Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
eps 28.MENCARI CARA


__ADS_3

Sentuhan Willi begitu menggoda, Vivian yang berada didekapannya jauh di lubuk hati ingin mendorong tubuh pria gagah itu.Tapi tubuh nya menolak. Batin dan tubuhnya tidak sejalan.


Willi terus saja mencumbu, sehingga sentuhan itu beralih ke tengah. Dia terus saja membuat gerakan-gerakan yang membuat Vivian tidak bisa menolak nya.


"Aaahhhhhh! " suara ******* yang tertahan.


"Cuppp! " suara kecupan.


Perlahan Willi merebahkan tubuh yang terlihat pasrah itu. Tapi tidak melepaskan kecupannya di bagian favoritnya.


"Aahhkkkk! " suara lenguhan kecil istrinya.


Malam berlalu penuh kehangatan.


Keesokan paginya.


Matahari menembus celah tirai yang berwarna krem itu. Rasa silau nya masih bisa menyilaukan mata yang masih menutup.


Vivian membuka matanya , ketika ingin bangkit dia merasakan sakit sekujur tubuh.


"Ahh, kenapa badan ku terasa sakit semua.? " gumam nya.


Ketika Vivian menoleh ke arah kanan, terlihat sosok laki-laki yang masih tertidur lelap.


"Ah, rasa nya seperti mimpi. " batin nya.


Vivian bangkit dengan tenaga yang belum sepenuhnya terkumpul.


Begitu sampai dikamar mandi, dia berendam di bathup dengan suhu air yang sudah disesuaikan.


Sembari menikmati sensasi air hangat, Vivian memejamkan matanya agar semakin rileks.


"Ceklek! " suara pintu kamar mandi dibuka.


Vivian tidak menyadari suara pintu dibuka, Willi yang ingin membersihkan diri melihat pemandangan pagi yang menarik .


Dia berjalan perlahan,menuju bathup. Masuk secara perlahan , sehingga menyebabkan air di dalam bathup beriak.


Vivian merasa terusik dengan riakan air itu, ketika membuka mata.


"Tu-tuan! " Vivian terperanjat akan kehadiran Willi yang tiba-tiba dan menutupi dada nya dengan kedua tangan nya.


Willi menyeringai tipis "Apa yang kamu tutupi,aku sudah melihatnya! " ujar nya.


Tapi Vivian masih merasa malu saat ini. Dalam kondisi seperti sekarang , Vivian masih berada di ambang kesadaran penuh 100 persen.


Dia bergegas bangkit, belum sempat keluar dari bathup "Mau kemana kamu? " Willi menarik tangan Vivian.


"Aku sudah selesai tuan, kalau tuan mau mandi saya tidak akan mengganggu! " Vivian membuang wajahnya.


"Duduk lah! " pinta Willi.


"Tapi tuan, saya masih ada kerja lain.! " Vivian berusaha membuat alasan sebisa nya.


"Temani aku sebentar saja! " ujar Willi.

__ADS_1


"Tapi tuan, lepaskan dulu tangan ku. Agar aku bisa mengambil pakaian ku! " pinta Vivian.


"Tidak perlu, begini saja lebih baik! "


"Ta-tapi tuan, sa-saya malu! "jawab Vivian.


" Apa yang perlu kamu malukan, aku sudah melihat setiap inci dari tubuhmu.! " ucap Willi mulai berani.


Vivian serba salah, wajahnya memerah seperti kepiting rebus.


Dengan posisi memiringkan tubuhnya . Vivian tidak serta merta melihat kehadapan Willi.


Willi menarik tubuh Vivian sehingga mereka bertentangan mata. Dan kembali pergumulan bagian kedua terjadi.


Setelah selesai mandi, Willi dan Vivian menuju meja makan.


Willi sudah terlambat, karena ritual mandi nya yang harus menambah waktu ekstra.


Tak ada pembicaraan ketika mereka makan bersama. Vivian masih terlalu canggung , dan juga tidak tahu apa yang harus dia ucapkan.


Willi bangkit dari duduknya "Robby! " panggil Willi .


Robby segera bergegas menuruti tuan nye menuju mobil.


Merasa ada yang terlupa, Willi kembali masuk kedalam rumah dan menghampiri Vivian.


"Kamu jangan coba-coba lagi kabur, kalau tidak kamu akan tahu akibat nya! " ancam Willi.


"Tapi tuan.. " belum habis Vivian bicara.


