


"Tu-tuan! "


"Masuk lah, kamu mau jalan-jalan kan! " ujar Willi.


Vivian perlahan masuk kedalam mobil dan duduk disamping Willi.


"Jalan! ! " ucap Willi.


Pak sopir pun jalan.


"Kamu mau kemana? " tanya Willi.


"Aku jalan-jalan saja! " Vivian begitu buntu untuk menjawab kemana.


"Pak, kita ke mall saja! " minta Willi.


Vivian hanya diam, ketika Willi sudah membuat keputusan.


Mereka tiba di parkiran mall, Willi dan Vivian berjalan berdampingan. Sebenar nya Vivian merasa canggung dengan situasi ini.


Tapi Willi bukan lah tipe orang yang bisa di tolak.


Willi terus saja berjalan, tanpa iya sadari Vivian tertinggal beberapa langkah di belakang.


Willi kembali mundur dan menarik tangan Vivian.


Tangan itu tidak dilepas sama sekali, Vivian menjadi gerogi ketika mata orang tertuju pada mereka.


Vivian berusaha menarik tangan nya, semakin erat Willi memegangnya.


Willi melihat sebuah toko baju, dia menarik tangan Vivian menuju toko itu.


Melihat-lihat sambil tangan mereka tidak lepas juga. Mereka jadi pusat perhatian para karyawan toko.


Dia memilih sebuah gaun yang terlihat sederhana tapi masih memancarkan sisi mahalnya.


"Kamu cobalah ini! " perintah Willi.


Vivian menyambut uluran baju tersebut.


"Coba lah dulu, aku ingin lihat! " ucal Willi


Vivian mencoba baju di kamar ganti, dan keluar menunjukkan nya pada Willi.


"Eemm,terlihat bagus! "ucap nya.


Kemudian dia meminta Vivian mencoba beberapa macam pakaian lagi.


Vivian mencoba nya satu persatu sampai wajahnya terlihat bosan.


" Masih ada lagi yang perlu saya coba? "tanya Vivian dengan nada tak enak.


Willi menaham senyum nya " Tidak ada! "jawabnya.


" Ini semuanya! " tunjuk Willi pada karyawan toko sembari memberikan kartu kredit nya.


Vivian masih lagi berkeliling mencari sesuatu yang pas di mata nya.


Setelah membayar, mereka keluar dari toko tersebut.


Sambil berkeliling, mata Vivian tertuju pada sebuah toko perhiasan. Dikaca terlihat sebuah kalung yang dipajang dengan mainan berbentuk hati.


Willi memperhatikan mata Vivian yang melekat pada kalung tersebut.


Tapi tidak berniat untuk singgah sekedar melihat-lihat.


Lama menunggu.


"Apa kamu masih lama, aku mau ke toilet sebentar! " ucap Willi.


"Pergi lah!" jawab Vivian.

__ADS_1


Willi melangkah menuju toilet pria, setelah selesai dia pun keluar. Di depan toilet wanita Willi bertabrakan dengan seorang wanita yang baru keluar dari dalam.


Karena tabrakan yang kuat, membuat tubuh wanita itu hampir terjatuh. Dengan sigap Willi menahan tubuh wanita itu agar tidak jatuh.


__ADS_2