Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
eps.51.AKHIRNYA MENEMUKAN MU


__ADS_3

Tiga tahun berlalu, tidak terasa umur Alfa Ricson juga tepat tiga tahun hari ini.


Jeremy begitu setia menemani tumbuh kembang Alfa Ricson nama anak dari Vivian.


Vivian sengaja tidak menyematkan nama Hudson keluarga Willi di belakangnya. Dia tidak ingin suatu saat Jeremy salah faham.


"Selama ulang tahun ponakan om. " ucap Jeremy.


Alfa berlari kecil menuju Jeremy dan memeluknya.


"Telima kasih Om Jemy! " ucapan khas anak 3 tahun.


Vivian menghampiri "Terima kasih karena sudah menjadi om yang baik untuk Alfa. Aku sangat berutang budi." ucap Vivian.


Jeremy tersenyum.


"Jangan pernah merasa berhutang pada ku. Karena aku melakukan dengan senang hati! " jawab Jeremy.


Ntah kenapa, semakin hari Jeremy terlihat tidak ada jarak lagi dengan Vivian dan anaknya. Hanya saja Vivian selalu menghindar ketika Jeremy ingin berbicara serius.


"Duduk lah dulu, aku ambil cemilan dulu!" ucap Vivian.


Baru membelakangi Jeremy, tangan Vivian sudah ditarik.


Mata Vivian menatap pegangan tangan pria itu.


"Ada apa? " tanya Vivian.


"Bisakah sekali saja, duduk dan dengarkan aku bicara? " pinta Jeremy.


Alis Vivian mengerut, dia kembali duduk.


Jeremy pun ikut duduk di samping Vivian.


Merasa risih dengan pegangan Jeremy, Vivian melepaskan tangan lelaki itu.


"Apa yang ingin kamu bicarakan? " tanya Vivian.


Jeremy melirik pada Alfa yang sedang duduk bersama mereka.


Vivian mengerti.


"Alfa sayang, bisakah mainnya di kamar saja? "


"Baik ma!" Alfa pun membawa mainan pemberian Jeremy kedalam kamar.


"Vivian, apakah kamu tidak membenci ku kalau aku jujur? " tanya Jeremy.


Vivian merasa aneh.


"Kenapa aku harus membenci mu? "


"Maukah kau menikah dengan ku? "Jeremy mengutarakan isi hati nya.


" Degh"


Vivian teringat masa lalunya "Apakah Willi sudah mengajukan cerai saat itu? " batin nya.


Larut dalam lamunan nya.


"Vivian, Vivian! " suara Jeremy.


Lamunan Vivian buyar mendengar suara Jeremy.


"Ya apa! "


"Apakah kamu tidak mendengar ku? " tanya Jeremy.


"Hemm! " gumam Vivian.


"Setelah melihat kedekatan kita, aku ingin memiliki hubungan yang lebih jauh! " jelas Jeremy.

__ADS_1


Vivian memandang nanar.


"Aku tidak bisa jawab sekarang, masih banyak yang harus dipertimbangkan."


"Aku tidak meminta mu untuk menjawab sekarang. Paling tidak aku sudah meluahkan isi hati ku yang sudah lama ku tahan! "


Mereka terdiam satu sama lain. Merasa semua sudah cukup, Jeremy berdiri.


"Aku pergi dulu, dan terima kasih sudah mendengarkan ku! "


"Baiklah, aku juga sudah harus memandikan Alfa." jawab Vivian.


Jeremy turun ke bawah dengan hati berbunga-bunga. Dia tak menyangka dari mana datangnya keberanian untuk mengutarakan isi hatinya.


Sementara di kamar nya, Vivian merasa hatinya seperti tidak bisa menerima bahwa Jeremy suka padanya.


"Apa yang harus aku lakukan? "Vivian bingung.


" Mama, Alfa lapar! " rengek anak kesayangan nya.


Seakan baru tersadar dari lamunan nya.


"Maafkan mama sayang, mama lupa ini sudah jam makan anak mama."


Vivian segera memberi makan jagoan nya yang menggemaskan itu.


Sementara di kantor. Willi baru mendapatkan kabar bahwa Vivian menetap di negara H.


"Apa kamu pasti dia istri ku? " tanya Willi.


"Benar tuan! " jawab orang suruhan nya.


Telepon pun berakhir.


Willi menekan nomor sekali lagi.


"Robby siapkan keberangkatan ku ke negara H!"ucap Willi.


"Ah, kenapa harus sekarang! " keluh Willi.


"Apa kamu bisa atur ulang jadwal ku? " tanya Willi.


