Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
SEASON 2.eps.87.HARUS TETAP SABAR


__ADS_3

Satu minggu berlalu, tapi tidak sekali pun Rihana mengenal sepenuhnya wajah pemimpin nya. Selama dia bekerja, Rihana tidak berani untuk melihat langsung wajah sang pemimpin.


Setiap mendengar suara Alfa, dia merasa suara itu lebih mirip seperti pasukan khusus yang kaku dan berat. Selama bekerja juga,tidak sekali pun Alfa meminta Rihana untuk masuk kedalam ruangan pemimpin.


Rihana tengah sibuk dengan kertas dan laptopnya. Alfa yang baru saja datang merasa kesal.Tidak seperti biasanya, kali ini dimeja nya tidak ada cangkir minuman.


"Brakkk! " Alfa menghempaskan dokumen di atas meja kerjanya.


Suara itu terdengar sampai keluar ruangan. Rihana terperanjat sehingga bahunya terangkat.


"Ada apa kali ini? " Rihana tertanya-tanya sedikit rasa takut.


"Sekretaris! " panggil Alfa dari ruangannya.


Mendengar namanya dipanggil,membuat Rihana langsung berdiri menghambur masuk keruang pemimpin.


"Saya pak eh tuan! " Rihana sudah berada di dalam ruangan.


Alfan memutar kursi kebesarannya.


Rihana hanya bisa tertunduk.


"Apa yang kau lihat ke bawah, apakah ada yang menarik dilantai itu? " suara bariton Alfa yang cukup membuat kita bergidik.


Rihana berusaha untuk memandang ke arah tuannya. Tapi hatinya masih takut.


"Lihat kesini! " bentak Alfa.


Karena suara bentakan yang cukup kuat, membuat Rihana langsung menatap ke arah Alfa.


Saat mata mereka saling bertemu, kedua alis Rihana menyatu.


"Apa yang kau lihat, apa ada yang salah dengan wajahku? " tanya Alfa melihat keanehan dengan pandangan sekretaris nya itu.


"Bukan tuan, saya hanya...."


"Sudahlah, aku tidak ingin basa basi lagi. Buatkan aku kopi sekarang juga! " minta Alfa.


Rihana pun segera memutar badan dan keluar dari pintu.


Saat di pantry.


"Kenapa aku merasa tidak asing dengan tuan Alfa ya. Apa sebelumnya aku pernah bertemu. Tapi dimana? " Rihana mengingat-ingat kembali dimana pernah bertemu dengan lelaki yang berstatus sebagai bosnya.


"Apa dia suka manis atau tidak? Aduk kenapa aku bodoh tidak bertanya dulu tadi." Rihana pun selesai menyedu kopi.


"Ah sudah lah, biasanya kebanyakan orang-orang tidak suka manis. Semoga saja tuan Alfa suka dengan kopi ku! " Rihana berjalan menuju ruang CEO.


"Tok tok tok! "


Rihana pun masuk setelah mengetuk pintu.


"Ini tuan kopinya, saya letakkan dimana? " tanya Rihana.


Alfa hanya menunjuk dengan jarinya. Ketika Rihana akan keluar.


"Tunggu! " tahan Alfa.


Rihana kembali berbalik.


"Ada apa tuan? " tanyanya.


"Kamu tunggu di situ, aku belum merasa kopi buatanmu! " Alfa mengangkat cangkir kopi dan meniup perlahan.

__ADS_1


"Ssrruuppp! " seruputan Alfa terhenti.


"Kenapa rasa kopi ini beda, apa kita sudah kehabisan gula? " ucapan Alfa terdengar seperti sindiran.


"Gula masih banyak tuan! " jawab Rihana.


"Jadi, kenapa kopi ini kurang manis? " Alfa samakin menekan Rihana.


"Maafkan saya tuan, saya tidak tahu kopi seperti apa yang tuan suka. Saya akan membuat yang baru lagi! "


Alfa mendorong cangkir kopinya . Rihana segera mengambil cangkir itu dan bergegas keluar.


"Kenapa tidak bilang dari tadi.Tidak perlu marah-marah jugakan kalau kopinya kurang manis! " rutuk Rihana sendiri di pantry.


Setelah selesai dengan kopi yang baru, Rihana kembali menuju ruang CEO.


"Ini kopinya tuan! " Rihana meletakkan cangkir perlahan.


"Apa ada yang tuan perlu kan lagi? " tanya Rihana.


Alfa hanya diam dan mengambil cangkir itu.


"Ssrrupppp! " Alfa menyeruput kopinya.


