Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
SEASON 2 eps 84.RIHANA DAN ALINA


__ADS_3

Hari ini Rihana berencana pergi bersama temannya ke mall. Jalan-jalan sekedar melepaskan rasa bosan.


Rihana masih bersiap-siap berdandan.


"Tin tin tin! " suara klakson.


"Sebentar! " teriak Rihana dari dalam kamar.


"Tok tok tok! " suara ketukan pintu.


"Bentar , lagi nanggung! " jawab Rihana dari dalam kamar.


Tak lama.


"Ceklek." pintu kamar terbuka.


"Ada apa bu? " tanya Rihana.


"Didepan ada Alina! " ucap ibu Mila orang tua Rihana.


Rihaha segera menghambur ke luar, dan tepat didepan pintu dia berhenti.


"Tunggu sebentar, ambil tas dulu! " ucap Rihana pada Alina yang sudah menunggunya.


Rihana bergegas mengambil tasnya.


"Ayo kita pergi! "


Mereka pun pergi menuju mall.


Perjalan 40 menit, mereka tiba di sana. Alina memarkirkan mobilnya dan mereka pun jalan bersama menuju kedalam mall.


"Kamu mau beli apa hari ini? " tanya Alina.


"Aku tidak tahu! " jawab Rihana.


"Loh, bukannya kita kesini untuk belanja barang? " Alina memandang heran pada Rihana.


"Kamu yang ngajak kan? Aku hanya bosan saja dirumah! " jawab Rihana.


Mereka sudah berada di depan pintu masuk mall.


Ketika di dalam.


"Ah, akhir nya dingin kembali! " Rihana merasa dingin karenan ac yang mall.


"Hari ini begitu panas! " keluh Alina.


"Ya, ada baiknya juga kita ngemall! " ucap Rihana.


"Hahahah! " tawa mereka berdua.


Sambil berjalan dan melihat setiap toko yang mereka melewati.


"Rin, lihat deh itu! " Alina mengalihkan kepala Rihana.


"Apaan sih? " Rihana kesal .


"Lihat kalung itu! Indah ya? " ujar Alina dengan tatapan pada sebuah kalung yang di letakkan sebagai pajangan dalam kaca.


"Apa kamu ada uang? " tanya Rihana.


Pandangan Alina bertukar pada Rihana.


"Tidak." jawab nya menggeleng dan wajah sedih.


"Sudah, kumpul dulu uang mu. Nanti kita kesini lagi! " hibur Rihana.

__ADS_1


Karena tidak memiliki uang, Alina harus mengurungkan niatnya untuk memiliki kalung itu.


Rihana berhenti di sebuah toko yang menjual asesoris. Dia masuk dan tidak melepaskan tangan teman nya itu.


"Hei,lihat ini imut ya! " ucap Rihana pada sebuah gantungan mainan ponsel.


Alina mengambil gantungan lainnya, tapi pikirannya masih ke kalung yang tadi dia lihat.


"Kamu kenapa sih, sepertinya belum rela melepaskan kalung tadi! " Rihana membuyarkan lamunan Alina.


"Aku sepertinya sudah jatuh hati pada kalung itu! "


"Apa kamu tahu harganya? " tanya Rihana.


Mata Alina seketika membulat.


"Apa kamu punya uang? Nanti aku kembalilan deh! " Alina merayu Rihana.


Rihana melepaskan tangan Alina dan pergi ke sisi lain toko itu.


"Na,ku mohon! " Alina terus saja merengek memasang wajah imut.


"Ah! " Rihana pergi meninggalkan Alina yang seperti anak kecil tersebut.


Alina mengejarnya Rihana yang sudah berada diluar toko.


Merasa tak ada respon dari Rihana, Alina tidak lagi berani bicara masalah kalung tadi.


Mereka tetap berjalan menyusuri isi mall tersebut.


Mereka tidak banyak bicara , setelah keluar dari toko asesoris.


Setelah 3 jam berjalan.


"Na, kita minum dulu ya. Aku haus! " ujar Alina.


Mereka menghampiri sebuah gerai yang menjual berbagai minuman. Mereka memilih duduk di meja paling depan. Selain bisa melihat orang berlalu lalang, mereka juga bisa melihat sekeliling mall mana yang akan di singgahi berikutnya.


"Na, apa kamu masih marah? " tanya Alina.


"Tidak! Dan buat apa aku marah. Toh uang ku juga tidak keluar. Untungnya aku tidak punya uang, kalau tidak mana bisa aku menolak keinginan gila mu! " menjawab pertanyaan Alina meyakinkan.