"Tidak ada kata tapi, aku tidak menerima bantahan! " ucap Willi ketus.


Willi kembali berjalan ke mobil dan segera pergi menuju kantor.


Selepas sarapan, Vivian tidak punya tujuan lain selain kamar. Dia mondar mandir memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa keluar. Dia sudah rindu ingin bertemu dengan mamanya.


Semenjak dia berstatus istri Willi, hanya beberapa kali saja dia bertemu mamanya.


"Aku hanya istri kontrak nya, sesekali melanggar perintahnya bukan lah masalah! " batin Vivian sambil mondar mandir.


Seakan mendapat pencerah, dia bersiap-siap memakai baju yang lebih bagus serta tidak lupa memakai makeup.


Sebelumnya Willi sudah meminta seorang bodyguard untuk menemani Vivian kemana pun.


Ketika dipintu utama "Nona mau kemana? " tanya Pak Im yang tiba-tiba sudah berada didepan Vivian.


"Ah, anu Pak. Saya mau pergi belanja keperluan saya! " jawab Vivian.


Pak Im menarik kedua sudut bibirnya "Apakah hari ini nona ada rencana lain? " tanya nya.


"Rencana? Aku tidak memiliki acara! " jawab nya.


Pak Im dengan senyum yang penuh arti menjauh dari pintu.


Vivian melangkah dengan cepat disusul oleh bodyguard yang ditugaskan.

__ADS_1


Dijalan "Mau kemana kita nona? " tanya laki-laki tinggi besar itu.


"Em, jalan saja dulu. Nanti aku beritahu." ucap Vivian.


Ketika mereka sudah dekat berada di jalan menuju rumah sakit "Au, au! " Vivian meringis kesakitan.


Lelaki yang tengah menyupir itu melirik melalui kaca depan "Nona, anda kenapa? " tanya nya.


Mata Vivian sebelah melirik ke arah lelaki itu. Terlihat wajah nya yang mulai panik.


"Aduh!!! " Vivian kembali mengerang sakit.


"Nona, kita kerumah sakit saja ya. Kita sudah dekat dari sana! " ujar nya.


Vivian hanya menganggukan kepalanya tanda setuju.


Lelaki itu menambah kecepatan mobil nya, agar segera tiba dirumah sakit.


Ketika didepan pintu masuk "Tolong! " panggil bodyguard itu pada seorang perawat.


Perawat itu dengan terburu-buru membawa kursi roda menuju mobil.


Lelaki itu membuka mobil dan mengangkat tubuh Vivian dan meletakkan nya di kursi roda..


Perawat itu pun mendorong nya menuju ruang pemeriksaan.


Sementara lelaki itu hanya menunggu di luar pintu.


Didalam ruang perawatan, dokter memeriksa Vivian.


"Anda tidak apa-apa nona, mungkin sakit kepala biasa! " ucap dokter.


Vivian nyengir seperti kuda "Saya fikir serius! " ucap nya.


Dokter pun tersenyum "Tapi kalau keluhannya berkelanjutan. Di mohon nona untuk datang kembali. Agar dilakukan pemeriksaan lanjut! " tambah dokter.


"Baik dok! " jawab Vivian.


Dokter pun pergi meninggalkan Vivian sendiri.


Diluar sang supir dam merangkap sebagai penjaga itu merasa khawatir. Dia berfikir untuk menghubungi tuan nya Willi.


"Kamu mau menghubungi siapa? " tanya Vivian yang baru keluar dari dalam.


"Saya mau memberi tahu tuan nona! " jawab nya.


Vivian menggeleng "Tidak perlu, saya tidak apa-apa! " jelas Vivian.


"Tapi nona, ini sudah menjadi tanggung jawab saya agar melaporkan setiap apa yang terjadi! " ucap nya


"Apa kamu mau tuan Willi marah padamu, karena tidak bisa menjaga ku? " ancam Vivian tapi hati nya tertawa melihat wajah lelaki itu.


Lelaki itu menurunkan tangan nya yang memegang ponsel.


"Kita anggap ini rahasia kita bersama.! " ucap Vivian.

__ADS_1


"Tapi aku masih ingin disini, bisakah saya minta tolong belikan minuman diluar. Saya merasa haus! " pinta Vivian.


"Baiklah nona, saya akan belikan. Nona tunggu disini! " supir itu pun pergi terburu-buru.


__ADS_2