Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
eps 6.MALAM YANG MELELAHKAN


__ADS_3

Mobil tiba di depan rumah kecil dan hanya memiliki sedikit halaman. Vivian memarkirkan mobil tepat didepan rumah nya. Tanpa menunggu lagi, dia langsung menuju kamar mandi untuk bersih-bersih.


Sementara Willi masih tertidur didalam mobil.


Setelah selesai dengan mandinya. Vivian kembali ke mobil,dengan sekuat tenaga dia membopong tubuh Willi kedalam kos-kosan nya.


"Dimana harus kuletakkan..? " fikir Vivian.


Ditempat tidur terlalu kecil, sementara dia masih memiliki teman satu kamar. "Aduhhh... Kenapa kamu bodoh Vivian. Kenapa tidak kamu antarkan saja ke teman-temannya tadi..! " rutuk Vivian


"Ah, sudah lah. Aku harus segera menemani mama di rumah sakit. Orang ini aku tinggal saja disini..! " ide Vivian.


Dia letakkan Willi begitu saja ditempat tidur."Tapi baju nya kan bau minuman, nanti tempat tidur ku jari bau dong! " fikirnya lagi.


Vivian berjalan menuju lemarinya, dan memilih baju yang akan dia berikan pada bos nya itu.


"Ha, ternyata ada juga. Menurut ku tak apa lah berwarna pink. Lagian dia juga tidak sadar..! " gumam Vivian.


Dia pun segera membuka baju kemeja yang dikenakan oleh Willi. Dan memakaikan baju pink bergambar mawar.


"Sudah selesai, aku harus segera pergi.! " Vivian pun pergi keluar dari pintu.


Lama menunggu, tapi tidak ada satu taksi pun lewat. Dia masih menuggu ditepi jalan.


"Jam segini mungkin susah untuk mendapatkan taksi.! " ucap Vivian.


Terdiam sejenak, wajah Vivian berubah tersenyum sumringah "Kan ada mobil gratis yang bisa aku pakai untuk sementara..! " fikirnya.


Dia berbalik arah dan memilih kembali kerumah. Dia ambil kunci mobil yang tadinya dia gantung didekat pintu.


"Maaf tuan Willi, malam ini aku terpaksa memakai mobil mu. Nanti aku isi minyak nya! " bisik Vivian ditelinga bosnya.


Vivian berjalan dengan girang menuju mobil. Dia segera keluar dari halaman dan melaju menuju rumah sakit.


Dia senyum sendiri , entah apa yang dia fikirkan.


Sampai dirumah sakit, setelah memarkirkan mobilnya. Vivian keluar dari mobil dengan senyum yang tak putus.


Dia menuju ruangan mama nya di rawat. Setelah melihat mama nya yang terbaring tak berdaya. Aura nya kembali berubah, tidak bisa menyembunyikan kesedihan yang dia pendam.


Dia ambil bangku dan duduk bersampingan dengan tempat tidur mama nya. Dia genggam tangan yang lemah dan pucat itu. Air mata Vivian mengalir.


"Ma, bagaimana anak mu ini menghadapi kerasnya dunia. Kamulah penyemangat ku.! " curahan hati Vivian.


"Deerrtt... deerttt..! " getaran ponsel Vivian di dalam tas.


Vivian mengambil ponsel nya , dan nama Liana yang melalukan panggilan.. Dia usap tombol berwarna hijau "Hallo Li....! " jawab Vivian.


"Vian, apa yang kamu lakukan.? " bentak temannya dari seberang telepon.

__ADS_1


"Maksudnya..? " Vivian masih dalam keadaan belum sadar.


"Siapa laki-laki ini. Kenapa dia bisa ada didalam kamar ini? " suara Liana semakin keras.


"Aduhh.. kenapa aku lupa memberi tahu Liana. " gumam Vivian.


"Maaf Li, aku lupa memberi tahu mu. Dia bos ku yang mabuk berat, karena aku tidak tahu alamat rumahnya. Makanya aku bawa ke kosan kita.! " jelas Vivian.


"Jadi aku tidur dimana malam ini? " tanya Liana sedikit merengek.


"Bisa tidak malam ini kamu tidur dirumah temanmu? " pinta Vivian.


"Apa kamu gila, ini sudah malam. Dimana pagi aku harus mengambil bus.? " rutuk Liana.


"Kamu naik taksi saja ya, nanti aku ganti deh biaya nya.! " ucap Vivian.