"Maaf tuan, pertemuan ini sudah dibicarakan jauh-jauh hari. Kalau sekarang tuan menunda nya maka investor dari negara Z tersebut bisa membatalkan segala kerja sama kita. Maka tuan harus membayar kerugian! " jelas Robby.


"Baiklah, apakah lusa jadwal ku kosong? " tanya nya lagi.


"Masih ada meeting bersama eksekutif! "


"Seperti nya itu tidak begitu penting, kamu atur kembali. Aku ingin pergi kenegara H sesegera mungkin! " tandas Willi


"Baik tuan, saya akan mengatur ulang jadwal anda! "


Willi menutup telepon.


Dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Vivian.


Dinegara H, Vivian berencana kembali kenegara nya. Sudah hampir 4 tahun dia tidak kembali dan tidak pernah mengunjungi makan ibu nya.


Ada rasa rindu, walau hanya bisa melihat batu nisan saja.


"Jeremy besok aku akan berangkat ke negera S. Aku rindu mama! " ucap Vivian.


Jeremy bingung "Bukan kah mama mu.... "


"Ya mama ku sudah meninggal. Tapi aku ingin berkunjung ke makam nya! "


"Kamu pergi bersama siapa? " tanya Jeremy.


"Bersama anak ku! " jawab Vivian.


"Apakah aku bisa ikut? " tanya Jeremy.

__ADS_1


"Tapi... " Vivian bingung.


"Jangan kuatir, aku juga berasal dari negara yang sama dan mama ku juga ada di sana! " jelas Jeremy.


Mata Vivian membulat, dia tidak percaya bahwa Jeremy dan dia berasal dari negara yang sama.


"Tapi kenapa selama ini kamu tidak pernah memberitahu ku? " tanya Vivian.


"Karena kamu tidak bertanya! " jawab Jeremy sembari tersenyum.


Merasa jawaban Jeremy betul, Vivian hanya bisa nyengir.


Dan tiba-tiba.


"Degh"


Senyum Vivian berhenti, Jeremy melihat perubahan wajah Vivian.


"Ada apa dengan ekspresi itu? " tanya Jeremy.


"Kalau kamu dari negara itu, apa mungkin ....." Vivian ingat nama keluar Jeremy adalah Hudson.


"Ah tidak mungkin, pasti hanya kebetulan saja!" batin Vivian.


"Vivian kamu memikirkan apa? " tanya Jeremy.


"Aa, bukan apa-apa.Hanya teringat sesuatu! " jelas Vivian.


Vivian masih saja terfikir dengan nama keluar Jeremy dan Willi.


"Kenapa nama keluarga mereka bisa sama? " Vivian memikirkan itu terus.


Keesokan hari nya, Vivian dan Alfa sudah bersiap-siap menuju bandara.


Ketika di bawah dia tidak melihat Jeremy disana.


"Apa mungkin dia hanya bercanda? "bermonolog.


Tak ingin berlama-lama. Vivian memanggil taksi dan mereka pun segera berangkat.


" Ma, kita mau pergi mana? "tanya Alfa manja.


" Kita mau mengunjungi nenek! " jawab Vivian.


"Apa lumah nenek jauh ya ma? " tanya bocah kecil itu lagi.


"Ya sayang, rumah nenek jauh. Makanya kita akan pergi jauh juga! "


"Wah asik, Alfa akan jumpa nenek! " Alfa kegirangan.


Sementara di belahan negara lain. Willi sudan berada di dalam pesawat. Dia begitu gelisah, sehingga duduk nya tak tenang.


Dia mengalihkan fokus nya pada sebuah majalah bisnis.Hanya sebentar, dan kembali lagi dia gelisah.


Seorang pramugari datang menghampiri.


"Maaf tuan, apa ada yang salah dengan bangku nya? "


"Tidak ada yang salah! " jawab Willi.


"Apa ini pertama kali anda terbang? " tanya pramugari lagi.


"Kalau kamu tidak ada pekerjaan, lebih baik kamu cari kerjaan lain. Jangan datang lagi ke hadapan ku! " ucap Willi ketus.


Pramugari terkejut dengan ucapan Willi.Tapi sebaik mungkin dia sembunyikan kecewanya.


"Penumpang gila, orang tanya baik-baik. Dia jawab ketus. " pramugari ngedumel.


"Hahaha, sabar saja. Namanya juga sudah pekerjaan. Ya harus sabar.! " jawab teman seprofesi nya.


"Sayang laki-laki yang itu, ganteng tapi ga ada sopan santunnya! " tunjuk pramugari yang lagi dongkol itu.

__ADS_1


"Hahahah." teman nya tertawa.


__ADS_2