"Hahah! " mereka tertawa berdua.


Setelah rasa haus mereka hilang, Rihana dan Alina kembali melangkahkan kaki mengisi kekosongan mereka yang tidak tahu tujuan.


"Lin, temani aku sebentar ya kesana. Mau lihat-lihat baju! " pinta Rihana.


"Dengan satu syarat ya? " ucap Alina.


"Aduh, kesana saja harus pakai syarat! " Rihana terlihat kesal dengan ucapan teman nya itu.


"Kamu harus belanja minimal satu baju. Dari tadi kita singgah kesana kesini tapi tidak ada satu pun yang dibeli! " ucap Alina.


"Iya, iya. Puas! " gerutu Rihana kesal.


Mereka pun berjalan menuju toko yang tak jauh dari hadapan mereka.


Rihana masih memilih-milih baju yang akan dia gunakan untuk besok saat interview.


"Na, kamu mau cari baju yang seperti apa sih? " tanya Alina.


"Besok aku ada wawancara, paling tidak baju yang formal lah! " jawab Rihana.


Alina memilih beberapa baju kemeja yang cocok untuk di pakai saat interview.


"Na, coba yang ini! " Alina mengulurkan baju kemeja dengan lengan sedikit di modif.

__ADS_1


Rihana menerima baju itu dan memeriksanya.


"Lihat ini, kancing atasnya tidak ada! Apa kamu pikir aku interview mau menggoda pria disana? " Rihana menyerahkan baju itu pada Alina.


"Hahahah! " Alina tertawa .


"Maaf, aku tidak memeriksa bagian dadanya! "


Rihana kembali memilih beberapa pakaian lainnya . Setelah memilih, Rihana memegang dua helai baju yang menurut nya pas.


"Aku coba baju ini dulu , kamu tunggu sebentar disini! " ucap Rihana dan pergi menuju ruang ganti


Saat mencoba.


"Sepertinya ini tidak buruk! " gumam Rihana pada baju yang dia kenakan.


Rihana kembali mencoba baju satunya lagi.


Bercermin dan sesekali berputar melihat penampilan nya di cermin.


"Yang ini juga bagus! Apa aku ambil kedua nya saja kali ya. Nanti kalau aku lulus kan masih bisa di pakai kerja! " batin Rihana.


Setelah kembali mengenakan pakaian dari rumahnya. Rihana keluar dari kamar ganti.


"Lin, tunggu sebentar aku bayar ini dulu! " ujar Rihana.


Alina menunggu disebuah kursi plastik dan bertopang dagu ke tangan kursi.


Setelah Rihana membayar baju tadi, dia menghampiri Alina yang sudah terlihat bosan menunggu.


"Heh, ayo kita pergi! " ajak Rihana.


Dengan rasa malas, Alina bangkit dan menggantung tasnya di bahu kanannya.


Mereka kembali menuju parkiran setelah tidak tahu apa lagi yang mau mereka cari.


"Kamu tidak beli sesuatu? " tanya Rihana saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Tidak! " jawab Alina.


"Jangan sampai rumah nanti kamu ngeluh, karena ingin sesuatu! " Rihana kembali mengingatkan.


"Aku tidak ingin apa-apa, hanya saja kalung tadi terbayang-bayang dimataku! " jawab Alina.


"Lin, aku tidak memiliki uang sebanyak harga kalung tadi. Dan kamu tahu sendiri, aku sudah lama tidak bekerja. Kalau aku tidak hemat, mana mungkin aku masih mempunyai sedikit uang untuk beli keperluan ku! " Rihana terlihat kesal karena Alina masih saja seperti menyalahkannya .


Alina tidak menjawab, dia hanya fokus pada jalan yang ada di depan nya.


Saat mendekati perempatan, tanpa Alina sadari dia melewati lampu merah.


"Lin, apa. yang kau lakukan ? Kamu menerobos lampu merah! " Rihana mengguncang bahu Alina.


"Tidak apa-apa! " jawab Alina enteng.


Karena kecerobohannya, sebuah motor polisi mengejar mereka dari belakang.


"Ue ue ue! "


Mendengar suara sirine, Rihana menoleh kebelakang.


Dan terlihat tangan polisi mengisyaratkan mereka untuk menepi.


"Lin, polisi di belakang kita. Dia mau kita minggir! "


Mendengar kepanikan Rihana, Alina pun meminggirkan mobilnya.


"Ini karena kecerobohanmu! " Rihana kesal melihat Alina.

__ADS_1


Polisi pun menghampiri mereka.


__ADS_2