Rihana yang berdiri berharap kali ini tidak salah lagi.


"Mulai besok, kamu yang bertugas membuatkan kopi untuk ku! " perintah Alfa.


"Baik tuan! " Rihana hanya bisa setuju.


"Tapi jangan sekali-kali kamu masukkan sesuatu kedalam minumanku! " Alfa semakin mengintimidasi.


"Ya tuan! "


"Apa yang sedang kamu pikirkan. Apa kamu merencakan sesuatu? " mata Alfa memandang tajam.


"Tidak tuan, saya tidak berani untuk berpikir macam-macam." Rihana merasa takut.


"Pergi lah, nanti jika aku membutuhkanmu aku akan memanggil mu lagi! " Alfa mengusir Rihana dengan mengibaskan tangan kirinya.


Melihat Alfa yang tidak begitu peduli dengan perasaan nya. Rihana hanya bisa berlalu dengan rasa kekesalan.


Sami yang baru saja tiba, melihat jelas ada raut yang tak biasa di wajah Rihana.


Sami mendekat.


"Ada apa? " tanya nya.


"Tidak ada apa-apa tuan! " jawab Rihana.


Karena tidak mendapat jawaban, Sami pun pergi masuk kedalam ruangan bos nya.


"Tuan Alfa, besok ada acara peresmian perusahaan dari klian kita! Apakah tuan akan pergi? " tanya Sami sembari meletakkan sebuat surar undangan.


"Apakah acara itu begitu penting? " tanya Alfa sinis.


"Karena ini klian kita, demi kerja sama. Saya harap tuan bisa datang! " jelas Sami.


"Tuk tuk tuk! " Alfa mengetuk-ngetukkan penanya di meja.


"Baiklah, besok aku akan datang! " jawab Alfa.


Karena tidak ada lagi yang perlu dibicarakan. Sami keluar dan hanya tersenyum kepada Rihana dan berlalu pergi.

__ADS_1


"Kenapa tuan Sami begitu berbeda dengar tuan Alfa. Dia terlihat ramah dan bahkan pengertian! " gumam Rihana mengagumi sang asisten.


Saat sore, semua orang mulai bersiap-siap untuk pulang. Tak terkecuali Rihana.


Jam sudah menunjukkan pukul 5 lebih. Rihana sudah mengemas barang-barang nya. Serta merapikan mejanya.


Tapi Alfa masih ada di dalam ruangan nya.Sehingga membuat Rihana tidak berani untuk pulang lebih dulu.


Karena tidak juga keluar, Rihana memutuskan untuk mengetuk pintu yang ada di depan nya tersebut.


Saat tangan Rihana hampir sampai dipintu.


"Ceklek! " gagang pintu diputar.


Rihana terkejut dan mundur selangkah.


Alfa tepat berdiri didepannya.


"Apa yang kamu lakukan? " tanya Alfa sinis.


"Ma-af tuan, i-ini sudah waktunya jam pulang! " ucap Rihana terbata-bata.


"Kenapa kamu tidak pulang saja? "


"Maafkan saya tuan, saya masih menunggu tuan! "


"Untuk apa kamu menunggu ku, kamu mau menumpang dengan ku? " sifat dingin Alfa semakin terlihat.


"Huuff! " Rihana menarik kasar nafasnya.


"Saya bukan ingin menumpang dengan tuan. Hanya saja saya ingin pulang sekarang juga! " jelas Rihana.


"Pulang lah! " perintah Alfa.


Rihana pun mendekat kemejanya, menyambar tas nya yang sudah dia sediakan.


"Baiklah tuan, saya pulang dulu. Permisi! " Rihana pun melangkah pergi.


"Tunggu! "


Langkah Rihana tertahan dan balik badan.


"Ada apa tuan? " tanya nya.


"Untuk besok, kamu harus temani aku menghadiri sebuah acara peresmian sebuah acara! " ucap Alfa.


Memasang seny terpaksa.


"Baik tuan! Apakah ada yang lain ingin tuan sampaikan? " tanya Rihana.


Alfa memasukkan tangan kirinya kedalam saku celana.


"Pergi lah."


"Aku harus cepat-cepat pergi. Selepas ini mungkin dia akan minta aku untuk lembur! " Rihana melangkah dengan sangat cepat.


Saat berada di lantai bawah, tak sengaja Rihana berpapasan dengan Sami.


"Kamu sudah mau pulang? " tanya Sami.


"Iya tuan! " jawab Rihana.


"Baiklah! " ucap Sami dan Rihana pun melangkah pergi.

__ADS_1


__ADS_2