Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
SEASON 2. eps.91. RIHANA DAN SPAGETI


__ADS_3

Rihana yang sudah mati kutu, tidak punya cara lain. Dia kembali duduk di sofa tempatnya tadi.


Di meja samping sofa, Rihana mengedarkan pandangan.


Terlihat jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Dia tidak sabar menunggu seseorang yang bisa membuka pintu itu.


Merasa bosan duduk sendiri, dia berdiri dan melihat sekeliling rumah itu. Terdapat 4 pintu yang sama. Rihana berjalan menuju pintu yang ada didepannya.


Dia membuka gagang pintu secara perlahan.


"Kamar ini kosong, dan penataannya juga bagus! " gumam Rihana.


Tidak ingin masuk terlalu jauh, Rihana kembali menutup pintu.


Dia berjalan menuju pintu berikutnya, dan tetap sama,hanya kamar kosong.


"Begitu banyak kamar, tapi kenapa tidak ada seorang pun! " batin nya.


Rihana kembali menyusur pintu yang ketiga, perlahan dia buka pintu itu.


Saat melihat isi nya.


Seorang lelaki tidur di atas ranjang yang cukup besar. Rihana menyipitkan matanya memandang laki-laki itu.


Sontak saja membuat Rihana menahan mulutnya dengan kedua tangannya.


"Bukankah itu tuan Alfa, berarti aku ada di rumahnya? " batin nya dan kembali menutup pintu tanpa mengeluarkan suara.


"Bagaimana ini, apa tuan akan marah. Dan kenapa aku begitu ceroboh, sampai tidak tahu mana minuman beralkohol dan bukan! " gerutunya


Mata Rihana kembali menyisir ruangan itu, tinggal satu pintu lagi yang belum iya buka.


Rihana berjalan semakin mendekat ke pintu itu.


Tangannya memegang gagang pintu, saat memutarnya Rihana pun mendorong pintu itu.


"Kenapa pintu ini tidak busa bisa dibuka? " bermonolog.


Rihana pun mengurungkan niatnya untuk membuka pintu itu.


Dia kembali duduk di sofa, setelah lama dia kembali merebahkan tubuhnya.


Tenggorokan nya terasa kering, dia pun bangkit mencari dimana tempat air minum berada. Rihana berjalan sebuah ruangan yang tanpa pintu . Dia masuk keruangan itu dan benar saja, disana adalah dapurnya dan cukup luas.


Rihana mencari tempat air minum tapi tidak menemukannya. Dan terlihat sebuah kulkas yang cukup besar. Dia membuka kulkas itu dan benar saja. Isi nya penuh dengan botol air mineral.


Rihana mengambil sebotol lalu membukanya .


Setelah meneguk minuman itu, dia merasa segar. Tenggorokan nya yang kering terasa segar.


Tak cukup sampai disitu, Rihana kembali menyisir setiap sudut dapur itu.


Dia kembali membuka kulkas pintu lainnya. Dan ternyata ada beberapa macam daging, sayuran dan berbagai macam makanan yang bisa di masak.


"Krukkk! " suara perut Rihana sudah memberi petanda.


"Ah, kenapa mesti lapar sekarang? " keluh Rihana.


Dia mencoba untuk menenangkan diri, agar tidak terlalu memikirkan tentang makanan.


Tapi hanya sia-sia, perutnya terus saja seperti meminta di isi.


Sebuah senyumam tersungging dari bibirnya.

__ADS_1


"Apa aku masak sedikit saja? Tuan tidak akan marah! " Rihana mengeluar mie untuk membuat spageti.


Dan semua bahan-bahan nya sudah lengkap didalam kulkas. Hanya menunggu keringanan tangan Rihana untuk mengolah nya.


Satu persatu bahan-bahan yang dibutuhkan dia keluarkan. Setelah lengkap, dia mencari panci untuk memasak.


Dia melihat di sekitar dinding dapur, tapi tidak menemukan panci bergantungan. Matanya tertuju pada lemari kabinet. Rihana membuka kabinet itu, dan benar saja.Semua keperluan alat makan dan memasak tersimpan rapi di sana.


Rihana mengeluarkan panci yang ukurannya cukup ideal untuk memasak spageti.


Dia pun mulai memotong bawang dan bahan-bahan lainnya..


Empat puluh menit berlalu, dia pun sudah selesai. Spageti sudah terhidang di piring.


"Huff! " Rihana mencium aroma spageti buatannya.


"Saatnya makan! " Rihana pun mulai menyuap spageti itu.


Saat dua suap sudah masuk, tiba-tiba.


"Ekheemmm! " sebuah suara dari arah pintu.


"Astaga! " Rihana terkejut dan menoleh pada sumber suara.