"Betul kamu mau ganti? " tanya Liana sedikit melunak.


'Iya, apa pernah aku berbohong.! " jawab Vivian.


"Baiklah, aku pergi dulu! " ucap Liana dan mengakhiri teleponnya.


Karena seharian kerja, ditambah lagi kejadian malam ini membuat Vivian lelah. Tanpa fikir panjang , dia rebahkan kepalanya ditepi tempat tidur dengan posisi masih duduk.


Keesokan harinya


"Mama sudah bangun!" ucap Vivian senang.


Mama nya ingin bicara, Vivian meletakkan jari telunjuknya di bibir sang mama "Jangan terlalu banyak bicara, Mama masih lemah dan tahap pemulihan.! " ucap Vivian.


Mama nya langsung tersenyum dan menuruti apa kata anak kesayangan nya itu.


Vivian bangkit dan mengambil air. Dan memberikan mama nya minum.


"Ma, Vian harus segera kembali ke kosan. Karena ada pekerjaan yang tertinggal.! " ucap Vivian.


Ibunya hanya menjawab dengan anggukan.


"Baiklah ma, Vian pergi dulu.! " setelah mencium wajah pucat mama nya. Vivian pun segera pergi.


Dia takut, bila lama kembali tuan nya akan segera bangun.


Vivian sudah berada didalam mobil, dia melajukan mobil dengan kencang. Karena hari masih terlalu pagi, jalan masih terlihat lengang tanpa adanya antrian atau macet.


Tak butuh waktu lama, dia sudah ada didepan kosan nya. Buru-buru dia buka pintu, dan alangkah terkejutnya. Karena Willi tidak ada dikamar.


"Kemana pergi nya, apa mungkin dia sudah pergi.? " Vivian tanda tanya.


Terdengar suara air dari dalam kamar mandi. Vivian berjalan menuju pintu kamar mandi "Tok.. tok...! " Vivian mengetuk pintu.

__ADS_1


"Tuan Willi. Apa tuan ada didalam? " tanya Vivian dengan lembut.


"Ceklek..!" suara kunci dibuka.


Mata Willi saling berpandangan dengan Vivian.


"Maaf tuan, a-aku... " belum habis Vivian bicara.


"Kenapa aku ada disini? " tanya Willi masih dengan wajah basahnya.


"I-itu, tadi malam... " ucapan Vivian terbata-bata.


"Apa kamu memanfaatkan aku, selagi aku tidak sadarkan diri? " tanya Willi sedikit menyudutkan.


"Bu-bukan seperti itu tuan..! " jawab Vivian.


"Tolong jelaskan..! " Willi meminta sebuah penjelasan.


"Tadi malam tuan mabuk, dan teman tuan meminta supir pengganti. Tapi pak Dudung lagi tidak ada ditempat. Dia meminta saya yang pergi ke club tersebut..! " jelas Vivian.


'Kenapa kamu tidak mengantarkan ku ke rumah ku saja? " tanya Willi mengintrogasi.


"Saya tidak tahu alamat tuan! " jawab Vivian takut.


"Kamu harusnya tanya dengan teman-teman ku! " ujar Willi.


"Ta-tapi teman-teman tuan diam saja tanpa memberitahukan alamat tuan dimana! " tambah Vivian membela diri.


"Dan baju ini, siapa yang mengganti nya? " tanya Willi sambil menarik baju yang dia pakai.


"I-itu, saya sendiri yang menggantinya tuan.! " jawab Vivian semakin merasa bersalah.


"Berarti kamu sudah melihat tubuhku. atas ijin siapa kamu mengganti baju ku? " tanya Willi.


"Tanpa ijin siapa pun, karena tadi malam tuan berbau alkohol. Dan saya takut tempat tidur nya jadi bau.! " jawab Vivian.


Willi melihat sekeliling kamar, dimana baju ku kamu buat.? " tanya Willi.


"Sudah saya cuci tuan, mungkin belum kering..! " jawab Vivian.


"Dimana ponsel ku..? " tanya Willi.


"Ada di atas meja itu tuan..! " jawab Vian sambil menunjuk ke atas meja yang ada didepan nya.


Willi meraih ponsel nya dan menghubungi seseorang "Bawakan pakaian ku dan juga sepatu. Nanti alamatnya aku kirim! " ucap Willi dan mengakhiri teleponnya.


"Dimana alamatnya ini..? " tanya Willi pada Vivian.


Vivian pun memberitahukan alamat kosannya.

__ADS_1


__ADS_2