"Tu-tuan! " ucap Rihana terbata-bata.


Alfa mendekat dan memperhatikan apa yang dimakan oleh Rihana.


Rihana sudah terlihat ketakutan melihat Alfa yang tiba-tiba datang dengan mengenakan kimono tidur.


"Maaf kan saya tuan, saya betul-betul lapar. " Rihana mengguratkan wajah kesedihan.


"Setelah kamu tidur di pesta, aku masih harus mengeluarkan tenaga untuk mengangkat mu masuk kedalam mobil. " jelas Alfa.


"Dan apa kamu tahu, apa yang terjadi tadi malam? " tanya Alfa.


Rihana mendongak dan menebak-nebak apa yang telah dia lakukan.


Alfa yang langsung diam, membuat Rihana semakin penasaran.


"Apa yang telah saya lakukan tuan? " tanya Rihana ragu.


Alfa menarik kursi dan duduk. Rihana yang masih menunggu jawaban dari Alfa tidak sabaran ingin mendengar nya.


"Apa yang kamu makan? " tanya Alfa santai tanpa memperdulikan Rihana yang menunggu jawabannya.


"Ini spageti tuan! " jawab nya.


"Ini saja? " tanya Alfa.


"Masih ada? Bapak mau? " tanya Rihana.


"Ini semua aku punya, kenapa kamu mesti bertanya? " ujar Alfa ketus.


Rihana hanya bisa menaham emosi mendengar ucapan Alfa.


"Tahan Rihana, ini rumahnya. Sedikit pun jangan membantah ucapannya! " batin Rihana.


Rihana bangkit dan mengambil sebuah piring dan menghidangkan spageti itu pada Alfa.


Alfa memandanga spageti itu.


"Apa aku harus pakai tangan makannya? " tanya Alfa lagi.

__ADS_1


Rihana melihat kepiring dan benar saja, dia lupa mengambilkan garpu.


Rihana melatakkan garpunya yang sudah terlilit spageti.


"Ini tuan! " Rihana memberikan garpunya.


Alfa mengambil garpu itu dan mencicipi sedikit makanannya.


Terlihat kepala nya mengangguk pelan. Kembali Alfa menyuap spageti itu.


Rihana yang sudah jengkel, hanya diam sembari menikmati masakannya. Rasa lapar nya mulai berkurang setelah kehadiran Alfa dan seperti sengaja membuatnya emosi.


Hanya sebentar, spageti Alfa sudah habis tanpa sisa. Sementara Rihana masih tersisa sedikit lagi. Alfa memperhatikan piring Rihana.


"Kenapa punya mu tidak dihabiskan? " tanya Alfa.


"S-saya sudah kenyant tuan! " jawab Rihana.


"Kamu harus habiskan, saya tidak suka membuang-buanh makanan! " suara Alfa sedikit meninggi.


Nyali Rihana seketika ciut mendengar ucapan Alfa. Dia kembali menyendok mi nya,Alfa pun tidak beranjak dari sana.


Setelah spageti Rihana habis, Alfa pun bangkit kembali ke kamar nya.


Rihana memandang nanar pada laki-laki dingin itu.


"Apa seumur hidupnya, dia tidak pernah tersenyum? Sehingga terlihat kaku." gerutu.


Satu jam kemudian, terdengar suara dipintu. Rihana mendekat dan melihat monitor kecil yang tertempel di dinding.


"Tuan Sami! " ucap Rihana.


"Tat tit tut tet! " suara angka di tekan. (kira2 begitu lah suaranya)


Pintu pun terbuka.


Saat masuk. "Nona Rihana! "


Rihana tersenyum manja melihat kedatangan Sami. Ntah apa yang ada di pikirannya. Baginya Sami cukup baik dan wajahnya juga tampan.


Rihana sudah menetapkan targetnya, ingin mendekati Sami.


"Dimana tuan Alfa? " tanya Sami.


Rihana tersentak dari lamunannya.


"Tuan ada didalam! " jawab Rihana.


Sami meninggalkan Rihana yang masih terpaku ditempatnya.


"Tok tok tok! " ketukan di pintu.


Alfa membuka pintunya.


"Tuan, ini pakaian yang anda minta! " Sami menyerahkan satu set pakaian yang akan dikenakan oleh Alfa untuk bekerja hari ini.


Sami kembali mendekat Rihana yang terduduk di sofa.


"Nona, ini baju ganti anda. " Sami menyerahkan paper back pada Rihana.


"Apa ini? " tanya Rihana.


"Pakaian untuk anda! " jawab Sami.

__ADS_1


Rihana merasa senang,dia berjalan ke kamar mandi dan membawa serta tas tersebut.


__ADS_2